SINERGITAS JURNALIST “Prasasti kertas”

Ayo Bagikan:

BANDUNG, MAJALAHGAHARU.COM — Habakuk 2 :2 :  Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: “Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.

 

Perintah Tuhan melalui seorang nabi Habakuk untuk menuliskan pesan pada sebuah batu, yakni “prasasti” yang dapat dibaca baik secara sepintas maupun intens.Pembuktian penulisan batu prasasti menjadi perbincangan menarik bagi para Teolog dalam pembuktian sejarah.

 

Namun yang perlu ditekankan adalah bagaimana seseorang dapat menyampaikan : Berita, Informasi dan pesan Tuhan melalui sebuah karya tulis.Terlepas penuangan pada sebuah batu, logam ataupun kertas.Sedemikianlah salah satu tugas dan peran pribadi yang berprofesi sebagai wartawan atau jurnalis media cetak Kristen.

 

PEWARNA telah membuktikan eksistensinya melalui Sarasehan dan Kongres I yang diselenggarakan pada tanggal 22-24 Juli 2016 di Hotel Best Western Kemayoran Jakarta dan Villa Argapuri Resort Gambung-Ciwidey.Dengan thema : WAJAH NASRANI INDONESIA, yang dihadiri oleh beberapa Pimpinan maupun perwakilan dari : beberapa Aras Gereja , Pembimas Kristen Protestan pemprov.DKI ,Pemda Prov.DKI serta Wartawan Kristen dan Reporter Radio Kristen.

 

Acara yang dipersiapkan serta dikemas cantik oleh para Panitya perlu kiranya mendapat apresiasi.Apalagi berkaitan dengan Tujuan Kongres I yang ditekankan kepada upaya membangun sinergitas demi mengusung wajah ke aslian Kristen Indonesia.

 

Para wartawan, penyiar dan penulis media merupakan : Pekarya sekaligus Pelayan Tuhan yang berfungsi dalam bentuk pelayanan Tubuh yang teramat penting bagi perkembangan dunia Kekristenan di negeri.Meskipun gedung dan mimbar bukanlah tempat untuk mereka berkarya dengan berbagai tunjangan serta fasilitas yang memadai.

Dalam kesederhanaan karena memegang teguh pada komitmen panggilannya serta menjaga integritas telah membuahkan karya karya selama berabad abad lamanya.

 

Bahkan para Jurnalist senior yang telah berpulang , telah banyak meninggalkan sejarah peninggalan legacy melalui bentuk karya tulis.Sangat berbeda dengan fungsi pelayanan kotbah yang terkadang hanya terserap dalam waktu singkat.

 

Sungguh haru menyaksikan gigihnya semangat juang team PEWARNA untuk menyampaikan aspirassi dan kerinduan demi mewujudkan sinergi kebersamaan dalam menuangkan Nilai sejatinya Kekristenan Indonesia yang begitu kaya.Betapa Tujuan mulia dalam mengangkat citra bangsa dengan karunia khusus dari TUHAN dimata bangsa bangsa lain didunia.

 

Kendala yang seringkali kita temui adalah : Masih banyaknya media cetak rohani merupakan copy paste produk Kristen Impor.Dalam Pemberitaan pun ternyata masih banyak berbau sensasi sorga yang tidak mencerdaskan umat percaya di bangsa ini.

 

Tentunya sangat kita harapkan dan seyogyanya akan menjadi kerinduan bersama dikalangan Tokoh tokoh Organisasi gereja dan kelompok Kristen Indonesia , para Pimpinan rohani, Hamba Tuhan dan seluruh umat Kristen di Indonesia agar memiliki beban yang sama.Sebagaimana Pernyataan Kasih Tuhan dan penyertaanNYA ditengah bangsa ini.Yang mana tentunya Tuhan telah memberikan ciri serta karakteristik khusus yang akan membuka mata bangsa bangsa lain.

 

Kiranya Gaung Kongres I Pewarna akan menjadi Gong menggema keseantero negeri dari generasi ke generasi.

Selamat berjuang bagi seluruh team Pewarna kekasih, kiranya teruslah berkarya menorehkan “pena diatas prasasti kertas”.Tuliskanlah berita Kebenaran yang lugas , bermakna dan membangun kualitas kerohanian umat percaya.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *