Todora Radisic : “Proses Politik dalam Pilkada Harusnya Bisa Dilewati dengan Kedewasaan Berpolitik”

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com : Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak menjadi arena baru bagi rakyat Indonesia. Salah satu pencetus pengiriman karangan bunga untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Todora Radisic menyatakan bahwa Pilkada serentak 2018 merupakan proses demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang terbaik melalui pemilihan langsung oleh rakyat di daerah masing-masing. Pilkada serentak 2018 di 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten berharap agar masyarakat menghindari penggunaan isu dan sentimen SARA dalam bentuk apapun, karena selain memecah belah masyarakat dan NKRI, hal itu juga bukan bentuk dalam pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.

Todora meminta pengguna medsos tidak menggunakannya untuk tujuan yang dapat mencederai dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa. “Saya berharap proses sukseskan pilkada 2018 berjalan tertib, aman, damai, jujur, adil dan transparan.” Untuk menghindari kampanye hitam yang bermuatan negative, menurut Todora, hal tersebut tidak sesuai dengan materi atau isi konten kenyataan atau tanpa bukti. “Hindari pula money politics yang sudah tidak sesuai dengan perubahan dan peradaban jaman.”

“Untuk proses pilkada, maka diperlukan kelembagaan penyelenggara yang profesional, independen dan berintegritas sehingga masyarakat mendapatkan hak politik dan berjalan sukses,” tegas Todora. “Semua pihak baik pasangan calon, partai politik, dan tim sukses sebaiknya dapat menciptakan suasana yang kondusif, menjauhkan dari praktik politik kotor seperti kampanye hitam, politik uang, provokasi, ujaran kebencian, fitnah, hoax, SARA dan politisasi agama yang merusak kesatuan dan persatuan bangsa.”

Bagi Todora, proses politik dalam Pilkada harusnya bisa dilewati dengan kedewasaan dalam berpolitik. kut serta membantu mendinginkan suasana dalam masa tenang, sehingga kehidupan masyarakat kembali normal. Kepada Roy Agusta dari majalahgaharu.com, Todora meminta kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama agar berperan aktif dalam menjaga situasi supaya tetap tenang. “Para tokoh masyarakat dan agama mesti menjadi perekat kesatuan dan persatuan bangsa.”

Masih menurut Todora, pemimpin  harus bisa membuat suasana aman, nyaman, adil, meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya serta bisa menjaga persatuan dan kesatuan dari segala macam tindakan yang bisa memecah belah masyarakat dan NKRI. “Karena itu adalah tugas utama seorang calon pemimpin dan harus bisa mementingkan kepentingan bangsa dan negaranya diatas segala-galanya dari  kepentingan pribadi, suku, agama, ras serta golongan dan partainya.” [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *