MUKI Merajut Kebersamaan dalam Membangun Indonesia Sejahtera dan Berkepribadian

Ayo Bagikan:

Bandung, majalahgaharu.com-Gedung Sate, Pusat Pemerintahan Jawa Barat, gedung yang Megah,Indah nan sejuk . Sekaligus ikon kebanggaam masyarakat Bandung waktu itu 30 Nopember 2019 tepatnya di Aula Barat yang terletak di jalan Diponegoro , menjadi yang pertama dan bersejarah di mana Umat Kristen bisa menggunakannya untuk beribadah, ini semua tak lepas dari kepemimpinan Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil yang memang pantas dijuluki sebagai bapak toleransi, sehingga mempersilahkan semua lapisan masyarakat untuk dapat menggunakan area Gedung Sate, termasuk umat Kristen.

Di tempat itulah Majelis Umat Kristen Indonesia “(MUKI) melantik kepengurusan Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD)Propinsi Jawa Barat Sabtu 30/11/19  dengan tema “Merajut Kebersamaan Dalam Rangka Membangun Indonesia Yang Sejahtera dan Berkepribadian”

Hadir dalam acara tersebut Kabimas Kristen Jawa Barat Rosminda Sirait, Perwakilan Pemerintah Jawa Barat Ibu Ida Rosida serta perwakilan pemerintah lainnya.  Acara yang diawali dengan pembekalan singkat, serta Ibadah memberi semangat bagi hadirin untuk tetap dapat berkarya memberi dampak nyata bagi sesame, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Djasarmen Purba selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUKI ,  mengatakan bahwa kehadiran MUKI bukan untuk mengambil alih peran dan tugas Gereja melainkan MUKI akan mengerjakan hal- hal yang tidak bisa dilakukan oleh Gereja, bisa lebih mendatangkan manfaat, membawa kesejukan serta solusi, maka itu MUKI siap bekerja sama dengan lembaga /Aras Gereja yang telah ada.

Lebih lanjut mantan anggota senator Kepulauan Riau ini menegaskan MUKI sudah ada di 31 Propinsi , seyogyanya MUKI harus bisa bekerja sama dengan Pemerintah, menjalin koordinasi sesama saudara seiman, dengan sesame umat agama lain dan bangsa , yang kini sedangan menghadapi tantangan besar seperti Radikalisme, Teroris dan Intoleransi.

Sedangkan Pdt Joice Ester Raranta, M.Th  Wasekjen DPP MUKI, memberi pembekalan nya, mengapa ada MUKI, karena sangat dibutuhkan oleh gereja dan umat Kristen
Joice kemudian menceritakan apa saja yang bisa dilakukan MUKI pertama,  melakukan yang tidak bisa dilakukan oleh gereja, contohnya pergerakan massa. Kedua, Menyalurkan aspirasi anggota umat/anggota contohnya RUU Pesantren,KPK dll. Ketiga, Memperjuangkan kepentingan umat contohnya intoleransi.

Lalu siapa yang mendirikan MUKI antara perorangan dari berbagai latar belakang gereja, profesi dan strata sosial.
MUKI sendiri sebagai organisasi masa terang Joice sudah memiliki Badan Hukum yang tercatat di  Akta Notaris Hasil Munas tahun 2016, Kemenhukham, Kemendagri, AD/ART dan Peraturan Organisasi sudah ada 8 dari sekitar 15 yg dibutuhkan.

Kemudian bicara visi misi MUKI serta Kemitraan yang dibangun dengan Aras Gereja: PGI, PGLII, PGPI Adven, Ortodok, Bala Keselamatan. PGI telah bermitra dan hadir di kegiatan PGI yaitu, MPL PGI Palopo 2018, Bogor 2019, Sumba 2019 dan Sidang Raya Sumba 2019. KGM Manado 2018, SAA Salatiga 2019. Kerjasama MoU dengan PGI rencana untuk publikasi ditandatangani bulan Januari 2020.

Agar kerja sama dengan aras, sinode dan lain sebagainya maka kesepakatan dengan aras, MUKI tidak melakukan kegiatan yang sudah dilakukan gereja. Sementara sebagai mitra Pemerintah, MUKi sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan DPD dan Lembaga Pemerintah Tahun 2016, RDP dengan DPR Tahun 2015. Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah. Kerjasama dengan lembaga dan lintas agama: STT Paulus, STT Setia, Sinode Gereja, Yayasan dan Lintas Agama.

Kemitraan Politik. kader MUKI untuk mengambil bagian dalam partai politik sesuai dengan pilihan masing-masing.
Menjawab beberapa pertanyaan tentang sikap MUKI dalam kaitannya dengan partai politik adalah sebagai berikut:
1. Tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.
2. Tidak berubah menjadi partai politik.
3. Tidak membentuk partai politik.
4. Tidak ikut politik praktis dan tidak akan berubah menjadi partai politik.

Sekalipun demikian  MUKI Mendukung semua kader MUKI untuk mengambil bagian dalam partai politik sesuai dengan pilihan masing-masing.

Dalam acara pelantikan dan pembekalan anggota MUKI DPD Jawa Barat Ketua DPW MUKI Jabar, Pdt. Drs. Jamanarik Nainggolan, pertama sangat bersyukur dengan kehadiran MUKI di Jawa Barat, serta mengharap agar Umat Kristen / gereja yang ada tidak sungkan untuk bergabung dan mendukung keberadaan MUKI. Dimana MUKI sebagai wadah umat Kristen yang berlandaskan kasih mengambil peran dalam pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk menunjukkan identitas, manfaat dan menjadi bagian integral dari kebhinekaan.

Organisasi Kemasyarakatan MUKI menjadi mitra Negara Indonesia untuk bersama sama meberdayakan anggotanya demi terbentuknya masyarakat yang tertib, rukun, damai yang taat pada hokum dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Budi

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *