PD Makassar Adakan Ibadah Perayaan Natal sekaligus HUT

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com- Dua dekade sudah Persekutuan Doa Makassar (PD Makassar) berdiri. Selama itu pula penyertaan Tuhan setia mengiringi seleruh pekerjaan pelayanan persekutuan doa yang digawangi oleh Pastor Louis Mario Pakaila, itu.

Maka sebagai sebuah ungkapan syukur, pada Jumat petang (24/01/2020), persekutuan ini mengadakan ibadah pengucapan syukur hari lang tahunnya yang ke-20, sekaligus ibadah perayaan natal dan tahun baru.

Sedari sore tak kurang dari 100 anggota persekutuan ini memadati lokasi ibadah syukur, yang digelar di GKRI Diaspora, Thamrin City, Jakarta Pusat.

Sebuah kesaksian pujian berjudul ”Mary’s Boy Child” membuka ibadah. Kesaksian yang dipopulerkan oleh Boney M, pada tahun 1978 itu, dibawakan oleh dengan iringan musik gospel. Dengan segera, pujian tersebut membangkitkan semangat dan rasa sukacita dari para hamba Tuhan yang hadir.

Renungan natal lalu dibawakan oleh Pdt. Yosua Amriadji. Dirinya lalu membuka renungan dari kitab 1 Yohanes 1.

Salah satu poin yang diuraikan oleh Yosua tentang bagaimana mengendalikan diri sebagai tujuan dari kehidupan para orang percaya.

Menurutnya umat Kristen harus meneladani cara hidup Yesus, salah satunya melalui penguasaan diri sendiri untuk tidak diperbudak oleh hal-hal duniawi dan kemauan untuk memberi diri, maka barulah dirinya akan memperoleh keselamatan.

“Kalau kita mau hidup seperti Yesus maka caranya cuma satu, kita harus memberi diri dan hidup berdasarkan oleh firman Tuhan,” ujar Yosua.

Dirinya lalu mengingatkan bagaimana kuasa kegelapan rindu agar umat manusia jatuh ke dalam dosa dan menjauhi pertobatan. Menurutnya, doa dan pelayanan saja tidak cukup untuk membuat seseorang lepas dari intaian ataupun belenggu kuasa gelap. Menurutnya, cara yang paling ditakuti oleh kuasa kegelapan adalah ketika manusia mau memberi diri bagi Tuhan.

“Setan tidak takut kalau saudara berdoa ataupun melayani. Tapi setan takut kalau saudara semua memberi diri bagi Tuhan dan mau agar hidup saudara dikendalikan oleh Allah. Jadi mulai dari hari ini mari kita belajar, sampai di mana saudara mau agar Tuhan mengatur hidup saudara,” imbuhnya.

Usai ibadah, persembahan pujian juga dibawakan oleh tokoh Betawi Bermazmur, Pdt. Junaedi Salat beserta dengan sang istri.

Pujian yang dibawakan Junaedi, dilanjutkan dengan prosesi malam kudus. Sejumlah perwakilan tokoh PD Makassar yang hadir diminta untuk maju dan menyalakan lilin, dengan diiringi lagu “Malam Kudus”.

Rally puji-pujian satu demi satu dibawakan di ibadah syukur natal, tahun baru dan HUT PD Makassar. Salah satunya dibawakan juga oleh perwakilan mahasiswa dari STT Agathos, Jakarta.

Sebelum persembahan pujian dibawakan, Ketua PD Makassar, Ps. Louis Pakaila sempat menjelaskan secara singkat soal visi dan misi dari PD Makassar, yang tidak hanya terpanggil untuk melayani, namun juga mengkader para generasi muda untuk ikut dalam dunia pelayanan.

“PD Makassar bukan hanya melayani saja, tapi juga mencipta para pelayan-pelayan Tuhan. Karena kami-kami ini sudah usia lanjut dan harus mengkader para pelayan-pelayan muda. Jadi mahasiswa ini kami seleksi dari Indonesia bagian Timur, tinggal dan kuliah di sini secara gratis. Semua yang bayar adalah Tuhan Yesus,” ujar Louis Pakaila.

Ibadah syukur yang sekaligus menjadi pembuka kegiatan PD Makassar di tahun 2020 ini semakin dilengkapi dengan rasa sukacita dari berulangtahunnya Ps. Louis Pakaila. Louis diminta untuk tampil ke muka hadirin dan memotong kue ulang tahun dari usianya yang ke-65.

PD Makassar merupakan persekutan doa yang berdiri sejak tahun 2000 lalu. Persekutuan ini giat mengadakan pelayanan dan doa bersama, serta membagikan kesaksian dari para anggotanya di banyak daerah di Indonesia, hingga ke luar negeri. Pada tahun 2019 silam misalnya, PD Makassar ikut membagikan kesaksian dan melayani umat Kristen lintas negara yang ada di benua Eropa. RP

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *