Upraising 2019 adalah Momentum Kebangkitan Anak Muda untuk Berdoa

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Kegiatan doa pagi ini diharapkan memberi dampak sebagai kebangkitan generasi muda untuk memiliki gaya hidup yang suka berdoa, dan rencananya dilakukan serentak di beberapa kota oleh anak-anak muda antar gereja dan interdenominasi dengan melibatkan komunitas dan gereja lokal. “Sudah saatnya generasi muda Kristen memikirkan dan berdoa bagi kesejahteraan kota dan bangsa. Untuk kota Jakarta, memang difokuskan di silang Monas, Jakarta Pusat. Ucapan Efraim F. Bawole ini menyemangati anak-anak muda untuk serius melakukan hubungan intens dengan Tuhan melalui Doa.

The Dawn adalah doa bersama yang diinisiasi oleh anak-anak muda lintas gereja dan komunitas gerejawi dilaksanakan pada pagi hari 04.00-06.00 dengan penyesuaian waktu dimanapun berada yang dilakukan serentak di beberapa kota besar pada tanggal 20 Oktober 2018. Tak melulu generasi muda, the Dawn juga menyasar pemimpin muda dan pimpinan gereja lokal.

Sebagai satu rangkaian yang dilabeli dengan World Generation Gathering, para generasi muda yang terpanggil ini juga akan menyelenggarakan Global United Prayer Raising, atau dikenal dengan Global Upraising 2019. Acara dikemas dalam dua jenis yaitu yang sifatnya Konferensi akan diadakan selama 3 hari 23-26 Januari 2019, termasuk didalamnya Prayer Gatrhering yaitu 12 jam doa, pujian dan penyembahan selama satu hari penuh. Mewakili panitia, Belinda Gratia menjelaskan adanya kegerakan doa anak muda, “Doa tidak hanya gereja atau anak muda saja, tapi seluruh bangsa maka pada 23 Januari akan diadakan konferensi. Esoknya, tanggal 24 Januari akan mengambil tema dignity dan hari terakhir akan membicarakan misi dan malamnya akan ditutup dengan konser doa bersama.”

Komite Pengarah disebutkan Pdt. Daniel Pandji, Koordinator Umum sebagai pelaksana kegiatan diserahkan kepada Pdt. Andy Tjokro. Wakilnya adalah Efraim F. Bawole dan Sekretaris Umum Elizah D. Poluakan. Keterangan panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah dipresentasikan kepada FUKRI, yaitu Forum Umat Kristen/Katolik sebagai representasi aras nasional.

Penyebutan tempat di Monas, tak urung membuat rekan wartawan lain menggiring kejujuran dan keterbukaan panitia dalam penyelenggaraan, beberapa pertanyaan yang mengemuka antara lain, siapa pejabat publik yang akan hadir di acara tersebut, dan dari mana panitia mencukupi kebutuhan  anggarannya. Hal ini ditanyakan karena selama ini ada beberapa hal yang tidak terbuka kemudian terungkap adanya pesanan penggalangan massa untuk kepentingan eskalasi politik. Media Kristen sudah ‘kenyang’ dengan permainan seperti ini. Di satu sisi menyebut sebagai kegiatan rohani, tapi pada sisi yang lain berujung pada “mendoakan pasangan tertentu”. Panitia mempertegas mengatakan bahwa kegiatan ini hanya acara doa, tidak memerlukan panggung besar seperti kegiatan umumnya. Dipilih Monas karena tempat ini bersejarah untuk anak muda. [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *