Jalan Damai Kebangsaan Lintas Agama

Ayo Bagikan:

JAKARTA, Sabtu 20/5/17Situasi bangsa belakangan ini diakui sempat mengusik kebhinnekaan sebagai sebuah bangsa yang beragam. Oleh karenanya dalam rangkaian acara perayaan HUT PGI Wilayah Jakarta ke 52, ini PGI W DKI Jakarta  menggelar pawai kebangsaan lintas agama. Acara yang dipusatkan di Tugu Monumen Proklamasi ini dibuka Plt Gubernur DKI Djarot Saefut Hidayat.

Dalam orasinya Djarot berharap bahwa situasi keberagaman harus tetap dijaga. Tidak mungkin bangsa ini dibuat seragam karena memang dari sananya sudah berbeda. Disisi lain dihadapan peserta ribuan peserta jalan damai kebangsaan lintas agama ini. Djarot meminta maaf apabila selama melayani bersama Basuki Tjahaja Purnama dalam memimpin DKI ada hal yang kurang berkenan pada masyarakat DKI. Dan Djarot berharap agar semua bergandeng tangan bersama membangun DKI Jakarta yang sama-sama kita cintai.

Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat membuka jalan damai kebangsaan di tugu monumen proklamasi

Jalan Damai kebangsaan  ini juga memberikan ruang kepada tokoh-tokoh agama dan aliran kepercayaan memberikan orasinya sekaitan komitmennya akan kebangsaan sebagai sebuah bangsa yang beragam. Sementara Pdt Manuel Raintung ketua PGI W DKI yang didampingi ketua panitia jalan damai Pdt. Shepard Supit menngatakan alasan diadakan jalan damai kebangsaan ini. “Tak bisa dipungikiri bahwa belakangan ini ada suara-suara yang saling silang pendapat bukan masalah Ahok saja, tetapi sudah mempermasalahkan dasar negara dan keberagaman,” terangnya mengawali bincang pagi itu.

Situasi ketegangan dan keretakan dalam berbangsa ini sangat terasa, dan hal itu memuncak saat Pilkada DKI. Namun mengenai jalan damai ini bagi PGIW bukan sekali ini tetapi hampir setiap perayaan selalu mengadakan acara jalan damai kebangsaan. “Jadi memang sudah membudayakan jalan damai lintas agama ini,” tandasnya. Kalau saat ini memang diadakan lebih besar karena memang dilatar belakangi dengan keprihatinan sebagai sebuah bangsa.

Bagi PGIW dan warga gereja sambung Manuel bahwa  gereja harus menunjukan semangat perdamaian itu makanya bentuknya dengan jalan damai lintas agama ini. Dalam rangkaian ulang tahunnya ke 51 tahun ada beberapa acara setelah jalan damai ada ibadah syukur di bulan Juni, lalu ada ibadah khusus tanggal 3 Juni yang akan diadakan di Grha Bethel. Dan tanggal 17 Juni akan diadakan macam-macam kegiatan seperti olahraga dan berbagai lomba.

Tema besar sama dengan mengusung lima tahunan Tuhan mengangkat dari samudera raya, dengan sub tema berupaya mewujudkan kehidupan yang penuh kerukunan dan ciptaan seluruh bangsa. Dalam HUT ini selain didukung kelompok keagamaan dan kepercayaan juga didukung ormas kekristenan ada PIKI, GMKI, JKLPK, ICrP, Parkindo ada sekitar 20 serta mengajak lembaga aras yang lain seeprti PGLII, PGPI, Baptis, Bala Keselamatan dll.

Pdt Shepart Supit selaku ketua panitia untuk jalan damai kebangsaan ini menjelaskan bahwa jalan damai kebangsaan ini bermaksud membuat satu komitmen kembali terhadap warga masyarakat ini ada tiga hal pertama memperkuat konsensus nasional, yaitu bhinneka tunggal ika, Pancasila, UUD 45 ini yang mau digambarkan dalam jalan damai kebangsaan ini. Dan melalui jalan damai ini kita ingin menunjukan bahwa masyarakat masih menghendaki pemerintahan yang sah sekarang yang sedang berjalan sehingga jalangan ada upaya untuk merubah apalagi mengganti pemerintah atau cup deta. Warga masyarakat ini mendukung dan mengawal pemerintah yang konstitusional.

Menolak upaya-upaya merongrong atau lagi mengkudeta, selanjutnya jalan damai kebangsaan ini untuk  mengawal penegakan hukum secara konstitusi dan konsisten di dalam bagsa ini. Jadi kalaupun hukum ditegakan kepada Ahok tentu harus ditegakan juga kepada yang lain. Dan tidak memanndang bulu,kalau memang ingin menjadikan hukum sebagai panglima mari kita kita dorong itu. Bahwa Ahok harus menjalani hukuman itu oke, tetapi yang lain juga berlaku jadi equel before the law itu harus berlaku ungkapnya tegas.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *