ITL Trisaksi Gelar Seminar Melatih Mahasiswa Memiliki Rasa Percaya Diri

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com-Institut transportasi dan logistik Trisakti gelar seminar sehari dengan tema how to a good news presenter, dengan pemateri persenter MNCTV Aprilia Putri, Kamis 21/11/19 di aula Kampus Trisakti lantai 7, Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Seminar public Speaking antara Institute Transportasi dan Logistik Trisakti bekerjasama dengan MNC Peduli dipandu Natanael dan Cesar. Menurut Juliata Simarmata Rektor 4 yang memberikan kata sambutan dalam seminar tersebut menegaskan bahwa publik speaking ini sangat dibutuhkan bagaimana menjadi presenter yang baik.

Artinya ketika mahasiswa diberikan pemahaman tentang public speaking, paling tidak bagi para mahasiswi ITL Trisakti ini ketika turun dilapangan mampu memberikan informasi yang benar tentang apa yang digelutinya.

Juliata Simarmata juga menyapa welcome to campus untuk kerja samanya sapanya kepada tim MNC Peduli yang datang memberikan materi. Lebih lanjut acara public speaking, tidak hanya ada di kampus saja tetapi diharapkan bisa juga turun ke bawah untuk melakukan kegiatan ke tempat-tempat di tengah tengah masyakat, di mana mereka nanti bekerja.

Menurut Juliata kerjasama sama dengan MNC sudah dua atau tiga kali selanjutnya kerjasama ini diharapkan terus berlanjut. Kembali pada tujuan dari seminar ini terang Juliata, untuk mengajar agar punya confinden atau percaya diri bagi mahasiswa.

Dengan kepercayaan diri yang dimiliki oleh para mahasiswa tersebut diharapkan  mampu memberikan reporting terhadap apa yang dilihat dan dialami. Untuk itu Juliata mengajak para mahasiswa untuk mengikuti dan memahami seminar ini sehingga memiliki kepercayaan diri.

Sementara Tengku Hafid Ridwansyah wakil dari pada MNC Peduli, merasa senang sekali dengan kerjasama seperti ini, di mana acara ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Sehingga para mahasiswa yang mendapatkan bekal ini, mampu bersaing dengan lainnya.

Tengku Hafid yang juga alumni Trisakti ini, berharap inilah yang bisa dilakukan sebagai bentuk kontrobusi kepada masyarakat konteknya saat ini kepada mahasiswa ITL Triksakti di tempat ini.

Selain itu Tengku juga mempresentasikan program atau kegiatan MNC yang di mana ada sekitar 101 perusahaan di bawah MNC, jadi bukan saja bergerak di bidang media tetapi juga bidang-bidang usaha lainnya seperti perbankkan, asuransi, perhotelan dan masih banyak lagi, sedangkan dari semua CSR perusahaan-perusahaan tersebut di salurkan melalui MNC Peduli, di mana dalam salah satu kegiatannya antaranya memberikan seminar, serta pelatihan public speaking seperti saat ini.

Melalui apa yang dikerjakan MNC Peduli ini generasi milenial harus bisa menciptakan ide ide yang segar dan inovatif, terutama Tengku juga menyisipkan ajakan untuk semua alumni Trisakti mampu bersaing jangan hanya jadi penonton tapi juga menjadi pelaku pelaku.

“Bagi saya kegiatan belajar itu penting tetapi akan lebih penting mampu berbuat baik untuk sesama”, terangnya.

Selama Ada Passion Pasti Jalan Terbuka

Sementara Aprilia Putri pematari siang itu mengawali dengan kisah perjalanannya yang memulai karirnya saat usia 19 tahun, masih semester dua. Tentang keberaniannya, menjajal dunia presenter semata karena percaya diri, hal itu diperoleh dari berbagai lomba puisi ataupun pidato yang diikutinya.

“Percaya diri itu tidak susah selama mau”, ajaknya.

Menurutnya, speaker yang baik ada tiga, pertama Orational speaker seperti politikus atau pejabat daerah. Semisal Obama. Ellen, Ferey Meliana. Kedua, educational speaker seperti guru ataupun dosen, Ketiga, motivational speaker, seperti para motivator, tukasnya.

Aprilia yakin ketika orang memiliki percaya diri banyak peluang kerja, makanya harus meyakinkan.

Sedangkan untuk memulai bebicara, harus mengetahui umur siapa yang harus diajak bicara atau latar belakang yang diajak berbicara. Kemudian mengenai Vocal tone and pronunciation dan juga gestur and facial expression publik speaker yang baik harus menyembunyikan apa yang dialami dalam masalah pribadinya. Kemudian juga attude dan knowledge memilih lawan bicara.

Masalah yang dimiliki mahasiswa banyak pengetahuan dan kemampuan tetapi sedikit yang mampu menyampaikan. Publik speaking harus juga banyak membaca dan mendengar dan yang utama kalau banyak orang harus menyakinkan. Untuk berani menjadi jurnalis harus berani dan juga menguasai tiga hal sosial politik dan hukum ekonomi.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *