Toleransi Itu Bukan Basa -Basi

Ayo Bagikan:

 

JAKARTA, MAJALAHGAHARU.COM – Anggota DPR RI yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih, Marurar Sirait,  meminta para pemuda Kristen di Indonesia untuk tidak basa-basi dalam bertoleransi, melainkan harus benar-benar di laksanakan dengan hati nurani  yang tulus.

Lebih jauh, Marurar biasa disapa Ara mengajak para pemuda untuk tidak hanya berteriak tentang ketidak adilan bagi dirinya,  tapi harus juga berteriak lebih keras ketika ada rakyat yang diperlakukan tidak adil juga, tegas anggota DPR tiga periode ini menjelaskan di acara perayaan natal pemuda dan Pemudi Kristen se Indonesia yang dipusatkan di GBI Mawar Saron Kelapa Gading Jakarta, Senin  (30/1/2017).

Ara dalam sambutan natal ini sebagai tokoh muda nasional menyampaikan pengalamannya  ketika mengunjungi kampung halamannya Tobasa yang ditempuh  5 jam perjalanan darat dari Medan, yang mana di Tobasa penduduknya  97 persen Kristen dan Katolik, dan 3 persen Muslim, namun Ara mendesak sesegera mungkin kepada Bupati dan perangkat lainnya untuk membangun Masjid. Itulah yang harus kita kobarkan dan laksanakan toleransi tanpa basa basi itu, urainya kepada 2000 pemuda Kristen  disambut tepuk tangan yang meriah.

Sedangkan Kuasa Usaha Palestina untuk Indonesia, Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad dalam konferensi pers dan dilanjutkan dalam sambutan  di acara perayanan natal ini,  memuji tentang kamejemukan Indonesia yang harmonis serta toleransi antar agama, suku,ras dan antar golongan lebih diutamakan.

Taher juga menyingung  tentang kelahiran  Yesus Kristus  itu di Bethlehem, Palestina. Dan, Yesus Kristus juga bagi rakyat dan bangsa Palestina bukan  orang asing, malahan sangat akrab bagi dunia muslim di Palestina dan dunia.  Yesus Kristus juga dikenal dan disebut dengan Isa Almasih  Alaisalam, dan juga di AlQuran disebut sebanyak 25 kali untuk Isa Alamasih, yang mana lahirnya di Bethlehem, Palestina, bahkan kedutaan besar palestina itu tidak hanya terdiri Dari orang Muslim, ada juga Kristen dan Yudish. Hal ini menandakan bahwa  masalah Palestina bukan  masalah agama.

Ditanya perihal kebijakan Presiden Donald Trump yang akan memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, Taher secara diplomasi hanya mengatakan bahwa itu baru wacana dan belumn ada kepututusan final dari kongres Amerika, tapi kita tunggu perkembangannya lebih jauh.

Namun, secara khusus Taher berterima kasih atas perannya Indonesai atas palestina dalam berbagai forum tidka hanya pemerintahnya saja, tetapi rakyat Indonesia sangat ramah  dan menyambut baik perjuangan Palestina, ujar Taher disampaikan dalam konferensi pers bersama media Kristen.

Ki -ka : Ketua Umum GMKI, Sahat Sinurat, Kuasa Usaha Palestina untuk Indonesia, Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad, dan Sekjen PP GP Ansor (2015 -2020), Agung Abdurrahman

Sekjen Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor, Agung Abdurrahman, dalam konferensi Pers, menyatakan  senang bisa hadir dalam perayaan natal pemuda Kristen se Indonesia  memenuhi undangan dari sahabat-sahabat sekalian dan saya mewakili gerakan pemuda Ansor, bagi saya pribadi kita  Anda yang hadir dan kita semua adalah saudara, anda dalam perayaan natal ini sedang bahagfia, maka kami juga turut bahagia.  Lebih dalam Agung menegaskan, bahwa dengan kejadian akhir-akhir ini  mudah-mudahan tidak memperngaruhi kita karena itu  riak yang sangat kecil, itu digambarkan sebagai suasana dan situasi dan  cerminan dari masyarakat  muslim di Indonesia, bahwa yang mayoritas menganggap semua yang warga bangsa ini adalah saudara dan kita harus memperlakukan saudara dengan baik saudara kita apapun latar belakang agama,  suku, ras, bangsa dan lain-lain.

Ketua Panitia Perayaan Natal Pemuda Kristen Indonesia yang juga Ketua Umum DPP GMKI, Sahat Sinurat mengajak para pemuda untuk tidak pasif dan menunggu apalagi sampai dilayani. Itu, kata Sinurat bukan mental pemuda Kristen, tegasnya yang disampaikan dalam sambutan perayaan natal ini.

Bertemakan Pemuda yang bangkit dan bergerak untuk menghadirkan  kasih yang aktual, inklusif dan transformaf, ujar Sinurat harus sungguh-sungguh ada dalam sanubari pemuda. Apalagi, tutur Sinurat  dengan sub tema Menjadi pemuda Kristen yang bergerak menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila, itu jelas  merupakan harga mati pemuda Kristen  dalam menjaga Indonesia agar tetap utuh.

Lebih jauh, sahat juga mengajak pemuda Kristen untuk tidak membuat sekat-sekat yangt tidak perlu.  Sahat juga menyampaikan bahwa pemuda yang hadir ini terdiri dari dari berbagai gereja yang ada di Indonesia, seperti GPIB, GKI, HKBP, STT Jakarta, Ukrida, UKI, Gereja Toraja, GKPA, DPA GBI, HMTJ Pemuda, dan tak lupa penyanyi rohani turut memeriahkan di acara natal ini, Edo Kondologit, Trio RNB, Boby one Way, sanggar seni STT Jakarta, STT Setia.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *