Prof Andi Hamzah Harus Menarik Pernyataan Bahwa Orang Kristen Paling Toleran Terhadap Kumpul Kebo

Ayo Bagikan:

Jakarta Majalahgaharu.com Pernyataan Prof Andi Hamzah dalam program ILC besutan Karni Ilyas menimbulkan  keresahan ditengah-tengah masyarakat dan bukan tidak mungkin akan muncul kecurigaan sebagai sesama anak bangsa, khususnya Suku Minahasa/Manado dan umat Kristen. Prof Hamzah saat menjadi narasumber ILC Selasa 24/9/19 yang menyatakan bahwa Orang Minahasa atau Manado paling toleran terhadap tindakan kumpul kebo.

Bahkan bukan itu saja tetapi Prof Andi Hamzah malah menuduh orang Kristen juga toleran terhadap tindakan kumpul kebo, makanya kalau RKUHP itu diterapkan orang Minahasa yang paling cemas. Menanggapi pernyataan yang menyudutkan orang Minahasa dan umat Kristen. Christian Wacth yang dikomadani Ps. Jhosua Tewuh, menggelar komprensi pers, Rabu 25/9/19 di kawasan Kalibata City Jakarta Selatan.

Ps Jhosua Tewuh didampingi, Richardo Putra Saragih, sekum Christian Watch, Tonny Purba bidang Hukum dan Pdt. Charles Simamora. Dalam pernyataan Prof Andi Hamzah pakar hukum pidana dalam tayangan di ILC yang mengatakan bahwa orang Minahasa ataupun umat Kristen toleran terhadap kumpul kebo itu sangat melukai dan mencemarkan kami baik sebagai tokoh Kristen yang sekaligus sebagai orang Minahasa.

Prof Andi Hamzah dalam paparannya yang mengutip Prof Haserin, dan juga pengalamannya sebagai  jaksa di Minahasa bahwa Manado banyak kumpul kebo. Pernyataan Prof Andi Hamzah ini sangat melecehkan dan memberi citra buruk kepada orang Manado serta orang Kristen. Christian Watch sangat keberatan dengan  pernyataan tersebut . Apalagi selevel Prof Andi harusnya sudah memilki tingkat kemampuan akademisi yang tinggi, tetapi sayang bagaimana seorang yang berpendidikan tetapi tidak punya rambu-rambu dalam berbicara di depan publik yang disiarkan secara langsung.

“Pernyataan seperti ini akan menimbulkan perpecahan sebagai sesama anak bangsa, saya sudah banyak ditelepon dari anak-anak Manguni, menanyakan  bagaimana sikap kami di Jakarta dan juga teman-teman pendeta, akhirnya kami memutuskan membuat pernyataan sikap di public ini”, ujarnya.

Dua kali Prof menyatakan pendapatnya tentang adanya toleran terhadap tindakan kumpul kebo bagi orang Manado, pertama saat di wawancarai TV One dan yang kedua saat menjadi narasumber dalam acara ILC.

“Saya mempertanyakan apakah Prof Andi bicara sudah berdasarkan riset ilmiah? Apakah kumpul kebo melebih dari daerah lain misalnya Jakarta? Jelas pernyataan Prof ini sangat mendiskriditkan orang Manado. Saya keberatan prof dan meminta untuk segera mencabut pernyataan itu dan meminta maaf” , tukas Ps Tewuh serius.

Ditengah Presiden Jokowi sedang giat mengajak persatuan, toleransi dan menjaga keberagaman sebagai spirit kebangsaan , seharusnya tidak ada yang mengeluarkan pernyataan yang mendiskriditkan baik suku, agama dan golongan.

Pernyataan ini terang PS. Jhosua kalau tak segera ditanggapi sangat mungkin untuk menempuh jalur hukum. Demikian pula dengan stasiun televise yang menayangkan kami akan meminta hak jawab untuk mengkalrifikasi pernyataan narasumbernya tersebut. Karena sebagai media harus menjunjung tinggi kode etik dan melarang akan perbuatan SARA.

Kegelisahan yang dirasakan Ps Jhosua Tewuh juga dirasakan Richardo Putra Saragih, SH demikian pula dengan Pdt. Charles Simamora. Harusnya masing-masing kita menjaga persatuan dan kesatuan , jangan sampai terulang lagi pernyataan-pernyataan yang menyudutkan kelompok lain, dalam hal ini umat Kristen dan orang Manado.

PS. Jhosua Tewuh lantang mengatakan bahwa umat Kristenlah yang paling tinggi menjaga moralitas, jangankan kumpul kebo, Tuhan Yesus dalam sabdanya malah mengatakan siapa yang melihat wanita lalu muncul birahi dalam hatinya itu sudah berzinah.

Maka kalau ada pernyataan seperti apa yang diungkapkan oleh Prof Andi Hamzah itu sangat melukai perasaan umat Kristen. Segera minta maaf agar masalah ini tak berkembang lebih jauh.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *