Teknologi Digital Sebagai Penopang E-Learning dan E-Office selama Pandemi Covid-19  

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com- Pandemi virus corona (Covid-19) memaksa jutaan masyarakat Indonesia mengoptimalkan teknologi digital untuk melakukan pelbagai jenis pekerjaan dari rumah masing-masing, demi menjaga perputaran roda perekonomian negara. Keadaan ini harus terjadi seiring datangnya anjuran dari pemerintah agar masyarakat melakukan kegiatan seperti bekerja dan belajar dari rumah, juga beribadah di rumah.

Wakil Rektor Bidang Keuangan, SDM, dan Administrasi Umum (WRKSA) Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dr. Magit Les Denny Tewu, S.E., M.M, mengatakan kondisi seperti ini sungguh tidak dapat diprediksi oleh banyak pihak, sebelumnya.

“Kalau memang perekonomian memang unpredictatble. Menteri Keuangan juga sudah bilang bahwa kalau enam bulan kita begini, bangkrut. Ini kan situasi yang tidak pernah terpikirkan,” ujar Denny membuka perbincangan.

Pria Minahasa ini menambahkan, dua krisis yang pernah melanda Indonesia lebih dahulu seharusnya menjadi sebuah pembelajaran akan pentingnya pemahaman dan pengaplikasian manajemen risiko secara baik, khususnya dalam menghadapi situasi yang tak terduga seperti saat ini.

“Meski oleh ahli ekonomi beberapa waktu menyampaikan Tiga hal, kita pernah mengalami krisis 98. Masalahnya ada di pengelolaan good governments. Perusahaan dikelola baik, tata kelola yang baik (kemudian) gencar dilakukan. Terus tahun 2008, persoalan kedua itu adalah manajemen risiko ya, dan resesi. Nah manajemen risiko itu yang diperbaiki dan resesi. Ketiganya ini memang orang sudah prepare (bersiap) dan adaptable (beradaptasi), compliancenya dengan  aturan,” ujar Denny saat dihubungi pada Jumat sore (27/03/2020).

Ketika bicara lebih dalam soal model prepare dan adaptable  yang dimaksud, Denny mengungkap tentang bagaimana besarnya peranan teknologi digital di saat ini dalam mendukung pelbagai tugas-tugas manusia.

“Kalau bicara digitalisasi, kita harus bicara soal adaptasi dengan lingkungan kita.  Digital bisa kerja secara online. Nah kalau saja ada pihak yang tidak siap maka akan kelabakan,” ujarnya.

Sebagai contoh, Denny kemudian menjelaskan bagaimana kampus tempatnya melayani menerapkan  Work From Home melalui sistem Electronic-Learning (E-Learning) guna membatasi gerak para dosen, mahasiswa dan karyawan mereka di luar rumah.

“Kita beruntung, kalau UKI sudah siap dengan  digital system itu. Kita sudah siap dengan sistem sendiri. Kita sudah punya sistem Microsoft Office 365, jadi seluruh mahasiswa, dosen, karyawan dan pengurus yayasan, itu, istilahnya kita sudah prepare-lah,” beber Denny Tewu.

Dirinya kemudian sedikit menjelaskan tentang sistem digital dari kampus yang berdiri sejak tahun 1953, itu. Di mana, lanjut Denny, segala model pembelajaran secara daring (dalam jaringan/ online) sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

“Walaupun pada waktu itu kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi kita memang harus adaptable, jadi dari Desember kami sudah siapkan. Lalu Januari, Februari, (barulah) Maret kejadian (Covid-19), ya kita tinggal aplikasikan saja karena memang sudah kita persiapkan. Tidak ada masalah, kita tinggal mengaplikasikan. Ini bagaimana orang membaca tanda-tanda zaman. Kalau kita bisa melakukan dua-tiga langkah ke depan pasti akan lebih siap kan,” jelasnya lagi.

Dirinya lalu membandingkan keunggulan penerapan E-Learning dengan metode pembelajaran menggunakan aplikasi media sosial yang umumnya dipakai saat ini, seperti layanan Whatsapp (WA).

“Organisasi yang tidak siap digital pasti akan mengalami kesulitan. Sementara kalau kita mau pakai dari luar itu kan, istilahnya punya keterbatasan. Misalnya bisa menggunakan WA, tetapi hanya cukup atau terbatas untuk beberapa orang. Kalau kita mengajar kan memakan waktu 2 sampai 3 jam. Nah dengan alat kita Microsoft Office 365, itu kita laksanakan beberapa jam juga tidak ada masalah. Istilahnya kita juga sudah kontrak langsung dengan Microsoft. Kalau UKI sudah siap untuk menghadapi masalah ini,” tambah Denny.

Saat ini seluruh kegiatan perkuliahan sendiri dilakukan dari rumah masing-masing. Denny mengungkap, seluruh Fakultas dan Program Studi yang ada telah mengikuti anjuran yang disampaikan oleh pemerintah. Dengan cara ini, praktis setiap dosen, mahasiswa dan karyawan

“Seperti teleconference, file-file datanya juga bisa disimpan. Saat kita presentasi semua mahasiswa juga bisa melihat Power Point, baik apa yang kita tulis di papan tulis. Mereka bisa melihat semua baik melalu laptop ataupun ponsel mereka,” paparnya lebih dalam.

Bahkan mahasiswa sendiri menyambut baik sistem pelajaran yang mereka terapkan saat ini.

“Feedback dari mahasiswa sendiri positif, tidak ada yang mengeluh. Malah mereka senang juga, dan justru mereka cepat beradaptasi dengan apa yang ingin kita sampaikan,” katanya.

Denny meyakini, ke depannya segala bentuk pelayanan di kampus UKI akan terdigitalisasi secara menyeluruh. Apalagi, ada banyak poin lebih yang bisa dimanfaatkan melalui pelayanan secara daring.

“Kita bisa mereschudle waktu dan keuanggan. Ke depan malah bagus, kerja sudah siap online. Kampus tetap jalan karena bisa melayani melalui ruang online. Melalui E-Office kita bisa membuktikan dan bahwa kita bisa dijangkau dari mana saja. Kita lebih siap mengahdapi era ini. Semua organisasi ini harus siap mengahadapi ruang dan stuasi. Dengan stuasi seperti ini, dengan digitalisasi, memudahkan dan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya-biaya yang tidak perlu,” tutur Denny dengan nada optimis.

Namun demikian dirinya tidak menampik jika hingga saat ini masih banyak organisasi yang ada belum siap dengan penerapan teknologi digital sebagai prasarana pendukung setiap kegiatan mereka.

“Ya kasihan mereka yang masih meraba dan tertinggal. Kalau sudah siap, sudah tidak ada masalah. Siapa yang mau cepat ya bisa, namun ini terkait anggaran juga, terkait Dollar juga,” ucapnya.

Meski demikian Denny tetap berharap agar situasi dapat segera kembali normal, sehingga banyak pihak dapat berinteraksi kembali seperti sediakala, termasuk terjadi pemulihan di sektor keuangan.

“Kita berharap cepat berlalu. Yang penting jangan panik, jangan melanggar, jangan main hakim sendiri. Taati aturan main yang diberikan pemerintah,” tutupnya.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *