Dr. Shri IGN Arya Wedakarna MWS III akan menerima apresiasi dari Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) diterima Dr Sri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di Ruang Rapat Badan Kehormatan DPD RI, Jumat (17/08/2018) terkait persiapan penyelenggaraan Apresiasi Warna Indonesia 2018 (AWI 2018) yang akan dilangsungkan di The Crystal Luxury Bay Resort, Nusa Dua-Bali 25 Agustus 2018. “Pertama saya apresiasi atas terpilihnya Bali untuk penyelenggaraan AWI 2018 yang kedua. Sebagai tokoh dari umat Bali berterimakasih atasi kepercayaan. Semoga ada kerjasama yang baik dan erat ke depan,” ujarnya. Mewakili Panitia AWI 2018 yang menemui Dr Arya Wedakarna MWS III adalah Yusuf Mujiono (Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia), Roy Agusta (Ketua Panitia Apresiasi Warna Indonesia 2018), Nick Irwan, Junyor Parhusip, dan Ronald P. Marlissa)

Arya Wedakarna juga menjelaskan bahwa tantangan di Bali kalau bikin event memang harus memperhatikan budaya lokal. Dalam penjelasannya ini disampaikan pula bahwa mereka yang beragama Nasrani yang sudah lama dan turun temurun di sana sangat berbeda dengan para Nasrani pendatang baru. “Kalau yang sudah lama turun temurun sangat mudah menghormati budaya lokal. Sementara yang pendatang baru memang berbeda dan kurang menghargai budaya lokal. Memang harus dilakukan pendekatan berbeda. Artinya hubungan baik perlu dijaga dengan penduduk asli Bali sehingga jangan sampai ternoda.

“Saya bergaul dengan Nasrani yang sudah lama tinggal di Bali. Hubungan sangat baik, bagaimana dengan pendatang baru itu? Maka saya harapkan perlu Pewarna untuk mencoba memberikan pemahaman agar terjadi penghargaan terhadap budaya Bali,” pesannya. Senator muda asal Bali ini berjanji akan mendukung dan akan menghadiri acara tersebut. “Terima kasih atas apresiasi yang akan diberikan. Apa yang saya bisa bantu, silahkan ditindaklanjuti dengan staf saya. Sampai ketemu di Bali,” ujar Arya Wedakarna.

Menurutnya, di Tahun politik ini sudah jelas musuh kita siapa. Sebagai umat beragama, baik Nasrani dan Hindu, yang sama-sama minoritas, kita punya kepentingan besar untuk tegaknya NKRI. “Satu kelemahan minoritas biasanya agak malu-malu, sehingga sering dianggap menjadi abu-abu. Di Bali kami sudah berhasil dengan meningkat partisipasi pemilih, berharap juga di nasional terjadi peningkatan partisipasi.

“Yang penting nanti di sana melibatkan tokoh di Bali. Nanti tokoh umat Hindu yang kritis saya undang untuk bisa bicara terbuka. Saya kira acara seperti ini kami susah melupakannya. Itu salah satu cara untuk mencairkan suasana dan menjaga keharmonisan. Saya memiliki beban siapa menerima AWI 2018 harus menjaga nama baik dan kehormatan. Saya senang bisa terpilih sebagai salah satu penerima apresiasi, itu menjadi membuat saya semakin hati-hati dan teposeliro,” ujarnya. Satu hari menjelang acara AWI 2018 digelar, Arya Wedakarna berkenan menerima tokoh-tokoh Nasrani (Kristen-Katolik) untuk bertemu dalam dialog bersama.

Ke depan, Arya berharap agar komunitas Nasrani bisa aliansi dan menjaga Bali. Pengusaha- pengusaha nasrani ini selama ini sangat mendukung. “Saya pikir harus merangkul juga. Ini sebagai signal bagus untuk kita berjuang bersama,” pungkasnya. [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *