UPH Gelar Thanksgiving Concert Memperingati Dies Natalis 25 Tahun

Ayo Bagikan:

Tangerang, majalahgaharu.com Memperingati Dies Natalis 25 tahun Universitas Pelita Harapan (UPH), Concervatory of Music (CoM)  menggelar ‘Thanksgiving Concert’ sebuah penampilan kolaboratif kreatif dari dosen, mahasiswa, dan alumni CoM UPH. Konser berdurasi dua jam ini berlangsung pada 26 September 2019, di Grand Chapel, kampus UPH Karawaci, Tangerang, disaksikan hampir 2000 penonton dari staf, dosen, mahasiswa, alumni, dan undangan dari berbagai institusi.

Tema konser ini diambil dari tema Dies Natalis 25th UPH, ‘Grace Upon Grace’, dari Injil Yohanes 1:16, yang merupakan ungkapan syukur atas kasih karunia Tuhan yang sudah menyertai UPH hingga saat ini. Tema ini ditampilkan dalam rangkaian 10 lagu yang dibawakan oleh 75 musisi dan penyanyi, diantaranya UPH Choir dan UPH Symphony Orchestra, Foxcom Femme Acapella, dan para solis diantaranya Abraham Ewaldo – Mahasiswa  CoM UPH, Finalis The Voice Indonesia Season 3, Prof. Adrianus Mooy – Senior Advisor UPH, Prof. Manlian Ronald A Simanjuntak – Guru Besar Manajemen Konstruksi UPH, Ridolf Hehanussa, dan Josephine Polim, B.Mus., M.Mus – dosen Conservatory of Music UPH.  Beberapa lagu yang dinyanyikan, All Creatures of Our God and King, Amazing Grace, Grace Alone, Thankful, Alleluia, dan To God Be The Glory. Turut tampil master gitar Indonesia, yang juga dosen Conservatory of Music UPH, Benny M. Tanto, M.Mus.

Dr. (HC) James T. Riady, Founder UPH, pada kesempatan ini mengambil waktu untuk mengenang napak tilas institusi ini, yang benar-benar dibangun atas dasar iman dan keberanian.

“Kita tidak punya banyak pengetahuan dalam bidang pendidikan dulu ketika mulai,” kenangnya. “Tapi kita tetap kukuh untuk membuka universitas ini, karena kami tidak menemukan adanya model universitas Kristen yang baik. Dengan bermodalkan iman dan anugerah dari Tuhan, 25 tahun kemudian UPH telah dikenal di jajaran universitas swasta di Indonesia dan sampai ke luar negeri. UPH telah mencetak sekitar 34.000 alumni, memiliki mahasiswa yang datang dari 22 negara di seluruh dunia, memiliki 1187 tenaga pengajar, serta  telah berkontribusi besar pada perkembangan bangsa dan negara,” paparnya.

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James T. Riady (tengah) bersama dengan Senior Advisor Universitas Pelita Harapan Adrianus Mooy (keempat dari kiri) dan Niel Nielson (kedua dari kanan), Rektor UPH Dr (Hon) Jonathan L. Parapak (keempat dari kanan), Senior Assistant for Rector UPH Budi T. Yuwono (kanan), Wakil Rektor Bidang Akademik UPH Gunawaty Tjioe (ketiga dari kiri), Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Hana Herawati (kedua dari kiri) potong kue ulang tahun saat Perayaan Dies Natalis Ke – 25 UPH di Grand Chapel UPH, Lippo Village, Karawaci, Kamis 26 September 2019. Perayaan ini dimeriahkan musik orkestra dan paduan suara UPH.

Keunikan pembelajaran di UPH salah satunya terletak pada penekanan pendidikan holistis. James T. Riady sendiri menyatakan bahwa pendidikan komprehensif sudah menjadi goal  UPH sejak masa rintisan.

“Kita ingin membuat universitas yang komprehensif dan holistis, yang berarti kita mentransformasi mahasiswa melalui pembelajaran yang terintegrasi, misalnya bagaimana pendidikan spiritual terintegrasi dalam tiap bidang kuliah,” jelasnya.

Ke depannya, UPH akan terus menggarap pendidikan holistis ini. Pembelajaran di UPH sangat menekankan pada praktek nyata. Hal ini berarti mahasiswa memiliki kesempatan yang banyak untuk langsung menggunakan ilmu mereka bukan hanya di dunia kerja, tetapi juga melalui kontribusi bagi masyarakat. Melalui program pengabdian masyarakat, mahasiswa menjangkau kebutuhan masyarakat dalam berbagai bidang: mahasiswa arsitektur dapat membantu membangun desa, mahasiswa bioteknologi memberi pelatihan tentang pengolahan makanan, dan masih banyak bidang lain yang dapat dijangkau melalui prinsip pendidikan holistis ini. UPH juga akan terus memperhalus integrasi antara pembelajaran di kelas dan luar kelas melalui pengubahan struktur kurikulum, agar tidak ada lagi aktivitas co-curricular (praktek) yang dianggap lebih tidak penting daripada pembelajaran kelas. Setiap kegiatan dan program di UPH saling terintegrasi dan sama-sama dibutuhkan untuk membentuk individu sesuai goal UPH, yaitu individu yang ditransformasi secara holistis, mencakup pengetahuan, iman, dan karakter.

Harapan untuk terus menjadi berkat bagi Pendidikan di Indonesia dan pembangunan Indonesia, disampaikan Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak.

“Dalam 25 tahun UPH, dari 8 program studi sekarang sudah memiliki 68 program studi. Kampus UPH ada ada di empat kota, Lippo Village, Jakarta, Surabaya dan Medan. Lulusan UPH berkontribusi di berbagai bidang dan tersebar di seluruh Nusantara sampai ke luar negeri. Guru-guru yang dihasilkan misalnya sampai ke Nias, Sangir, Papua, telah meningkatkan kualitas pendidikan. Begitu juga di bidang keperawatan dan kesehatan. Kami harapkan alumni UPH ikut dalam pembangunan manusia Indonesia,” tutup rektor.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *