Dies Natalis ke-33 STT IKAT, Momen Peneguh Komitmen Dalam Melayani

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu – Hari ini, 12 Februari 2019, tepat tiga puluh tiga tahun Sekolah Tinggi Teologia “IKAT” (STT “IKAT”) ambil bagian dalam pelayanan dan pengembangan ilmu teologi maupun pendidikan Kristen di Indonesia. Di hari yang diberkati ini pula, STT “IKAT” mengadakan ibadah syukur atas 33 tahun penyertaan Tuhan dalam pelayanan misi yang mereka jalani selama itu. Perayaan Dies Natalis 33 tahun STT “IKAT” dilaksanakan di kampus mereka yang terletak di bilangan Rempoa, Jakarta Selatan, Selasa petang (12/02/2019).

Perayaan Dies Natalis STT “IKAT” dimulai dengan ibadah yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, alumni, maupun mitra pelayanan. Dr. Ruben Nasminasi M.Th, memimpin doa pembukaan. Khotbah kemudian disampaikan oleh Dr. Lasino J.W. Putro M.Th., M.Pd.K. Lasino mengajak untuk membuka perikop yang berkisah tentang “Iman Yang Bekerja Oleh Kasih”, seperti diambil dari kitab Galatia 5, ayat 6b.

Dalam pesan kenabian yang dibawakannya Pdt. Lasino bertutur tentang relasi iman yang bukan sekedar berbicara pada aspek pikiran semata. Namun lebih kepada sebuah langkah yang konkret dan terukur. Seperti halnya yang dilakukan oleh para pendiri STT “IKAT”, di tahun 1986 silam. “Membangun Ikat dari tahun 1986 tadi dengan iman juga,” kata Lasino.

Sementara itu Ketua Panitia Dies Natalis ke-33 STT ‘IKAT’, Dr. Hauw Suhendro Santosa, MA.,Ph.D, mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara Dies Natalis itu. “Saya sangat yakin apa yang dilaksanakan ini tak bisa dilepaskan dari banyak pihak yang mencintai STT ‘IKAT’,” kata Hauw.

Dia juga meminta kepada semua pihak agar turut dalam mendukung upaya pelayanan dan pembangunan yang sedang dijalankan oleh pihak rektorat. “Pembangunan ini masih terus dikerjakan, dukungan dari semua pihak masih kami butuhkan. Mari kita bangun STT IKAT dengan kasih, dengan iman,” katanya.

Di sela-sela perayaan, pihak STT “IKAT” juga memberikan penghargaan kepada sejumlah dosen yang telah menunjukan dedikasi luar biasanya kepada kampus. Satu diantaranya adalah dosen Program Pendidikan Teologi yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Tabloid Rabuni, Grace Lumintang.

Dalam sambutannya Pimpinan STT “IKAT” Pdt. Dr. Jimmy Lumintang M.Th.,MBA, berkata kehadiran “IKAT” hanyalah sebuah lilin kecil di dunia pendidikan Indonesia. Namun, lilin yang dimaksud berkeinginan untuk menghadirkan terang di tengah anak bangsa, khsusunya yang ada di pelosok nusantara. “STT ‘IKAT’ ini hanya 1 lilin yang kecil, yang dipercaya untuk menyatakan karya-karya Tuhan, yang mencoba mengangkat harkat dan martabat bangsa,” ujar Jimmy.

Jimmy juga sempat berkisah seputar ide perjuangan “IKAT” yang dimulai sejak tahun 1984. Meski di dalam perjalanannya sempat berpindah-pindah lokasi kampus, pada akhirnya berkat kemurahan Tuhan pula para mahasiswa dapat menikmati kegiatan perkuliahan di gedung permanen mereka yang terletak di Rempoa, saat ini. Semua itu, lanjut Jimmy, adalah bagian dari misi untuk ikut serta membangun bangsa. “STT ‘IKAT’ ini mencoba terus menerus melakukan karya di tengah kekurangan dan keterbatasannya, mencoba untuk mengambil bagian untuk membangun bangsa,” katanya lebih lanjut.

Rangkaian Dies Natalis ke-33 STT “IKAT” dimulai sejak 10 Februari lalu. Kegiatan dibuka dengan penyelenggaraan Kejuaraan Futsal antar STT se-Jakarta. Kegiatan Dies NatalisĀ  juga diisi dengan Seminar Nasional yang menghadirkan Waka Densus Anti Teror MABES POLRI Brigjen Pol. Martinus Hukom, dan aktivis kesetaraan gender Pdt. Sylvana Apituley, pada 11 Februari kemarin. Penutupan perayaan Dies Natalis STT “IKAT” sendiri akan dilaksanakan esok hari (13/02/2019), dengan prosesi Sidang Senat Wisuda. [RP]

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *