PGLII Dipercaya FUKRI sebagai Tuan Rumah Gelar Pekan Doa Sedunia

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com- Menarik di tengah acara perayaan pekan doa sedunia oleh Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) yang pada kali ini Persekutuan Gereja dan lembaga Injili Indonesia mengawalinya dengan pemasangan bendara merah putih dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kemudian dilanjutkan dengan parade pasangan pembawa panji bendera dari 8 Aras Gereja Nasional antara lain: KWI, Balai Keselamatan, GMAHK, GOI, PBI, PGLII, PGPI dan PGI. Pekan Doa Sedunia diikuti sekitar 60 orang, perwakilan dari berbagai aras hadir di GKRI Karmel, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Pearayaan Pekan doa sedunia dengan mengangkat tema dari Yoh: 15:1-7 yakni : “Tinggallah di dalam KasihKu, maka kamu akan Berbuah banyak, yang awalnya hanya program KWI dan PGI ini kemudian di adopsi oleh FUKRI dengan tuan rumah secara bergiliran dan di tahun ini PGLII kena sampur sebagai tuan rumahnya.

Ada yang menarik dalam perayaan pekan doa sedunia yang di gelar di GKRI Karmel Permata Hijau Jakarta Selatan Senin 18/1/21 ini adalah adanya para pemuda-pemudi menggunakan baju tradisionil Nusantara mengitari bola dunia besar, bergandeng tangan dan menyalakan lilin.

“Atraksi kecil tadi, adalah simbol dari umat Tuhan yang senantiasa dituntut memancarkan terangnya di dunia. Memancarkan kasih Tuhan di lingkungan sekitar dan di tengah keluarga,” ujar  Pendeta Dr Ronny Mandang Ketua Umum PGLII sembari mendoakan agar masyarakat Indonesia dan juga dunia bisa terbebas dari ancaman Covid-19.

Lewat doa kita percaya hanya membawa doa kepada Tuhan, bahwa segala permasalahan yang melanda dunia (termasuk Covid-19) bisa dihindari karena Tuhan ikut campur. Lewat doa kita membawa ke pertobatan. Intinya biar Tuhan saja yang menyelematkan umatnya dari setiap rintangan dan masalah yang ada,” ujarnya.

Sesuai tema tahun ini, kata Mandang, bahwa umat Tuhan harus berbuah, hanya jika tinggal dalam kasih Tuhan maka akan menghasilkan buah yang banyak.

Takketinggalan dalam acara pekan doa tersebut masing-masing utusan dari delapan aras ditambah dua direjen baik Katolik da Protestan masing-masing berharap agar acara doa ini tetap menjadi agenda rutin, apalagi ditengah pandemi seperti saat ini umat butuh didoakan agar kuat menghadapi kondisi jaman.

Karena suasana pandemi maka perayaan pekan doa sedunia dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat, dan agar menjangkau lebih banyak yang bisa hadir dalam perayaa tersebut panitia juga menyelenggarakan lewat zoom meeting.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *