PEWARNA ID Bekali Ilmu Jurnalistik Mahasiswa STT IKAT

Ayo Bagikan:

Jakarta, Dalam rangka rakernas ke 4 Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia menggelar beberapa rangkaian acara salah satunya sharing jurnalistik kepada mahasiswa Teologia. Pagi itu sekitar seratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) IKAT mendapatkan pembekalan materi ilmu jurnalistik terutama bagi mahasiswa baru tahun ajaran  2017-2018  dalam Orientasi dan Reorientasi Mahasiswa STT IKAT.

Pemateri pertama dari Pewarna ID, Agustinus Eko Rahardjo  mengatakan saat ini media sosial (Medsos) menjadi media yang sangat berpengaruh dalam menyampaikan informasi, baik informasi yang mencerahkan maupun yang menyesatkan (Hoax), kepada masyarakat.

“Lewat Gadget, i phone dan Facebook informasi apapun dapat kita terima, tinggal bagaimana kita menyikapi dan meresponnya. Saat ini disebut era ‘Z’ di mana media sosial sudah sangat dekat dengan kita, Cuma dalam genggaman tangan,” kata Staff Ahli Kepresidenan bidang komunikasi politik yang akrab disapa Mas Jojo ini di aula STT IKAT, Rempoa, Jakarta, Selasa (25/07/2017).

Dalam paparannya, Jojo memberi contoh berita-berita yang bertebaran di media sosial, mulai dari berita yang mencerahkan dan mendidik hingga berita hoax dan rekayasa.

Peserta dan pemateri bersama dengan pimpinan STT IKAT dan anggota Pewarna

“Sekarang ini kita dipaksa untuk cerdas dalam bermedsos agar tidak disesatkan oleh berita yang tidak benar. Bukan Cuma informasi bohong, foto pun bisa direkayasa untuk menyesatkan masyarakat,” kata Jojo yang juga dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Media Nusantara (UMN) ini.

Selain cermat dalam menerima informasi dari medsos, kepada mahasiswa STT IKAT juga Jojo mengajarkan bagaimana merespon informasi tersebut, baik dalam memberi komentar maupun dalam mensheare (membagikan) berita. “Saring sebelum di Sheare, check recheck dan cross check,” tukasnya.

Dalam memberikan komentar terhadap sebuah berita atau informasi, Jojo menyarankan agar mahasiswa menggunakan bahasa tulisan yang mencerahkan dan tidak provokatif. Mahasiswa juga dingatkan akan UU ITE yang dapat menjerat pengguna medsos ke masalah hukum.

“Kita bisa berperan meluruskan berita bohong dan memberikan pencerahan. Jauhi membuat status yang provokatif dan kebenarannya diragukan,” tutur jurnalis yang sudah malang melintang di berbagai media nasional baik cetak, online, Televisi dan radio ini.

Usai memberi materi dan tanya-jawab, mahasiswa STT IKAT diajak untuk melakukan simulasi dari materi yang sudah disampaikan. Bagi mahasiswa yang dapat menjawab pertanyaan simulasi dengan benar, Jojo memberikan penghargaan (hadiah) sebagai bentuk apresiasi.

 

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *