INTIMIDASI IBLIS oleh PS Thomas Gunawan

Ayo Bagikan:

Ada perbedaan seorang yang sedang mengalami masalah atau pergumulan, masalah keluarga misalnya, bisa        persoalan pasangan suami istri (pasutri), atau persoalan antara orang tua dan anak, terjerat narkoba, pemberontakan dll. Perbedaan yang saya maksudkan, yaitu: salah satu pihak adalah pelaku yang membuat masalah, dipihak lain adalah korban. Contoh: Suami yang selingkuh, dalam hal ini istri adalah “korban penghianatannya” atau sebaliknya. Demikian pula misalnya anak yang terjerat narkoba atau memberontak terhadap orang tua, dalam hal ini anak adalah pelaku dan orang tuan adalah “korban” akibat tingkah lakunya yang menyusahkan.

Sikap menghakimi

Majalahgaharu.com Namun kenyataan yang kita temukan di hampir semua gereja dan jemaat Tuhan hari-hari ini sangatlah memprihatinkan dalam menyikapi keluarga yang sedang mengalami persoalan seperti contoh yang saya sebut di atas. Sikap jemaat dilingkungan gereja (memang tidak semua) mereka bukan hanya menghakimi si pelaku, namun sang korban, dalam hal ini suami atau istri yang mengalami penghianatan, atau orang tua yang sedang kesusahan menghadapi keadaan anaknya, tak luput juga dari penghakiman dan dipergunjingkan. Apa lagi jika korban ini memiliki jabatan tertentu di sebuah gereja, penghakiman dan pergunjingan yang dialami terasa lebih kejam, bahkan lebih menyakitkan dari persoalan yang sedang dihadapi. Kesedihan yang dirasakan karena pergunjingan itu lebih besar dan menyakitkan dibanding kesedihan yang dirasakan karena penghianatan atau pemberontakan sang anak. Konon katanya manusia itu: “Senang melihat orang susah, tapi susah melihat orang senang”

Demikianlah yang dialami oleh seorang tokoh Alkitab PL, Ayub seorang saleh dan jujur ia takut akan Allah (Ayb.1:1). Tapi ketika mengalami persoalan bertubu-tubi dalam hidupnya, sahabat-sahabat Ayub menghakimi dengan memakai perkataan-perkataan Allah (kelihatannya penghakimannya rohani) tapi sangat menyakitkan bagi Ayub (Pasal 4 dst). Bukankah sebagai jemaat, juga sering bertindak seperti sahabat Ayub? Dan tahukan akhir cerita Ayub, semua sahabat yang menghakimi dan mempergunjingkan Ayub, dimurkai oleh Allah dan hanya doa Ayub yang dapat menyelamatkan mereka (Ayub 42:7-9).

Ingat! Hari-hari ini blis sedang bekerja untuk menghancurkan keluarga-keluarga Kristen, dan jika tidak waspada, iblis juga bisa menggunakan orang-orang (jemaat) untuk meng-intimidasi sang korban agar putus asa dan hilang pengharapannya kepada Tuhan.

Modus operandi iblis meng-intimidasi, lewat jemaat yang mempergunjingkan korban yang sedang kesulitan menghadapi masalahnya, sehingga korban akan minder, menjauhi gereja dan pada akhirnya bisa meninggalkan Tuhan (murtad) bahkan bisa lebih ekstrim, mengambil jalan pintas yang fatal, bunuh diri.

Pendampingan bagi pelaku dan “korban intimidasi iblis”

Dalam tugas pelayanan sebagai konselor, tentu harus bisa membangkitkan iman dan kekuatan bagi korban yang mengalami intimidasi iblis ini, bahwa segala persoalan pasti ada akhirnya, semua ada ujungnya. Seperti siang berganti malam demikianpun akan berganti siang kembali (Pengkotbah 3:1-11), dan bahwa Tuhan tidak membiarkan kita dicobai melampau kekuatan kita (1 Kor.10:13).

Ketika baru mengalami persoalan, seseorang biasanya akan merasa bahwa “Langit Hidupnya seolah Runtuh” (semua gelap dan tidak ada harapan), itulah intimidasi iblis yang mematikan. Padahal sesungguhnya tidak seperti yang dibayangkan, hari berganti hari, persoalan itu akan menjadi persoalan biasa, dan jika diresponi dengan benar, sabar dan membawa persoalan yang sepertinya berat sekalipun kepada Tuhan, Tuhan Yesus pasti akan menolong dan memberi jalan keluar. Inilah tugas konselor, mendampingi sampai korban sanggup merespon persoalan dengan benar, sehingga tidak mengambil keputusan salah atau jalan pintas dan pelaku, bisa dipulihkan dan diselamatkan. Kiranya Tuhan Yesus menyertai dan memberkati semua. (tg)

 

*Ps. Thomas Gunawan ST.h : Penulis sedang mengambil program Pasca Sarjana-Pastoral Konseling

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *