Prof  Dr Thomas Pentury: Urgensi dan Penting Pendidikan Karakter

Ayo Bagikan:

Jakarta majalahgaharu.com –  Dewasa ini ada 380 STT yang terdaftar di kementerian agama, namun pertanyaan nanti setelah lulus mau kemana? Ini perlu dijawab Perguruan Tinggi Teologia.

Demikian  disampaikan Prof Dr Thomas Pentury  pada Konferensi Nasional Ekumene  diselenggarakan STT Ekumene dengan tema: Peran Perguruan Tinggi Kristen bagi Masyarakat melalui gereja, sekolah dan organisasi berlangsung selama dua hari Kamis/Jumat (28/2-1/3) di Mall Artha Gading Lantai 3, Kelapa Gading.

Adapun para pembicara yang ditampilkan adalah Prof Dr Thomas Pentury, Dr Erastus Sabdono dan Prof Dr Sunding Panja MSi, MA. Konferensi ini diikuti sekitar 250 orang dari kalangan mahasiswa STT Ekumene, teolog dan tamu undangan.

Pada sesi pertama, Kamis (28/2) tampil sebagai pembicara Dirjen Bimas Kristen Prof Dr Thomas Pentury membawakan tema: Implementasi Pendidikan Karakter pada Perguruan Tinggi Teologia. Dalam perjalanan hidup berbangsa dan bernegara di Repblik Indonesia ini, pendidikan karakter sebagai pilar kebangkitan bangsa.

“Dewasa ini ada 380 STT yang terdaftar di kementerian agama, namun pertanyaan nanti setelah lulus mau kemana? Ini perlu dijawab Ketua STT Ekumene atau Dewan Kurator,” tegas Thomas Pentury.

Dipaparkan mantan Rektor Universitas Pattimura ini, bahwa ada tiga dasar pendirian Perguruan Tinggi Teologia yaitu pertama; membangun pengetahuan, kedua; membangun ketrampilan dan terakhir membangun prilaku.

“Dari tiga hal di atas, hanya satu yang tidak bisa digantikan karena perkembangan Revelusi Industri 4.0 yakni membangun perilaku,” tuturnya mengingatkan.
Pendidikan karakter di lingkup perguruan tinggi dilaksanakan melalui tridharma perguruan tinggi, budaya, organisasi, kegiatan, mahasiswa dan kegiatan keseharian.

Menurut Thomas Pentury melihat implimentasi ini pada tataran perguruan tinggi keagamaan atau teologi, tentu saja positif bahwa perguruan tinggi teologi akan sangat memberi aksentuasi pada pendidikan karakter.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *