Menjawab Polemik Penganugerahan Gelar Profesor Pdt Jacob Nahuway

Ayo Bagikan:

Beberapa hari ini berita akan diberikannya gelar professor kepada  Pdt Dr. Jacob Nahuway begitu santer. Pemantiknya karena beredar flayer yang mengundang Jemaat GBI Mawar Saron Pusat dan cabang-cabang Se-Jabodetabek dan siapapun yang mengenal pelayanan Pdt. Dr Jacob Nahuway, MA untuk hadir dalam acara Penganugerahan gelar  Profesor (Guru Besar) oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan, Inspektur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr. Thomas Pentury, M. Si.

Penganugerahan itu sendiri akan berlangsung tanggal 17 Agustus 2019,pukul 10.00 WIb bertempat di GBI Jemaat Mawar saron Kelapa gading. Gegara inilah kemudian berita ini makin viral karena diunggah baik di group-group facebook maupun whatsapp beredar luas. Menarik dan menjadi bahan pergungjingan ketika dalam, flayer yang memberikan gelar professor itu dari Dirjend Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si.

Terkait dengan berbagai pertanyaan, tentang kapasitas dirjen Bimas Kristen menganugerahi gelar professor, inilah yang menjadi berita viral dan menjadi perbincangan hangat.  Pdt Jason Balompapueng Ketua Harian PGPI yang sekaligus gembala GBI di kawasan Kelapa Gading ini, ketika ditanyakan akan diberikan anugerah Profesor kepada Pdt Dr. Jacob Nahuway berujar, “Berita tentang pemberian anugrah Profesor Pdt. Dr Jacob Nahuway itu benar. Tetapi bukan dari dirjen Bimas Kristen seperti yang tertulis di flayer yang beredar. Penganugerahan gelar professor ke Pak Jacob sudah melalui pengusulan dari STT Mawar Saron yang didirikannya”, terangnya tegas.

Malah sekarang kata Jason, sudah didatangi  Assessor dari Universitas Patimura (UPATI) dan hasilnya sangat baik. Artinya mekanismenya tentang penganugerahan gelar professor pdt. Jacob Nahuway itu sudah dilakukan, yakni diusulkan dari STT Mawar Saron dan pihak asesessor Upati yang mengujinya.

Kemudian persoalan ramai di medsos yang tertera dalam flayer kalau penganugerahan Profesor itu oleh Dirjen Bimas Kristen itu tidak benar dan ini dikuatkan pernyataan dirjend ketika dikonfirmasi melalui WA bahwa berita itu hoax  terkait dirjend yang akan memberikan anugerah professor kepada pendeta Jacob Nahuway.

Lebih lanjut Jason melihat bahwa sesungguhnya untuk pemberian gelar  professor kepada pendeta Dr. Jacob Nahuway itu sudah sangat layak. Dilihat dari karya-karyanya yang sudah dikerjakan selama ini. Misalnya sebagai perintis dan gereja Mawar Saron, menjadi ketua Sinode GBI dua periode dan saat ini menjadi Ketua Umum PGPI juga dua kali, tentu ini prestasi tersendiri yang rasanya tak mudah semua orang memperolehnya .

Banyak sudah karya Pdt Jacob perbuat termasuk di dalamnya mendirikan Gereja besar GBI Mawar Saron, sekolah tinggi teologia Mawar Saron dll. Itu baru secara fisik saja, belum lagi pemikiran-pemikiran Pdt Jacob yang cukup banyak. Seharusnya dengan apa yang diterima oleh Pdt Jacob sebagai sesama umat Kristen patut bangga, bagaimanapun inilah prestasi yang diraih oleh anak-anak Tuhan.

Untuk itu Jason berharap agar saling mendukung, jangan justru menjadi polemic bahkan saling membuly. Kalau ini yang terjadi sangat memprihatinkan, apalagi kalau yang mempermasalah datang dari satu sinode tegasnya menyanyangkan.

Sesuai dengan Permendikbud No 40 tahun 2012 ada dua pasal, di mana  Pasal 1(1)Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat sebagai dosen tidak tetap dalam jabatan akademik tertentu pada perguruan tinggi. (2) Pengangkatan seseorang sebagai dosen tidak tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh perguruan tinggi masing-masing setelah mendapat persetujuan Senat. Kemudian pasal 2 Menteri dapat menetapkan seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa untuk diangkat sebagai profesor/guru besar tidak tetap pada perguruan tinggi berdasarkan pertimbangan Direktur jendral Pendidikan Tinggi. JM

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *