Perayaan Pra Paskah ditandai Dengan Penandatangan Prasasti

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com Lembaga Paskah Nasional menggelar perayaan Pra Paskah di GPIB IManuel,  Pdt Shepart Supit dalam kata sambutannya mengatakan dalam menjalani masa-masa sengsara Yesus maka diselenggarakan ibadah Pra Paskah Nasional  Jumat (12/04/2019) di Jakarta. Hadir dalam perayaan Pra Paskah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kesbangpol DKI, Staf Menteri Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dirjen Imigrasi Irjen Ronny Sompie, Dierjend Kementerian agama  Katolik Eusabius Binsasi. Turut hadir juga Ketua Umum PGI Pdt Henriete Lebang, Sekum PGI Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum PGLII Pdt Dr Ronny Mandang beserta jajarannya, Ketua Harian PGPI Pdt Jason B, dan sesepuh gereja Pdt. Emeritus Dr SAE Nababan serta tokoh dan jemaat lainnya.

Pada kesempatan tersebut Menteri Agama dalam sambutannya mengajak semua pihak mengembalikan agama ke esensinya. Agama hakekatnya menyatukan kita, watak agama sesungguhnya melindungi dan mengayomi. Oleh karena itu kalau ada orang-orang tertentu yang mengendalikan atau memamfaatkan agama sehingga membuat kita terpisah-pisah atau tersegregasi maka tugas kita kembali ke esensi agama yaitu yang melindungi kemanusian.

“Agama pada hakekatnya adalah memanusiakan manusia sehingga tinggal dalam kedamaian. Maka pada kesempatan ini saya ucapkam selamat menjalani minggu sengsara dan sekeligus menyongsong perayaan Paskah Nasional 2019 di Poso, Sulawesi Tengah,” katanya Lukman Hakim Saifuddin.

Pada kesempatan itu, Pdt Shepart Supit juga menyatakan bahwa Paskah Nasional 2019 akan diselenggarakan di Poso, Sulteng dengan Ketua Umum Menteri Pendayagunaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Pdt Shepard berujar bahwa Paskah Nasional sudah berlangsung 15 kali. Mulai dari pegunungan Papua, Manado Danau Tondano hingga Danau Toba dan 2019 akan di Danau Poso. Kalau masa lalu ada kesalahan kami mohon maaf, biar ke depan paskah nasional kita secara bersama-sama mendatangkan sukacita. Nanti akan ada acara seminar di Tentena Sulteng dan ada program khusus yakni perempuan pembawa damai, paparnya.

Kata Shepart bahwa melalui acara ini kita meminta dukungan doa agar pelaksanaan Paskah Nasional 2019 berjalan baik. Kebetulan tema diambil dari bahasa Poso yakni Sintuwu Maroso (Barsatu Kita Teguh).

Sebelum acara serah terima Suluh Api Paskah yang diserahkan langsung perwakilan Pemda Samosir (sebagai tuan rumah 2018) kepada Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kemudian diteruskan kepada Pdt Shepart Supit dari Lembaga Paskah Nasional. Selanjutnya diberikan kepada perwakilan pemerintah dan tokoh Poso untuk kemudian dibawa ke Poso. Panitia dalam hal ini ketua Umum Gereja Prostetan Indonesia dan menteri agama menandatangani prasasti paskah disaksikan pimpinan-pimpinan lembaga aras.

Pada kesempatan itu pula perayaan ibadah prapaskah juga diisi paduan suara, tarian dari berbagai gereja dan denominasi serta penampilan menarik dengan melantunkan nyanyian berbahasa Poso oleh anak-anak didik yayasan El Safan.

 

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *