5 Caleg dengan Latar Kewartawanan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com – Apa yang dibutuhkan seseorang ketika dia memutuskan untuk menjadi calon legislatif (caleg) ? Ketika pertanyaan ini dilontarkan kepada para caleg, tentu banyak argumen yang dikemukakan dan dijadikan sebagai alasan. Ada yang menjawab sebagai sosok yang menyuarakan kepentingan rakyat, ada juga yang menyampaikan ingin meningkatkan kesejahteraan, atau ada yang ingin memberdayakan ekonomi kecil dan menengah.

Menarik memang bila kita mendengarkan berbagai alasan, dan semuanya indah untuk kepentingan rakyat atau sebagai representasi konstituen yang memilihnya. Nah, pada kesempatan ini kita mencoba untuk mendeteksi seberapa besar peluang yang dimiliki ‘para caleg’ dengan latar belakang dunia kewartawanan. Sebut saja nama Tigor Mulo Horas Sinaga, Rizal Calvary Marimbo, Hevin kefas Devananda, Efraim Limbong, dan Moshe Dayan

Satu-satunya pintu masuk untuk menjadi caleg ialah melalui partai politik. Umumnya partai politik merekrut caleg sesuai dengan kriteria dan kebutuhan khusus partai tersebut. Tak perlu juga membedah arti ‘kebutuhan khusus’ itu apa saja. Biasanya, integritas dan jejak rekam menjadi pertimbangan utama, meski tiap partai punya kebijakan masing-masing. Tidak selalu harus sama. Diharapkan mau memperjuangkan aspirasi rakyat. Tidak sedikit pula yang dicalonkan karena punya modal sosial dan finansial.

Tigor Mulo Horas Sinaga dari Partai PSI nomor urut 1 untuk Dapil Jakarta III

Meskipun di berbagai kesempatan PSI disebut sebagai partai dengan status ‘tak lolos’ ambang batas, namun bila sebaliknya dan PSI lolos. Maka kesempatan Tigor MH Sinaga menjadi lebih berpeluang untuk duduk sebagai ‘pendatang baru.’

Menarik memang bila kita mendengarkan berbagai alasan, dan semuanya indah untuk kepentingan rakyat atau sebagai representasi konstituen yang memilihnya. Nah, pada kesempatan ini saya mencoba untuk mendeteksi seberapa besar peluang yang dimiliki ‘para caleg’ yang memiliki latar belakang dunia kewartawanan. Sebut saja nama Tigor Mulo Horas Sinaga, Rizal Calvary Marimbo, Hevin kefas Devananda, Efraim Limbong, dan Moshe Dayan

Satu-satunya pintu masuk untuk menjadi caleg ialah melalui partai politik. Umumnya partai politik merekrut caleg sesuai dengan kriteria dan kebutuhan khusus partai tersebut. Tak perlu juga membedah arti ‘kebutuhan khusus’ itu apa saja. Biasanya, integritas dan jejak rekam menjadi pertimbangan utama, meski tiap partai punya kebijakan masing-masing. Tidak selalu harus sama. Diharapkan mau memperjuangkan aspirasi rakyat. Tidak sedikit pula yang dicalonkan karena punya modal sosial dan finansial.

.

Rizal Calvary Marimbo dari Partai PSI nomor urut 1 untuk Dapil Sulsel 3

Selain aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sebagai Kepala Bidang Humas tahun 2008-2018 dan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia sebagai Juru Bicara tahun 2017-2018. Rizal calvary Marimbo pernah bekerja di Berita Satu sebagai Asisten Redaktur tahun 2004-2010 dan di Bosowa sebagai Group Head Corporate Communication tahun 2010-2016. Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri dan Bisnis. Kepeduliannya terhadap Toraja tentu memudahklan langkahnya.

Hevin Kefas Devananda dari Partai Perindo nomor urut 5 untuk Dapil 5 Bogor Tanah Sareal

Dari berbagai kegiatan menemui konstituen, Hevin Kefas selalu mengajak untuk bersatu menegakan kedaulatan suara rakyat menuju Indonesia sejahtera. Keberaniannya tampil dan masuk di Perindo tentu sudah masuk hitungan dan dengan lugas menjadikan Perindo sebagai kendaraannya. Sebagai partai baru, perindo tidak bisa diremehkan begitu saja. Kemampuannya ‘berkibar’ di daerah sebagai bukti untuk memperkuat posisi caleg-calegnya. Pengalaman nya dalam setiap mengadvokasi atau membela kepetingan masyarakat Sering sekali mengalami banyak intimidasi maupun ancaman, akan tetapi setiap Tantangan yang dihadapi tidak membuatnya takut malah semangatnya semakin berkobar dalam membela kepentingan Rakyat dalam menegakan keadilan.

Efrain Limbong dari Partai PDI-P nomor urut 3 untuk Dapil Palu Timur-Mantikulore

Belajar pada orang yang pernah berhasil, adalah pengalaman hidup yang berarti. Karena hidup adalah perjuangan dan jadilah pemenang, demikian salah satu status di medsos Efrain. Selain memiliki kepedulian yang tinggi terhadap berbagai aktifitas masyarakat, nama Efrain sudah cukup di kenal, pun jejak rekamnya dianggap mumpuni bagi masyarakat Palu.

Moshe Dayan dari Partai Perindo nomor urut 6 DPRD DKI Jakarta untuk Dapil 6

Kemiripan namanya dengan tokoh politisi Israel mungkin saja dapat membuahkan hasil yang baik. Moshe sebelumnya sudah cukup lama berkecimpung di politik, tetapi hijrahnya ke partai Perindo menjadikannya siap tempur untuk melaju bersama Perindo. “Melalui bidang politik saya bisa melayani masyarakat dengan lebih baik lagi dan lebih leluasa. Karena saya memahami betul berbagai persoalan kehidupan Masyarakat. Bukan hanya memahami, saya juga memiliki berbagai cara yang efektif dan tepat agar masyarakat bisa mendapatkan jalan keluar dari segala beban kehidupan yang membelenggu mereka”, ujarnya bijak.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *