Kebaktian Pentahbisan Pendeta dan Pengijil GKRI Karmel

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com, Deetje Caroline Mandang yang juga isteri dari pdt Ronny Mandang  dalam kotbahnya yang disampaikan penuh semangat dengan mengutip Roma 1:16 sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang pecaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Dengan dasar firman Tuhan itulah Deetje mengajak semua yang hadir dalam kebaktian pentahbisannya malam itu Jakarta 2/9/17,agar berani memberitakan Injil keselamatan bagi semua orang. Jangan sampai sudah waktunya Tuhan panggil masih ada orang yang belum mendengar Injil akibat dari kita yang tidak mau memberitakan Injil tersebut. Jadi terangnya siapapun kita diutus untuk memberitakan Injil kesemua orang termasuk dirinya yang ketika itu hanyalah sebagai ibu rumah tangga saja.

Susana malam itu nampak ceria ada dua ibu yang ditahbiskan baik sebagai pendeta serta penginjil yakni Pdt Deetje Caroline Mandang dan Ev. Erni Utami Halim. Dalam sambutannya Pdt Dr. Ronny Mandang sebagai pendeta sinior GKRI Karmel merasa bangga kalau ada kekuatan baru untuk menambah energi agar GKRI lebih banyak lagi orang-orang yang terpanggil untuk melayani. “GKRI Karmel memang kecil sekalipun demikian berkarakter jendral,” tandasnya malam itu.

Pdt Deetje dan Ev Erni bersama hamba-hamba Tuhan

Apa artinya jenderal sambung Ronny yang juga ketua umum PGLII ini jendral adalah seorang komandan yang memiliki kemampuan atau otoritas memimpin dan memiliki keberanian. Untuk itu jemaat Karmel diharapkan juga mampu memiliki hati jendral terutama dalam kemampuan memberitakan Injil. Semangat ini pantas dimiliki karena GKRI adalah gereja injili yang sudah seharusnya memiliki tugas untuk memberitakan injil tersebut.

Sementara dalam kata sambutan yang disampaikan beberapa perwakilan aras seperti Pdt Dr. Mulyadi Soleman berpesan bahwa menjadi gembala itu zonder gaji oleh karenanya menjadi hamba Tuhan harus siap menerima apapun konsekuensinya. Namun Mulyadi juga menyemangati karena melayani Tuhan percayalah pasti juga akan dipelihara Tuhan. Selain itu sambung  Mulyadi juga menambahkan menjadi hamba Tuhan berarti membuang diri artinya membuang diri dari semangat materialistis dan sepenuhnya melayani Tuhan. Sementara Romo Agus juga berpesan agar terus semangat untuk melayani sebagai hamba Tuhan. Dalam kebaktian pentahbisan malam itu hadir utusan dari bberapa lembaga aras seperti PGPI, PGLII, KWI, JDN dan beberapa lembaga lainnya. YM

 

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *