GAMKI BEKASI DIALOG BERSAMA PEMUDA

Ayo Bagikan:
GAMKI bersama aktifis pemuda

Bekasi, majalahgaharu.com Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Cabang kota Bekasi mengadakan acara bertajuk, Bincang-bincang kepemudaan yang bertempat di Gereja Hope di bilangan Galaxi, Bekasi (30/10/17).

Tampak hadir acara ini Sahat sinaga, Dikson Siringoringo serta utusan Gereja seBekasi.

Arnoth Purba selaku Ketua GAMKI cabang Bekasi memaparkan, bertepatan hari sumpah pemuda kita berpikir dengan kondisi bangsa kita ini. disini GAMKI Bekasi ingin merajut kembali kebersamaan di kota Bekasi. kota ini juga populasi kristennya dalam data kami ada sekitar 500 an gereja sehingga peluang kita sangatlah besar untuk berbuat banyak bagi negri ini.

“Acara ini dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari Gereja Katolik, GBI, GKI, GKPI, dan GKPS respons mereka sangat besar sehingga itu membuat tanggung jawab yang besar bagi pengurus saat ini untuk melaksanakan tugas-tugasnya. dan jangan lupa pada bulan November ini juga kita ada acara yang besar yaitu pengurus defenitif untuk dua tahun ke depan,” kata Arnoth Purba.

Sementara itu Dikson Siringoringo  dari DPP GAMKI menyoroti keprihatinannya ternyata apa yang ingin kita kerjakan dalam artian yang lebih besar ternyata Gereja belum bisa memfasilitasi.

Dikson menambahkan,” agar pemuda tetap setia dalam pelayanan di Gereja tetapi carilah tantangan pelayanan diluar yang jauh lebih besar agar peran kita jauh lebih maksimal, dan yang terpenting bisa membawa dampak yang positif bagi orang lain, karena jika kita hanya melayani di dalam Gereja yang kita takutkan adalah menjadi semacam rutinitas semata, isu yang dibawa adalah hanya sebatas pengulangan saja. dan didalam GAMKI ini kita dapat melakukan yang lebih besar dan lebih berdampak.”

Sahat sinaga juga mengatakan dalam pertemuan itu, hampir semua pertemuan pemuda yang telah diikuti dimana saja pasti jika motifnya salah akan kecewa, tetapi pertemuan dari Gerakan Pemuda itu punya dua dimensi yaitu horizontal hubungan dengan kemanusiaan dan juga dimensi Vertikal kepada Tuhan, karena persekutuan seperti ini boleh terjadi bukan semata karena rencana manusia.

“Sebaiknya mari kita responi pertemuan ini karena ini bukan semata-mata terjadi begitu saja sesuai dengan agenda semata tetapi kita melihat sesuatu yang lebih besar ada terjadi saat ini karena pertemuan ini boleh terjadi karena Rencana Tuhan,” imbuhnya.

 

 

 

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *