Kabar Baik untuk Semua Menjadi Tema Natal GBI Tahun 2018

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Badan Pekerja Harian GBI (Gereja Bethel Indonesia) menyampaikan pesan Natal 2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Pdt. Dr. Japarlin Marbun. Kutipan selengkapnya, adalah sebagai berikut :  Tema Natal GBI tahun 2018 adalah “Kabar baik untuk semua” (Lukas 2:10). Tema ini diangkat mengingat kelahiran kristus adalah kabar baik yang diterima oleh para gembala di padang Efrata. Kita ingat bahwa lebih dari 400 tahun Tuhan sebelumnya tidak berbicara kepada bangsa Israel, tidak ada nabi yang diutus Tuhan untuk memberitakan firman-Nya, tetapi tiba-tiba malaikat Tuhan datang menjumpai dan berbicara kepada para gembala membawa kabar baik bahwa juruselamat telah lahir. Kelahiran Juruselamat, Mesias atau Pembebas, menjadi kabar atau berita yang menggembirakan di tengah-tengah keadaan dunia yang berdosa dan tiada harapan.

Para gembala adalah masyarakat biasa dan sederhana. Saat itu bangsa Israel juga sedang dijajah bangsa Roma. Tidak ada kepastian dan jaminan masa depan bagi masyarakat bawah, seringkali mereka mendengar kabar buruk daripada kabar baik. Tetapi malam itu, malaikat Tuhan memberitakan kabar baik yang juga kesukaan besar. Kabar baik itu membawa sukacita dan pengharapan besar bagi para gembala serta memberi kekuatan baru. Alkitab mencatat bahwa setelah malaikat itu pergi, malam itu juga mereka cepat-cepat berangkat ke Betlehem untuk melihat Kristus (Lukas 10:16). Mereka lupa akan lelahnya  menggembalakan domba seharian dan pergi dengan sukacita ke Betlehem. Kehadiran Kristus di dunia ini menjadi kabar baik untuk semua.

Demikian juga bagi kehidupan setiap kita anak-anak Tuhan, kelahiran-Nya juga harus menjadi kabar baik untuk semua. Kehidupan kita harus memberitakan anugerah karya  keselamatan dan kebaikan yang Kristus kerjakan. Perkataan dan perbuatan kita harus membawa sukacita dan damai sejahtera serta memuliakan nama Tuhan. Karena itu kita semua harus memberitakan kabar baik, misalnya melalui pemberitaan Injil, berkata jujur dan benar, serta berkata-kata yang memberkati dan menguatkan sesama.

Di era komunikasi dan internet ini, media sosial merupakan media dimana setiap orang bebas mengemukakan pendapatnya. Setiap orang dapat bersosialisasi tanpa bertatap muka atau terungkap identitasnya. Media sosial seringkali digunakan untuk menyebarkan hoax dan tidak benar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya adalah mudah terjadi perpecahan, saling menyalahkan dan tidak ada rasa percaya seorang akan yang lain. Terjadi perpecahan di masyarakat, kecurigaan di lingkungan kerja, dan hilangnya komunikasi di keluarga.

Mari berhenti untuk memberitakan kabar hoax maupun kabar tidak benar, dan mulailah memberitakan kabar baik di mana pun kita berada. Seperti kabar yang diberitakan malaikat kepada para gembalayang menjadi kesukaan besar, demikian juga kabar yang diberitakan  melalui kehidupan kita harus menjadi kesukaan besar bagi semua. Sebagai pelayan Tuhan kita harus memberitakan kebenaran dan menghidupi kebenaran yang kita beritakan, agar nama Tuhan yang dipermuliakan. Selamat Hari Natal 2018 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2019, Tuhan Yesus Memberkati.  [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *