Dating Palembangan S.E., Ak.,M.M Peran Gereja dan Pemuda Kristen Cukup Baik Dalam Membantu Masyarakat Terdampak Covid19

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com-Keaktifan Bung Dating Palembangan pada berbagai organisasi pelayanan sejak jaman mahsiswa hingga saat tujuannya untuk semakin menajamkan panggilan dalam gerakan sosial kemasyarakatan serta bidang keagamaan,  Pria yang ramah ini mengisi waktu yang ada supaya turut berkontribusi memberikan tenaga serta pemikirannya di berbagai organisasi dan pelayanan Gereja dan masyarakat.

Dating Palembangan pria asal Toraja, Sulawesi Selatan ini, adalah aktifis sejak mahasiswa mulai dar Kampus sebagai Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, bagian dari Penggurus hingga Ketua Pemuda Gereja di Makasar, aktif di organisasi kader tingkat nasional seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makasar. Selanjutnya memasuki organisasi kepemudaan tingkat nasional  yakni Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bahkan mencapai menjadi ketua umumnya, juga Dating Palembangan saat ini terlibat aktif pada persatuan senior GMKI pada PNPS GMKI maupun PIKI, pelayanan di Gereja dan lembaga social kemasyarakatan lainnya.

Sejauhmana perjalanan Dating Palembangan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GAMKI 2007-2011 yang didampingi Albert Siagian sebagai Sekjen, hingga kini masih aktif di berbagai pelayanan, sementara pekerjaannya pada bidang lainnya membutuhkan waktu dan perhatian yang tak sedikit.

“Saya waktu itu aktif di GMKI, karena ketika mahasiswa semangat mahasiswa perlu lebih di asah, dimatangkan, ya pilihannya saat itu GMKI. Kenapa, GMKI adalah  organisasi kader berwawasan kebangsaan yang anggotanya terdapat di seluruh Indonesia, sehingga apabila kita ingin membangun networking secara Nasional dikemudian hari, salah satunya lewat GMKI”, tukas pria yang saat kini aktif di Gereja Toraja Jakarta Timur ini.

Bicara GMKI lanjut Dating bahwa pada kaderisasi GMKI  mengenal doktrin  yaitu tinggi Iman, tinggi Ilmu,besar pengabdian yang apabila masing masing kader mengilhami tripanji ini diharapkan sangat matang dalam memasuki dunia nyata  kerja atau praktisi profesi lainnya

Tak kalah pentingnya ketika Dating merambah di organisasi kepemudaan lainnya yakni GAMKI bahkan dirinya pernah menahkodai organisasi kepemudaan Kristen terbesar ini, lalu apa yang mendorongnya masuk GAMKI ketika itu.

Dengan rendah hati Dating Palembangan, menegaskan bahwa ketika  mengikuti organisasi GAMKI, dirinya atau kader yang lain akan lebih smart lagi, terutama akan memperkayah kepekaan terhadap permasalahan kebangsaan, masalah Pemuda, dan masalah Gereja. Tentang keberadaan GAMKI sendiri, Dating dengan bangga mengatakan bahwa GAMKI  adalah organisasi pemuda berskala Nasional, di mana para anggotanya mulai dari petani, nelayan, buruh sampai professional. Degan aneka latarbelakang inilah, kemudian  ketika ingin membaktikan diri bersama anak bangsa lainnya dalam  skala lingkup yang lebih besar kebangsaan dapat bersama sama dengan anak bangsa lainnya bahu membahu mengatasi permasalahan berbangsa untuk Indonesia yang maju dan hebat. Harapnya bahwa kehadiran organisasi GAMKI ini harus mampu melayani dan meringankan masalah masalah yang dihadapi bangsa dan negara. Apalagi dengan Moto GAMKI adalah Ora Et Labora, Berdoa dan Bekerja harus diseimbangkan itulah yang akan dihadirkan setiap kader dimanapun berada dan situasi manapun juga

Berkontribusi Dalam Pemikiran

Berbekal keaktifannya di dua organisasi kepemudaan Kristen baik GMKI maupun GAMKI dan kini merambah ke Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Dating Palembangan, menjelaskan bahwa panggilannya bergabung dengan  PIKI, tentunya ingin bersama sama anak negeri lainnya untuk berkarya dalam hal kontribusi pemikiran, supaya banyak orang merasakan lahirnya ide ide yang baik untuk kemajuan bangsa dan negara RI tercinta

Menurut Dating yang pernah sukses menggelar Rapat Kerja Nasional III PIKI,  perayaan diesnatalis PIKI dan Perayaan Natal Nasional PIKI 2019 berpendapat bahwa potensi para Ingelegensia Kristen, ketika ingin membagikan kontribusi pemikiran, hasil penelitian dapat disampaikan lewat organisasi Nasional yang salah satunya lewat kekaryaan pada PIKI

Dating saat bertemu dengan dokter Gugus Tugas Covid19 RI

Kemudian ketika ditanyakan bagaimana peran ormas-ormas Kristen ini, Dating  berharap bahwa  masing masing ormas Nasional yang berbasis Kristen ini harus memiliki peran serta fungsi masing masing, sesuai dengan bidang dan tujuan ormas tersebut didirikan.

Pria jebolan Universitas Hasanuddin, Makasar ini ketika berbicara kondisi bangsa saat pandemi Corona dengan nada prihatin mengatakan bahwa wabah ini baru pertama kali dihadapi, covod19 ini merupakan wabah yang mudah sekali penularannya dan korbannya cukup besar dan melampaui batas batas wilayah.

Akibat virus inipun kita dipaksa untuk memakai masker, rajin cuci tangan, mengatur jarak, yang selama ini apabila bertemu Kita saling berjabat tangan bahkan berangkulan kini tidak dimungkinkan lagi, yang ada malah harus mengatur jarak dengan sosial distancing ataupun phisycal distancing. Tak disangkal lagi banyak orang menjadi takut karena virus ini.

Pertanyaannya, bagaimana menyikapi ini semua, dari sisi iman wabah ini memang tak bisa dicegah lagi, ujar pria yang pernah menjadi pengurusa ikatan masyarakat Toraja Se-jabodetabek ini benar-benar pengalaman pertama kalinya. Bagaimana virus yang tak kelihatan itu bisa menghentikan kegiatan manusia termasuk ibadah agama manapun. Tentu dengan kejadian ini kita diajak merenungkan kembali, sejauhmana ibadah-ibadah kita selama ini,  jangan-jangan hanya seremonial saja tanpa menyenangkan hati Tuhan.

Lanjut mantan wakil Bendahara Persatuan Masyarakat Toraja (PMTI) ini, dengan peristiwa pandemic ijni dia mengajak semua umat untuk merenungkan kembali dan semakin dekat dengan Tuhan.

Terkait dengan bagaimana kehidupan berbangsa dan bernegara karena banyaknya tantangan dan kesulitan akibat covid19 ini. Dengan lugas Dating mengatakan bahwa Tuhan tak akan pernah meninggalkan anak-anaknya yang berharap dan percaya kepadanya. Sehelai rambutpun tak akan lepas tanpa seijinNya.

Melalui covid 19 ini diingatkan kembali peristiwa-peristiwa dalam alkitab bagaimana saat Nuh terjadi air bah, peristiwa saat Musa di Mesir terjadi kelaparan. Semua itu mengingatkan kembali betapa manusia itu serba terbatas, oleh karenanya kita harus tetap bersandar dan berharap pada pertolongannya, karena Dialah yang memiliki kuasa dan mengatur dalam kehidupan ciptaanNya.

Gereja dan Kaum Muda Kristen cukup Baik Merespon

Saat pandemic corona yang mengharuskan tidak diperbolehkan berkumpul yang melibatkan banyak orang, berdampak kepada kehidupan ekonomi masyarakat. Akibatnya banyak masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.

Disisi lain dengan  kondisi ini Dating merasa trenyuh, namun disisi lainnya bangga juga bagaimana ketika melihat dan merasakan bagaimana peran Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) sangat mendukung penuh himbauan pemerintah dan juga pemuda gereja merespon positif, dengan  turun ke tengah masyarakat memberikan bantuan, baik alat-alat kesehatan, membagikan sembako dan makanan, tetapi ada juga yang rutin melakukan pengecekan kesehatan masyarakat.

Harapannya baik gereja dan ormas Kristen mendukung pemerintah terutama bagaimana mereka melakukan apa yang dihimbaukan pemerintah, sekaitan dengan PSBB maupun tetap stay di rumah. Gereja dan ormas Kristen benar-benar mendukung pemerintah, sedangkan GAMKI sendiri sepenglihatan Dating sangat aktif dengan mendirikan dapur umum dan juga melakukan penyuluhan-penyuluhan tentang dampak dari pandemic covid 19 ini, bantuan itu juga dilakukan pengurus-pengurus GAMKI hingga ke daerah.

“Saya mengapresiasi kemimpinan DPP GAMKI saat ini, yang sudah melakukan perannya dengan baik”, ujar anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI ini mantab.

Tak lupa di kesempatan ini,  Dating tetap mengajak untuk mendukung pemerintah termasuk saat ini diterapkannya aturan baru dengan istilah new normal. Kenapa harus mendukung pemerintah, karena pemerintah sendiri wakil Tuhan.

Ketika ditanyakan bagaimana dia sendiri menyikapi kondisi pandemic ini, memang situasi ini terasa pahit, namun percayaklah bahwa setiap peritiwa ada hikmatnya.

Positinya sekalipun waktu itu tetap tinggal di rumah, justru semakin banyak waktu untuk keluarga untuk berdoa bersama-sama. Karena kalaupun kita tetap di rumah itu adalah upaya nyata untuk memutus penularan virus corona itu sendiri. Mengenai pekerjaan masa new normal ini sudah bisa aktif lagi sekalipun harus menerapkan protokola kesehatan, ungkap Dating yang sudah banyak digadang oleh beberapa koleganya untuk bisa maju memimpin daerah dimana dirinya berasal. YM

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *