Benny Jozua Mamoto Raih API Pewarna : Budaya untuk Mengimbangi Lingkungan tugasnya yang keras

Ayo Bagikan:

Tangsel, Masyarakat lebih mengenal figure Benny Mamoto ini seorang polisi yang tugasnya setelah di bidang reserse anti tororis kemudian masuk menjadi direktur BNN sebuah lembaga yang bergerak dalam pencegahan narkoba, tak heran kalau kemudian malam itu dalam gelaran Apresiasi Pewarna Indonesia sebuah ajang Pewarna memberikan awardnya pada figure atau lembaga Nasrani yang konsen berkarya sesuai bidangnya, seta penghargaan kepada figure atau lembaga yang kokoh dalam menjaga keberagaman, banyak memunculkan tanda tanya.

Seperti malam itu, Benny yang selama ini hidupnya dilingkungan tugas yang keras itulah yang membawa Irjen Pol. (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, S.H., M.Si terjun di dunia budaya. Seperti yang disampaikan saat sambutan dalam acara Apresiasi Pewarna Indonesia Tahun 2020 (API) yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) di Swiss-Belhotel Serpong Intermark Indonesia, Jl. Lingkar Timur BSD, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Banten, Indonesia, pada hari, Jumat (30/10/2020).

Seperti diketahui, lulusan Akademi Kepolisian 1977 ini banyak bertugas di bidang reserse. Benny pernah menjadi penyidik di Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri hingga Wakil Sekretaris NCB-Interpol Indonesia. Benny pun pernah menjadi Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2009 hingga 2012. Ia kemudian menjadi Deputi Pemberantasan Narkotika BNN selama setahun sejak 2012 sampai 2013.

Benny yang dikenal banyak menangani kasus besar saat bertugas di Polri dan BNN, pernah juga menangani kasus pembobolan BNI senilai 1,7 triluan, penyidikan kasus BLBI, hingga memimpin pengungkapan kasus mafia narkoba, terpilih lewat penilaian dewan juri dan polling dari masyarakat yang digelar Pewarna Indonesia sebagai Figur Budaya yang menginspirasi masyarakat Nasrani.

“Orang akan bertanya, itu pensiunan polisi, kerjanya nanganin teroris, kerjanya nanganin narkoba. Ini pertanyaan yang sering disampaikan ke kami. Bahkan seorang budayawanpun bertanya demikian, “Apa urusannya (dengan budaya) Pak Benny? Bapak mengurusi soal budaya?”, tutur Benny mengawali sambutannya setelah menerima Apresiasi Pewarna Indonesia 2020.

“Jawaban saya begini; Saya hidup di dunia yang keras; hadapi teroris, hadapi bandar narkoba, hadapi para koruptor, semua keras! Ketika saya hidup dilingkungan yang keras, maka saya menjadi keras. Untuk mengimbangi itu, saya terjun di dunia budaya. Disitulah ada hati, disitulah ada kesetaraan. Hidup perlu keseimbangan. Maka disitulah saya geluti (bidang budaya)”, tutur Benny menguatkan bahwa penganugerahan API 2020 sebagai Figur Budaya oleh Pewarna Indonesia tidaklah salah.

Bagi Benny Mamoto, pendekatan budaya mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan tugas. Ia pun bercerita bagaimana saat bertugas sebagai Interogator teroris, pendekatan budaya yang ia lakukan mampu membuat para teroris bisa bercerita apa adanya dan mengaku.

“Ketika saya bertugas sebagai interogator teroris, sebelum bom bali 1 saya sudah masuk Afganistan, Thailand, Pakistan, Singapura, Malaysia, Australia untuk menginterogasi teroris yang ada di sana. Pendekatan yang saya lakukan adalah pendekatan budaya dan menggunakan hati. Tidak ada kekerasan, tidak ada tekanan, tidak ada ancaman! Yang ada adalah dialog. Akhirnya apa yang terjadi?

Semua berbicara apa adanya, semua mengaku, bahkan agency dari luar negeripun bertanya, kenapa Pak Benny? Itulah dasyatnya pendekatan budaya. Kami dalam melakukan berbagai tugas, selalu mengedepankan pendekatan budaya”, terangnya mantap.

“Terakhir, selaku ketua TGPF Intan Jaya Papua, masuk kesana dengan pendekatan budaya sehingga keluarga korban yang tadinya tidak mau tanda tangan BAP, tidak mau tanda tangan ijin otopsi, tapi dengan pendekatan yang kami lakukan, akhirnya menerima, percaya dan mau tanda tangan,” terangnya lagi.

Terkait Figur Budaya yang diterima, Benny Mamoto mengungkapkan berbagai aktifitas seni budaya yang ia lakukan. Berbagai rekor dunia dan nasional dibidang Seni Budaya telah dipersembahkannya untuk bangsa Indonesia.

“Kalau bapak ibu lihat baju saya, ini kain bikinan sendiri, produksi sendiri, dan kain ini sudah kami daftarkan di Guiness World Record sebagai kain tenun terpanjang. Kami punya alat music terbesar di dunia, terompet ada di Minahasa, itu juga sudah tercatat di Guiness World Record,” sebutnya.

“Jadi kami punya 7, mungkin terbanyak di Indonesia. Semua di bidang seni termasuk seni kuliner, nasi jaha terpanjang, hanya 6 kilometer. Itu sudah tercatat di Guiness World Record. Kulintang terbesar, Kulintang terbanyak, Musik Bambu terbanyak, semua sudah tercatat di Guiness World Record. Kalau Rekor MURI kami Cuma punya 34, semua di bidang seni”, sebut Benny lagi disambut tepuk tangan yang hadir.

Menurut Benny Mamoto, apa yang ia lakukan adalah semata-mata untuk membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor yang diraih.

“Kenapa sih bikin record. Kami ingin membangkitkan kebanggaan sang pemilik melalui rekor-rekor itu. Tadinya anak-anak muda tidak peduli, sekarang bisa mengatakan itu punya saya. Karena itu sudah tercatat di Guiness World Record,” terangnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Benny menuturkan soal pelestarian Bahsa Daerah dengan pembuatan Kamus Bahasa Daerah Sembilan etnis di Minahasa, Sulawesi Utara.

“Kami sendang melestarikan Budaya Bahasa, dari sembilan bahasa daerah sub etnis Minahasa, 5 sudah selesai menjadi kamus, tinggal 4 lagi”, tutur pria kelahiran Manado ini.

“Jadi itulah seorang pensiunan polisi, tapi Ketika bergaul dengan para budayawan seniman, kami tanggalkan atribut, kami menyatu dan kami hidup bersama”, tuturnya mengakhiri sambutan.

Sementara itu, ada 12  kategori penghargaan yang diberikan terdiri dari Figur Penjaga Keberagaman Non Birokrat  KH Achmad Muwafiq (ulama NU), Figur Birokrat Toleran  Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM. (Wakil Walikota Bekasi), Bidang Hukum yang berdampak bagi masyarakat Nasrani Frendrik J. Pinakunary, SH, SE, (Advokat), Bidang Pemuda yang menginspirasi dan berpengaruh bagi pemuda Nasrani  Rahayu Saraswati, Publik Figur yang inspiratif bagi masyarakat Nasrani Junaedi Salat (Artis).

Bidang Pendidikan yang berperan bagi masyarakat Nasrani Dr. Sutan Darianus Lungguk (DL) Sitorus (alm), (pendiri Yayasan Yadika), Politisi yang menginspirasi bagi masyarakat Nasrani Pdt. Dr. dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, M.Th. (mantan Ketum PDS), Figur Media yang paling berpengaruh dan mengispirasi bagi masyarakat Nasrani : Andy Flores Noya (Wartawan Senior), Figur Oikumenis Pdt Dr. Erastus Sabdono (Ketua Sinode GSKI),  Lembaga Misi paling berperan bagi masyarakat Nasrani  Yayasan  Mission Care , Figur  Inspirasi  Budaya   Irjen Pol (Purn) Dr. Benny Jozua Mamoto, SH., M.Si., dan kategori terakhir adalah Sahabat Pewarna Indonesia  ada 9 Figur.

Sementara Yusuf Mujiono Ketua umum PEWARNA dengan API ini bukan berarti akhir dari para figur dan lembaga itu berkiprah, tetapi ingin lebih giat lagi dalam mengerjakan tugas panggilannya dalam mewarnai perjalanan bangsa ini. YM

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *