Jangan Ganggu Jokowi Bangun Papua

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam melalui diskusi kebangsaan dengan tema “PapuaMembara ! Ada Apa Dengan Papua ?.” meminta kepada elit-elit politik nasional untuk tidak mengeluarkan statement-statement yang dapat memperkeruh suasana di dalam arena konflik. “Seharusnya, mereka mengeluarkan statement yang bermartabat dan berintelektual sehingga mampu menyelesaikan persoalan-persoalan Papua demiNKRI,” imbuhnya. Hadir sebagai pembicara selain Hendrik Yance Udam (HYU) Ketua Umum DPN Gercin-NKRI adalah Aznil Tan seorang Aktifis 98 di Benhil JakartaPusat, Jum’at Sore, (14/12/2018). Disaat Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan akbar, Pemilu 2019 tiba-tiba publik dikejutkan oleh peristiwa tragis pembantaian pekerja Trans Papua di Kabupaten Nduga Provinsi Papua yangdilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) beberapa waktu lalu.

Menurut Hendrik Yance Udam, Ketua umum DPN Gercin-NKRI (Tokoh Papua) bahwa masalah itu seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat hukum dalam menyelesaikan persoalan-persoalan secara bermartabat dan intelektual serta mencari solusi strategis untuk persoalan – persoalan papua. Hendrik berharap kepada PanglimaTNI dan Kapolri dalam melakukan pendekatan-pendekatan kepada KKB agar melakukandengan cara-cara yang humanis, bukan dengan cara kekerasan, karena KKB berlindung pada warga sipil, khawatirnya TNI/Polri dengan kekuatannya yang besar melakukan penyisiran dan mereka (KKB) bersembunyi dibalik masyarakat yangnantinya bisa menjadi isu nasional maupun internasional bahwa TNI/ Polri dianggap melanggar HAM.

Lanjut Hendrik, KKB) adalah pasukan sipil bersenjata yang bermotif ideologi kemerdekaan sehingga TNI/Polri haruslah berhati-hati dalam menyelesaikan persoalan-persoalan itu. ”Kompleksitas tersebut semakin parah, karena saya menduga ada ‘pesan-pesan sponsor’ dari pihak luar negeri, karena di tahun 2019 ini adalah tahun politik, dan setiap elemen-elemen politik pasti mempunyai ‘kepentingan’. Oleh sebab itu saya meminta kepada elit – elit politik nasional jangan hanya karena ingin menjadi presiden, lalu kita korbankan tanah Papua lepas dari NKRI. Itu berarti mengkhianati perjuangan bangsa kita, mengkhianati para pendahulu-pendahulu yang telah berjuang banyak untuk bangsa ini,” tegas Hendrik.

Hendrik menyebutkan tanah Papua sudah diperhatikan luar biasa oleh Bapak Jokowi, yang sudah membangun tanah Papua, biarkan beliau membangun tanah Papua, jangan ganggu Jokowi bangun Papua, biarlah kita terus bersama-sama menjaga Indonesia di bumi ini. [RA]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *