Refleksi Peran Pemuda Dalam 500 tahun Reformasi Gereja Pemuda Kristen Menjadai Jawaban Permasalahan Bangsa

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu.com, Bandung (24/9). Peringatan 500 tahun reformasi gereja yang dikemas dalam bentuk seminar simposium pemuda gereja,diadakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandung berlangsung selama dua hari, di gedung Indigo Theater Kota Bandung. Acara yang bertemakan “Refleksi Peran Pemuda Kristen dalam 500 tahun Reformasi Gereja”ini ditutup oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP GMKI) periode 2016-2018, Sahat Martin Philip Sinurat disambut penuh antusias dari para peserta kegiatan yang berasal dari lintas gereja kota Bandung.

Dalam paparannya, pria yang akrab dipanggil dengan Sahat Sinurat menyampaikan beberapa pesan penting yang menjadi perhatian khusus para pemuda dan mahawasiswa Kristen dalam momentum 500 tahun reformasi gereja.

Ke depan Negara Indonesia akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan jaman di era teknologi dan informasi yang bergerak sangat cepat . Bonus demografi,masyarakat ekonomi ASEAN, Sustainable Development Governance’s (SDG’s),serta ketimpangan pembangunan dan hak pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan yang menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu pemuda Kristen harus menjadi bagian yang solutif serta partisipatif dalam memberikan jawaban bagi setiap permasalahan kebangsaan hari ini dan yang akan datang” ungkap pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai figur muda Kristen oleh Pewarna Indonesia  ini.

Tugas pemuda ke depan akan semakin berat, oleh karena itu pemuda harus mampu memaksimalkan bidang keilmuan masing-masing supaya nantinya mampu menjadi penjaga kebenaran, pejuang keadilan dan pengusaha kesejahteraan pada bidang keprofesiannya.

Pengurus pusat GMKI sekarang lebih fokus untuk menciptakan program-program pengembangan softskill sebagai upaya wujud komitmen dalam menciptakan kader-kader yang siap disitribusikan di masyarakat.Diskusi keilmuan dan pelatihan-pelatihan dibidang wirausaha dan jurnalistik adalah sebagain dari rangkaian program PP GMKI untuk mempersiapkan kader-kader yang mampu bersaing secara global ,ungkap Sahat.

Narkoba ,penyebaran paham radikalisme, serta korupsi serangkaiang permasalahan bangsa yang terjadi hari ini.Oleh karena itu, Sahat Sinurat juga berpesan kepada seluruh pemuda Kristen yang hadir di gedung Indigo Theater Telkom Corporate untuk bersama-sama memerangi permasalahan sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

Sahat sinurat juga mengatakan agar pemuda Kristen mampu mengenal panggilannya masing-masing terhadap bangsa dan negara, memiliki kompotensi dan kepercayaan diri dan berkarakter. Idealis dan integritas adalah modal para pemuda untuk mampu nantinya berkarya bagi negara paparnya.

Ferdinand Antosipahutar yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana kepanitian simposium pemuda gereja GMKI Cabang Bandung mengatakan hal yang senada. “Semangat reformasi gereja tidak lepas dari semangat tokoh reformis gereja yang bernama Martin Luther yang menjadi panutan generasi muda Kristen saat ini” ungkap Ferdinand. Oleh karena itu kegiatan ini tidak hanya sebagai formalitas belaka,kiranya Martin Luther baru akan hadir sebagai penggerak perubahan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang sangat majemuk, kata Ferdinand

Dea Simorangkir yang merupakan Departemen Gereja yang membawahi kegiatan “Simposium Pemuda Gereja”  juga mengatakan bahwa GMKI tetap konsisten dalam melakukan program-program yang konkrit dan berdampak bagi masyarakat kota Bandung sebagai kota pendidikan yang plural. Mahasiswa jangan apatis terhadap organisasi namun mampu berkolaborasi dengan organisasi,komunitas lainnya untuk mendobrak perubahan di kota Bandung.

“Kegiatan seperti ini akan tetap berlanjut”,Ungkap Dea menutup konferensipers di gedung Indigo Theater.(Yobel Marulitua Sihombing)

 

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *