PEWARNA DKI DAN STT IKAT – SEMINAR DARURAT NARKOBA

Ayo Bagikan:

majalahgaharu.com Menyikapi keprihatinan akibat besarnya kerugian yang ditimbulkan narkotika ini Pewarna DKI bekerja sama dengan STT IKAT mengadakan acara diskusi seminar darurat narkoba(28/7) yang berlngsung di STT IKAT Rempoa, Jakarta Selatan dan dihadiri sekitar lebih dari 300 mahasiswa . Dengan nara sumber Said Damanik SH, MH, Bambang Utoyo ketua Formag Jakarta Selatam, Ahmad Soleman BNN, dan Steven Tambayong Garda Mencegah dari Pada Mengobati (GMDM).

“Ada tiga aspek  masalah hukum yang sangat membahayakan bagi kehidupan generasi bangsa saat ini yaitu Korupsi, Seks bebas, dan penyalahgunaan Narkotika, Bagaimana cara mencegah meluasnya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya walaupun hal tersebut tidaklah muda untuk dilakukan,” Kata Said Damanik dalam paparan-nya.

Dari catatan Badan Nasional Narkotika (BNN) bahwa cukup banyak orang-orang yang menyalahgunakan Narkotika yang menyebabkan kematian setiap harinya ratusan orang, kata dia, kegiatan penyebaran ini sudah sangat masiv yang melibatkan anak-anak pelajar sejak sekolah tingkat pertama hingga mahasiswa bahkan ada pejabat negara dan para artis yang masuk bui karna terlibat penyalahgunaan narkoba.

Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 1 ayat 13 menyebutkan.”Pencandu Narkotika adalah orang yang mengunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara pisik maupun psikis.” dan ayat 14 menyebutkan.”Ketergantungan pada Narkotikan adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk mengunakan Narkoba terus-menerus dengan takaran yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama, apa bila penggunaanya dikurangi dan/atau dihentikan secara tiba-tiba, menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas, Maka orang yang menjadi pecandu narkotika berarti mempunyai ketergantungan yang mendalam baik fisik maupun psikis yang sangat sulit untuk diobati. “ Imbuhnya.

Menyoroti bagaimana agar mahasiswa ikut berperan dalam memberantas peredaran Narkotika di Negara kita apa lagi para calon pendeta ini lebih dekat dengan jemaat, dan melalui diskusi ini diharapkan kelak melalui mereka, Gereja lebih berperan aktif.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *