GGP Elim Letakan Batu Pertama Tempat Ibadah Baru

Ayo Bagikan:

Tangerang Selatan, majalahgaharu- Jemaat Gereja Gerakan Pentakosta Elim (GGP Elim) yang terletak di Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dipastikan akan menempati rumah ibadah mereka yang baru dalam kurun waktu beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, rumah ibadah berlantai dua yang berdiri di atas lahan seluas 1.300 meter persegi itu terpaksa harus dibebaskan dan direlokasi, karena masuk dalam wilayah pembangunan proyek strategis nasional, yakni ruas jalan tol Serpong-Cinere.

Sejak Senin siang (17/02/2020), puluhan jemaat dan pengerja GGP Elim berkumpul rumah ibadah mereka. Selepas jamuan makan bersama, para jemaat dan pengerja gereja itu berjalan menuju lokasi pembangunan rumah ibadah yang baru, berjarak lebih-kurang 200 meter dari titik awal.

Dari pantauan Majalah Gaharu di lapangan, nampak dua buah alat berat dan puluhan pekerja konstruksi tengah mempersiapkan fondasi dari bangunan tiga lantai, di atas tanah seluas 1.600 meter persegi, itu.

Setelah sempat tertunda karena kendala hujan yang mengguyur lokasi, sekira pukul 14:00 WIB seremoni peletakan batu pertama akhirnya dilakukan, dengan diawali doa secara Kristiani. Selain Gembala Sidang GGP Elim, Pdt. Suryadi Wangsa Wijaya, seremoni tersebut juga dihadiri oleh Lurah Cipayung,perwakilan Koramil, Tokoh Gereja Banten, Wakapolsek Ciputat, perwakilan Camat setempat, tokoh Muslim, serta tokoh masyarakat Kelurahan Cipayung maupun unsur pengurus RT dan RW di lingkungan gereja. Hadir pula pada kesempatan itu perwakilan dari PT Cinere Serpong Jaya (PT CSJ) dan Waskita Karya, selaku pihak yang akan memimpin proyek pembangunan gereja tersebut.

Ir. David Christian mewakili PT CSJ mengatakan relokasi gereja berangkat dari sebuah niat baik dari banyak pihak. Untuk itu dia mengucap syukur karena realisasi pembangunan gedung baru tersebut dapat dilakukan segera.

“Kami dapat sampaikan bahwasanya setelah melalui proses yang cukup panjang dan berangkat dari tujuan yang baik, akhirnya hari ini kita semua berkumpul di tempat ini dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung pengganti Gereja Gerakan Pentakosta Elim, karena gedung gereja yang lama terkena pembebasan pembangunan jalan tol Serpong-Cinere yang merupakan salah satu proyek strategis nasional,” ujar David.

David berharap, jalan sepanjang 10,14 Kilometer itu akan beroperasi pada April mendatang. Dia lalu melanjutkan, berbagai upaya percepatan telah dilakukan oleh PT CSJ untuk segera menuntaskan proyek tersebut, termasuk merelokasi dan membangun gedung GGP Elim yang baru.

“Kami menyadari bahwa segala keterbatasan ada pada kami, sehingga beberapa rencana tidak dapat terealisasi dengan baik. Tetapi kita tetap bersyukur bahwa pada akhirnya rencana Tuhanlah yang tebaik dan terindah,” tambahnya.

David mengakui, di tengah keterbatasan yang ada rencana pembangunan gereja yang seharusnya dimulai sejak Oktober tahun lalu akhirnya molor hingga Februari ini. Untuk itu dirinya meminta pihak kontraktor, dalam hal ini Waskita Karya, mampu bekerja keras dan menyesuaikan ketertinggalan tersebut.

“Kami berharap kontraktor pembangunan dapat segera melakukan penyesuaian terhadap waktu pelaksanaannya, agar dapat diselesaikan pada pertengahan April 2020. Kami percaya apabila pekerjaan berharga untuk dilakukan, sepatutnyalah dilakukan dengan sebaik-baiknya, dengan komitmen kerja keras dan kerja cerdas,” tegas David.

Sementara itu Gembala Sidang GGP Elim, Pdt. Suryadi Wangsa Wijaya, dalam sambutannya berkata pihak GGP Elim mendukung penuh dari rencana pemerintah tersebut.  Pdt. Suryadi lalu sempat bercerita sejarah singkat GGP Elim, sebagai gereja pertama di wilayah Ciputat. Kisahnya, gereja yang berdiri pertama kali pada tahun 1958 itu beberapa kali terkena proyek perluasan jalan.

“Terakhir terkena perluasan fly over. Karena sisanya tinggal sedikit, akhirnya oleh Lurah setempat ditunjuklah ke Cipayung ini. Puji syukur sedikit demi sedikit kami membangunnya dan selesai pada tahun 2013,” ujar Pdt. Suryadi.

Suryadi lanjut berkata, pihak GGP Elim sangat mendukung langkah-langkah pemerintah. Sekali lagi dia mengucap syukur kepada Tuhan yang telah membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan di antara pihak GGP dan PT CSJ.

“Tentu kami pihak gereja mendukung sepenuhnya. Dari awal kami juga mendukung daripada proyek negara ini. Puji syukur kepada Tuhan akhirnya tercapai kesepakatan. Dan akhirnya pada hari ini kita boleh bersama-sama menyaksikan apa yang sudah dikomitmenkan oleh PT CSJ, dan semua bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya lagi.

Menutup kata sambutannya, Pdt. Suryadi juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan hingga terealisasinya pembangunan gedung gereja mereka yang baru. Secara khusus, dia berterima kasih kepada segenap elemen masyarakat yang sangat mendukung keberadaan gereja mereka di tempat itu.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya kepada semua tokoh masyarakat yang sangat-sangat mendukung pembangunan gereja ini. Dan biarlah dengan adanya gereja ini kami menjadi bagian dari masyarakat yang turut membangun Desa di tempat ini,” katanya lagi.

Sejarah Baru IMB

Momen sukacita itu juga dihadiri oleh Tomi Patria Eduardi. Selaku Lurah Cipayung, Tomi menyambut baik relokasi gedung GGP Elim yang bisa dilaksanakan secara kekeluargaan. Tomi yang baru setahun menjabat mengaku, adalah sebuah kewajiban bagi dirinya selaku representasi pemerintah dalam mengayomi kepentingan masyarakat umum, secara khusus kepentingan masyarakat yang ingin melaksanakan peribadatan.

“Saya sebagai pemerintah Keluarahan Cipayung wajib hukumnya melindungi  seluruh umat beragama di manapun dia berada, terutama  bagi masyarakat kita yang ingin beribadah dan melakukan kegiatan keagamaan. Ini kewajiban pemerintah,” tegasnya.

Tomi mengaku, ada sebuah proses panjang dalam merampungkan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) gereja GGP Elim kali ini. Dirinya lalu bersyukur, penyelesaian IMB tergolong sangat cepat jika dibandingkan dengan gereja-gereja lain di wilayah Kota Tangerang Selatan. Bahkan, dirinya meyakini proses penyelesaian IMB relokasi GGP Elim merupakan sebuah torehan sejarah baru di Indonesia.

“Ini baru sejarah pertama, se-Indonesia, mengurus (IMB) gereja cuma 6 bulan kelar (selesai). Ini prestasi, harus kita akui. Pertama dari Ciputat pindah ke sini (Cipayung) saja 3 tahun baru kelar. Kita berjibaku, bekerjasama, Alhamdulillah IMB-nya sudah terbit dan hari ini kita bisa meletakkan batu pertama,” tutur Tomi.

Prosesi seremoni kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama. Dengansebuah doa singkat serta menyebut nama Allah, Putra dan Roh Kudus, Pdt. Suryadi meletakan batu di fondasi yang telah disiapkan sebelumnya, diikuti oleh para tokoh yang hadir. RP

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *