Sahat Silaban sosok inspirasi bagi generasi muda

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu-Jakarta-Suatu kesempatan yang Indah diberikan mentor sekaligus guru saya, Gurgur Manurung untuk bertemu Sahat Silaban di rumah kediamannya, di daerah Pamulang. Sekedar informasi bahwa Gurgur Manurung adalah seorang aktivis, penulis handal, politisi Partai NasDem, dan tim ahli di DPR RI. Banyak hal yang beliau ajarkan kepada saya terkait kepedulian, kemanusian hingga politik. Saya menilainya sebagai sosok yang jujur, apa adanya dan setia kawan.

Sahat Silaban pria kelahiran Tapanuli Utara 19 Januari 1960 ini, merupakan pengusaha sukses di Jakarta. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Marga Silaban Indonesia sekaligus Ketua Marga Silaban se Dunia. Alumnus STM (Sekolah Teknik Menengah) Negeri Dolok Sanggul Humbahas dengan Rumpun Bangunan ini, sudah pernah mencicipi duduk sebagai anggota DPR RI pada priode 2014–2019 dari Partai NasDem dengan Daerah Pemilihan Sumatera Utara II.

Saat berbincang dengan Sahat Silaban, ada banyak kisah menarik dan unik yang dipaparkan kepada kami. Kisah-kisah tersebut diceritakan dengan semangat, meluap-luap, penuh ekspresi dan inspirasi. Menurut saya pribadi, pengalaman dan perjalanan hidup Sahat Silaban perlu ditulis untuk diabadikan sebagai inspirasi bagi anak, cucu dan generasi selanjutnya.

Sahat Silaban mengisahkan bagaimana perjuangannya saat masa kecil hingga dewasa. Bagaimana memulai karir, bagaimana perjalanan cinta dengan sang istri serta kebiasaan-kebiasaan yang pernah dilakukannya. Berikut ini, beberapa teladan dan inspirasi yang bisa saya petik untuk dibagikan melalui perjalanan hidup Sahat Silaban.

Jatuh dari Atas Kerbau

Masa kecil Sahat Silaban dihabiskan di kampung halamannya, Tapanuli Utara. Sejak duduk dibangku Sekolah Dasar, dia melakoni sebagai penjaga Kerbau.

Ada kisah menarik saat dia menjaga Kerbau tersebut. Seperti biasanya, selepas pulang sekolah, dia menggembalakan Kerbau untuk dituntun makan hingga pulang ke kandangnya. Saat Kerbau tersebut dituntun, Sahat Silaban kecil, merasa mengantuk, setelah lelah dari sekolah. Di tengah kantuknya yang tidak tertahan, dia naik ke pundak salah satu Kerbau yang digembalakannya.

Kebiasaan Kerbau, jikalau ada nyamuk berkerumun atau lalat menghinggapi tubuhnya, secara insting Kerbau akan mencari semak belukar yang padat untuk dilalui agar binatang-binatang kecil yang mengganggu tubuhnya bisa terhalau cepat.

Saat Sahat Silaban menunggangi Kerbau tersebut dalam kondisi mengantuk, di saat yang bersamaan, tubuh Kerbau itu dikerumuni nyamuk dan lalat. Secara otomatis Kerbau mencari semak belukar untuk dilintasi. Saat Kerbau tersebut melintasi semak belukar yang padat dan sempit, Sahat Silaban yang ada dipundak Kerbau, terjatuh dari tunggangannya. Untung saja, saat dia jatuh, tubuhnya tidak terinjak Kerbau.

Kisah ini menunjukkan bahwa sosok Sahat Silaban, sejak kecil sudah memiliki komitmen, bekerja keras dan bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya, yaitu menggembalakan Kerbau. Tidak perlu diragukan terkait komitmen, kerja keras dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, sebab sudah sejak kecil hal tersebut dilakoninya. Hal ini pula yang mempengaruhi hidupnya dikemudain hari hingga menjadi pengusaha sukses.

Menjunjung Kotoran Kerbau

Semasa kecil, waktunya dihabiskan di kampung halaman. Dikisahkannya, bahwa dirinya selalu menghalau atau menyingkirkan kotoran Kerbau dari dalam kandang. Sebab, tanpa disingkirkan kotoran yang menumpuk dalam kandang, akan mengganggu dan Kerbau tidak akan mau tidur dalam kandangnya.

Dengan demikian, setiap hari, dia selalu menyingkarkan kotoran kerbau yang ada dalam kandang. Kotoran Kerbau yang telah disingkirkan, kemudian dikumpulkan untuk dipindahkan ke tempat lain. Untuk memindahkan kotoran tersebut, harus dimasukkan dalam satu wadah, agar mudah memindahkannya. Cara yang paling sering dilakukan untuk memindahkan kotoran-kotoran kerbau adalah memasukkan ke dalam karung. Kemudia karung tersebut dijunjung, dinaikkan ke atas kepala. Saat dijunjung, tidak jarang air menetes-netes dari dalam karung yang mengalir ke wajah, hingga masuk ke dalam mulut Sahat Silaban.

Saat membayangkannya saja, kita pasti merasa jijik dan kotor. Namun, bagi Sahat Silaban, hal itu tidak menjijikkan, sebab ini dilakukan demi kelangsungan hidup mereka dan sebagai tanggung jawab yang diberikan padanya. Kisah ini menunjukkan sosok Sahat Silaban adalah pekerja keras dan pejuang yang tangguh tanpa mengenal jijik dan gengsi untuk mempertahankan hidup.

Saat STM

Kisah unik lainnyan dari Sahat Silaban, yaitu saat masuk Sekolah Teknik Menengah (STM). Sahat Silaban mengisahkan, bahwa dirinya cukup berprestasi dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan guru saat belajar dalam kelas. Dengan kemampuannya tersebut, suatu waktu setelah dia berhasil menjawab pertanyaan guru yang tidak bisa dijawab oleh teman-teman sekelasnya. Dia dipanggil ke kantor guru untuk direkomendasikan mendapat beasiswa. Namun, setelah dicek, ternyata dia masuk tanpa melalui jalur ujian saringan masuk sekolah, karena dia dibantu oleh teman akrab abangnya, sehingga dia bisa sekolah di STM Negeri Dolok Sanggul.

Sebenarnya, dia mau ikut tes saringan masuk sekolah. Namun, disaat pelaksanaan tes saringan masuk sekolah, Sahat Silaban harus pergi ke tempat Abangnya di lain kota. Tujuannya untuk mengambil sepeda yang akan dipakai sebagai kendaraan saat sekolah tiba. Abang Sahat Silaban memohon kepada sahabat akrabnya, yang merupakan salah satu guru di sekolah tersebut, agar proses masuk sekolah bisa dibantu dulu, karena posisi Sahat Silaban sedang di luar kota. Atas bantuan abangnya tersebut, Sahat Silaban bisa masuk sekolah tanpa ikut tes saringan masuk.

Saat guru pengajar di kelas Sahat Silaban mengetahui hal tersebut, maka teman akrab abangnya memberi klarifikasi dan menjelaskan kronologi dan kondisi yang sesungguhnya. Dengan demikian, proses penerimaan Sahat Silaban di sekolah tersebut dapat dimaklumi dengan situasi dan kondisi kasus khusus.

Meskipun dia masuk sekolah tanpa melalui tes saringan masuk, namun melalui prestasi yang ditunjukkannya, membuktikan bahwa dirinya layak dan tidak salah untuk diterima di sekolah tersebut. Hal ini menunjukkan, bahwa sosok Sahat Silaban cerdas dan bisa membuktikan dirinya layak dan pantas untuk diterima. Kecerdasan tersebut terlihat juga pada saat ini, bagaimana dia memajukan bisnis yang dikelolanya.

Komitmen Untuk Berhenti Merokok dan Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Sahat Silaban pernah membuat komitmen untuk total berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Untuk mewujudkan niatnya itu. Pada suatu kesempatan, dia mengundang seluruh anggota keluarga besar untuk diberitahukan, sekaligus meminta dukungan doa agar dirinya bisa berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Sahat Silaban saat berbincang dengan Gurgur Manurung, Ashiong Munthe dan beberapa lainnya

Upaya tersebut ternyata tidak semulus dan semudah yang dibayangkan. Dia mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Pasca pemberitahuan dan didoakan keluarga, Sahat Silaban masih merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Pada satu titik tertentu, setelah tergoda lagi untuk merokok, dia merasa terpukul, meras hina dan hidupnya tak berharga. Padahal dia sudah berjanji berulang-ulang kepada keluarga untuk berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Namun, pada kenyataannya tidak bisa berhenti.

Dalam situasi seperti itu, tanpa menyerah, dia terus berupaya untuk bisa berhenti. Upaya itupun akhirnya membuahkan hasil, sehingga sampai saat ini, Sahat Silaban sudah berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.

Upaya, komitmen dan perjuangan yang dilakukan Sahat Silaban sangat luar biasa. Dengan tekat yang kuat, dia bisa menaklukkan keinginan dirinya agar bisa berhenti merokok dan berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. Suatu teladan komitmen yang diupayakan tanpa putus asa dan tanpa menyerah. Terus berjuang hingga mencapai keberhasilan yang diinginkan.

Sangat Peduli dengan Karyawan

Sosok Sahat Silaban adalah sosok yang peduli dan ramah. Pada hari Sabtu, 13 Februari 2021, saya dan mentor saya, Gurgur Manurung mejadi saksi, bagaimana Sahat Silaban memperlakukan karyawan yang sudah lama mengabdi pada pekerjaan dan proyeknya. Setiap karyawan tersebut, dihadiahi sebidang tanah kosong yang siap dibangun mejadi rumah tinggal layak huni.

Ini adalah bentuk perhatian, apresiasi dan kasih yang nyata ditunjukkan Sahat Silaban bagi seluruh karyawannya. Perlakuan ini sama untuk seluruh karyawan, tanpa memandang suku dan agama. Semua diperlakukan sama seperti keluarga kandung sendiri.

Bercermin pada konteks kekinian, sangat sulit menemukan pengusaha seperti sosok Sahat Silaban yang sangat memperhatikan karyawannya. Dia berupaya untuk menyejahterakan dan memajukan seluruh karyawanya tanpa pandang bulu. Ini adalah bentuk ungkapan kasih yang sangat luar biasa dan nyata, bukan retorika semata.

Komitmen Kasih

Sahat Silabah memiliki filosofi, mengasihi sesama sebagaiman Yesus mengasihi manusia. Hal ini sudah ditunjukkan dan dibuktikannya, yaitu dia mau menghibahkan tanahnya untuk dipakai dan dibangun Mesjid dan Gereja secara berdampingan. Tanah tersebut diberikan secara cuma-cuma.

Sosok Sahat Silaban juga sangat menghormati dan memperhatikan hamba-hamba Tuhan, teristimewa pendeta HKBP. Dia juga menghibahkan sebidang tanah kosong yang siap dibangun mejadi rumah tinggal layak huni untuk beberapa pendeta HKBP yang dianggap layak menerimanya. Tindakan ini dilakukannya, sebagai bentuk menerapkan Kasih Kristus bagi sesama.

Pemilihan Legislatif 2019

Pada kesempatan ini, Sahat Silaban juga bercerita bahwa pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 lalu, dirinyalah yang meminta agar dipindahkan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara ke Dapil Banten. Permintaan ini disampaikan secara langsung kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Meskipun dia ditahan untuk tidak pindah dari Dapil Sumatera Utara oleh Ketua Umum, namun Sahat Silaban bersikeras agar dirinya harus dipindahkan ke Dapil Banten. Jikalau tidak dipindahkan, maka dia lebih baik tidak ikut Pileg 2019.

Dengan demikian, perpindahan Dapil ini bukan karena tekanan atau paksaan dari siapapun. Bukan pula karena isu singkir menyingkirkan. Ini murni atas permintaan secara sadar oleh Sahat Silaban sendiri. Ia ingin memberi peluang besar agar Partai dan kader NasDem bisa menang di Dapil Sumatera Utara.

Perpindahan Dapil inipun disampaikan secara langsung kepada Martin Manurung, anggota satu partainya, yang maju di Dapil Sumatera Utara pada Pileg 2019 lalu. Martin Manurung, menurut Sahat Silaban, pada saat itu sangat senang dan berterimakasih, karena hal tersebut tentunya memberi peluang kemenangan bagi Martin Manurung. Sebagai bukti tanda kekerabatan, keakraban dan tidak ada konflik diantara mereka berdua, diakhir pertemuan tersebut, mereka berdua berpelukan yang erat.

Sekali lagi, Sahat Silaban kembali menunjukkan komitmen dan konsistensinya. Meskipun dia diminta beberapa kali untuk mengubah keputusan pindah Dapil, namun Sahat Silaban memilih untuk tetap pada prinsip dan keputusan yang sudah diambilnya.

Masih banyak kisah unik dan menarik yang bisa digali dan dibagikan dari kisah perjalanan kehidupan Sahat Silaban. Tentunya dari perjalanan hidup Sahat Silaban ada banyak mutiara yang bisa dikumpulka.

Oleh. Ashiong P. Munthe, dosen FIP UPH

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *