PEWARNA Sambangi Pesantren Al-Zaytun, Indramayu

Ayo Bagikan:

Indramayu, majalahgaharu.com – Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) terkemuka yang terletak di kawasan Indramayu, Jawa Barat, Al-Zaytun. Kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono, dan diterima langsung oleh perwakilan Pengurus Pondok Pesantren Al-Zaytun, yakni Rukyal Basri dan Latif Wahyu Haryono, di Wisma Tamu Al-Islah, Komplek Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (27/02/2019).

Saat menerima delegasi PEWARNA, Rukyal dan Latif membuka perbincangan seputar ide-ide dalam menjaga perdamaian dan keberagaman yang memang selama ini menjadi concern dari Ponpes Al-Zaytun. Ide itu pula, lanjutnya,  seperti yang selama ini dipopulerkan oleh Syaykh Abdussalam Panji Gumilang, sang pendiri Ponpes. “Ada banyak pendeta yang datang ke sini, kebetulan juga tempat kami beberapa kali pernah digunakan untuk penyelenggaraan perayaan Natal. Jadi sewaktu bapak masuk di gerbang kami tadi terdapat prasasti yang tertulis ‘Al Zaytun Pusat Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian’,” jelas Latif.

Di tengah perbincangan Sekretaris Ponpes Al-Zaytun, Abdul Halim, menyempatkan diri untuk menemui awak PEWARNA Indonesia. Halim menjelaskan sekilas  kiprah Al-Zaytun yang diresmikan sejak tahun 1999. “Kita mulai membangun gedung ini pada tahun 1996. Lalu pada tahun 1999 barulah jadi satu asrama dan 1 unit gedung pembelajaran. Lalu saat ini kami sudah memiliki 10 gedung asrama dan 10 gedung pembelajaran,” jelasnya.

Dalam menjalankan sistem pendidikannya, jelas Halim, Al Zaytun memadukan sistem pendidikan berbasis tradisional maupun kontemporer. Hal itu dilakukan, tambahnya, untuk membangun wawasan berpikir para santri yang modern sekaligus ikut menguatkan akar pemikiran tradisional yang bertumpu kepada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. “Tradisional dan kontemporer dipadukan secara berimbang,” ujar Halim.

Kunjungan delegasi PEWARNA Indonesia ke Pondok Pesantren Al-Zaytun juga dilakukan dalam rangka pemberian Apresiasi PEWARNA Indonesia (API) kepada lembaga pendidikan ini, yang akan diselenggarakan pada 29 Maret 2019 mendatang, di Kota Bandung. PEWARNA Indonesia menilai Pondok Pesantren ini telah memberikan dampak positif yang nyata di tengah masyarakat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan nilai keberagaman dan perdamaian, di dalam bingkai Pancasila.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *