Mayjen (Purn). Glenny Kairupan M.Sc., dan Pdt. Dr. Erastus Sabdono Turut Mewarnai Pra-Rakernas PEWARNA

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Nasrani (DPP Pewarna) dua hari berturut-turut jumat dan Sabtu (2-3/11/2018) menggelar rangkaian acara Pra-Rakernas Pewarna. Lebih dari 50 wartawan Nasrani di berbagai media yang tergabung di Pewarna menghadiri keseluruhan acara yang terbagi dalam 5 sesi. Sesi pertama Jumat pagi (02/11) diadakan pembekalan umum menghadirkan Mayjen. TNI (Purn) Glenny Kairupan M.Sc. (Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra) dengan tema “Warna Damai Politik”. Menurut ketua panitia Argo Pandoyo, acara yang diadakan di Aula Rehobot, lantai 3 Mall Artha Gading, Jakarta Utara ini seluruhnya difasilitasi oleh Rehobot Ministry, termasuk penginapan untuk anggota Pewarna.

Dimoderatori oleh Jojo Eko Rahardjo, anggota Pewarna di KSP (Kantor Staf Presiden), Glenny Kairupan berpesan kepada Pewarna memasuki tahun politik, Pewarna harus menjalankan peran sebagai pencerdas bangsa. Hindari tindakan-tindakan yang mendiskreditkan orang. “Lebih baik seranglah pemikirannya, adu pendapat-pendapatnya saja. Kita harus mencegah konflik yang berkepanjangan. Saudara-saudara Pewarna, saya menitipkan pesan, cerdaskanlah bangsa ini dengan kemampuan yang saudara miliki saat ini,”

Kemudian sesi ke dua dilanjutkan dengan Focus Group Discussion dengan sub-tema “Solusi Nasrani dalam Persekusi Negeri” dipandu oleh Nick Irwan. Dijelaskan bahwa, langkah yang harus dilakukan adalah penguatan internal di wilayah-wilayah Kekristenan yang semakin tergerus dalam segi jumlah. “Sebagai strategi  yang efektif, umat Kristen harus mampu menguasai opini publik, sehingga tidak tertinggal dengan saudara-saudara kita di sebelah. NU memiliki cyber troops yang diperuntukan menguasai dan mengawal kepentingan NU, maka dari itu umat Kristen juga harus melakukan langkah-langkah seperti ini.” FGD ini melibatkan beberapa tokoh aras gereja. Terjadi tanya-jawab yang menarik, dan para peserta pada umumnya menyetujui untuk diadakan forum seperti ini secara berkesinambungan. Berbagai isu dibahas, bukan saja kepentingan internal kekeristenan tetapi bagaimana gereja memberi dampak dan kontribusi positif terhadap bangsa ini.

Sesi ketiga jelang sore hari para wartawan diperkenalkan oleh moderator Thomas Gunawan dari TirtaTv untuk menyambut kehadiran sinode gereja baru, yaitu Gereja Suara Kebenaran Injili. Pdt. Dr. Erastus Sabdono, selaku perintis dan ketua sinode, kali ini tampil berbicara dengan santai memaparkan bagaimana kita sebagai manusia hidup dalam rencana Tuhan. Kekristenan kita, menurut Erastus Sabdono, “dimulai justru ketika kita keluar dari gereja, ketika kita mau mendahulukan kepentingan orang lain yang bersifat lebih penting,” Diingatkan juga, “Wartawan Kristen harus bisa menjadi ‘Juru Bicara Tuhan’ karena melayani Tuhan bisa dilakukan dengan pena yang saudara gunakan.”

Sesi ke empat, Fellowship Sahabat Pewarna digawangi oleh Arthur dan Daniel Tanamal dari Radio RPKFM. Direktur STT IKAT Jimmy Lumintang berharap Pewarna dapat menjadi ujung tombak dalam memperkuat Kekristenan, mengawal NKRI dan Pancasila melalui berita-berita yang tajam. Contohnya adalah dalam mengawal pemberitaan terkait RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Brigjen (Purn) Harsanto Adi mengimbau pentingnya pertemuan secara berkala antara Pewarna dan sejumlah stakeholder Kekristenan dalam mengawal setiap isu yang berkaitan dengan dunia Kekristenan. Sementara GMKI dan Jefri Tambayong tetap berharap Pewarna terus menjalin kerja sama agar Pewarna betul-betul dapat mewarnai dinamika bangsa ini dimanapun berada.

Hari terakhir Sabtu (03/11), memasuki sesi ke lima. Para peserta sejak pagi sudah mempersiapkan diri mengikuti Pra-Rakernas yang menjadi acara utama dengan agenda menetapkan kepanitiaan dan waktu penyelenggaraan. Ketua Panitia Rakernas adalah Teeny Deens dan ditetapkan waktu penyelenggaraannya 30 Nopember – 2 Desember 2018 di Surabaya. Setelah sesi pembahasan Pra-Rakernas selesai, Pewarna Jakarta ditempat yang sama menggelar diskusi Politik Milenial menghadirkan 3 calon legislatif yaitu Pandapotan Sinaga (Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI-P), Arnold Hasudungan Manurung (Aktivis Kebebasan Beragama, Caleg PSI dari Tangsel) , dan Richard Stevanus Nayoan (Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Nasdem). [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *