MUKI Menolak Sikap Presiden Donald Trum Soal Yerusalem

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com Amerika Serikat dalam hal ini presiden Donald Trum Pada, Rabu (6 Desember 2017),  menyatakan dukungan, dan mengakui kota Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Sikap dari Trum ini lalu menimbulkan protes dan polemik dari beberapa Negara di dunia. Karena menganggap   kontroversi mengingat kota Yerusalem tengah menjadi sengketa antar dua Negara yakni Israel dan Palestina.

Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) lewat siaran Pers-nya yang diterima majalahgaharu.com, Jumat (8/12/2017), ada lima point yang disuarakan sekaitan dengan sikap Trum tersebut karena MUKI beranggapan bahwa pernyataan Trump dapat memicu kekerasan baru, mengancam dan menghambat proses perdamaian yang sudah, dan tengah berjalan saat ini.

MUKI sebagai organisasi umat Kristen menyadari sepenuhnya kota Yerusalem adalah kota sejarah bagi tiga pemeluk agama besar dunia yaitu; Yahudi, Kristen dan Islam yang harus dijaga keberadaannya,” kata Ketua Umum MUKI, Djasarmen Purba, S.H.

Menurut MUKI, Sejarah juga mencatat penguasaan atas Yerusalem dari masa ke masa silih berganti dan sampai pada saat ini Yerusalem menjadi kota bersama antara Palestina dan Israel.

Selain menolak pernyataan Trump, dalam pernyataan sikapnya MUKI juga mendukung sepenuhnya upaya penyelesaian perdamaian antara Palestina dan Israel. Kemudian, MUKI menyatakan mendukung Perjanjian Internasional Oslo yang ditandatangani pada tahun 1993 dan Resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB berkaitan dengan Yerusalem.

Dengan tegas Djasarmen mengatakan dalam sikapnya MUKI juga bersikap menjaga konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan turut serta memelihara perdamaian dunia dan menghapus penjajahan di muka bumi. Terakhir, MUKI memberi apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang tegas dalam upaya menolak kebijakan Presiden Donald Trump, Selain MUKI sikap menolak terhadap kebijakkan Trumb tersebut juga disampaikan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dalam salah satu point nya GMKI meminta kepada pemerintah Indonesia yang memiliki posisi netral agar pro aktif verperan dan menjadi penengah dalam persoalan Palestina –Israel.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *