Handayo Budhisedjati HUT Ke V Vox Point Indonesia  Diharapkan Mampu Menyuarakan Nilai Kebenaran dan Keadilan

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu-Jakarta-Rentang perjalanan lima tahun usianya Vox Point Indonesia sudah berhasil mengembangkan kepengurusan hingga 20 Propinsi 76 Kabupaten/Kota serta 9 Negara. Tentu semua itu karena dampak yang dirasakan dengan kehadiran Vox Point Indonesia. Belum lagi ikatannya dengan gereja bisa menjadi kelebihan tersendiri dalam mengembangkan Vox Point Indonesia ini.

Dalam mensyukuri HUT ke 5 -nya, Vox Point Indonesia menggelar misa ekaristi atas perkenananNya hingga kini. Perayaan misa ekaristi dilayani Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo dan Romo Paulus Christian Siswantoko. Di mana dalam kotbahnya Mgr. Kardinal Suharyo mendasarinya dengan kitab Hosea 6 : 16 dan injil lukas 18:9-14.

Uskup Agung Jakarta tersebut menegaskan bahwa Vox Point Institute Indonesia adalah bagian karya Agung bagi Allah, sesuai dengan peran nabi yang antaranya selalu dekat dengan Allah, Mgr. Ignatius Suharyo lebih lanjut mengatakan bahwa peran seorang nabi tidak pernah ketinggalan zaman dan nabi akan selalu mencari Tuhan melalui doa dan kontemplasi yang bahasa kekiniannya menganalisa situasi baik dalam membaca situasi politik, sosial dan keadilan.

Sebagai nabi kesimpulannya akan lebih menyukai penyerahan kepada Allah daripada korban bakaran, ungkap Mgr Ingantius Kardinal Suharyo yang disampaikan dalam kotbahnya,  Sabtu 13/3/21 di Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Sorga Paroki Katedral Jakarta. Mgr Ignatius Suharyo sendiri berharap Vox Point mampu berperan sebagai nabi Allah sehingga  menyuarakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Pada kesempatan HUT ke 5 ini,  Yohanes Handoyo Budhisedjati Ketua Umum Vox Point Indonesia  menegaskan bahwa Vox Point Indonesia lahir karena kejadian atau suasana kebangsaan yang terkoyak, atas dasar keprihatinan yang mendalam itulah organisasi Katholik ini lahir. Oleh karenanya Vox Point Indonesia ada untuk selalu mengingatkan akan adanya komitmen kebangsaan.

“Sebagai organisasi kami, Vox Point Indonesia berkomitmen membentuk kader yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa karena tanpa kesatuan NKRI hanya menjadi legenda saja”, ujar Handoyo yang juga pengawas Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia ini mantab.

Handoyo kembali menegaskan tidak hanya pemerintah saja dan perangkatnya untuk mengelola keberagaman, hubungan antar agama yang di kenal  dengan wadah FKUB. Namum disadari  masih banyak kasus intoleransi yang muncul kepermukaan, terjadi tajamnya perbedaan dalam melihat satu peristiwa dan umumnya dilanjutkan bentrokan fisik, blockade lokasi, demo dan lain-lain.

Tentu kondisi inilah yang dirasa sangat memprihatinan Vox Point Indonesia dan tentu juga menjadi keprihatinan kita bersama sebagai sebuah bangsa.

Handoyo menerangkan bahwa keberadaan Vox Point Indonesia sudah ada di 20 provinsi 76 kabupaten/kota dan 9 negara,  menyorot tajamnya persoalan pendirian rumah ibadah yang masih menjadi salah satu persoalan, seperti beberapa kasus pemugaran atau renovasi ibadah yang sering menimbulkan konflik.

Vox Point sendiri dalam kiprahnya menjembatani komunikasi semua pihak, pandangan kami bahwa adanya perbedaan, bukan ada permusuhan sebab kita semua adalah anak bangsa yang pasti mencintai tanah air tumpah darah. Kemudian dalam mengembangkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi takeline Voox Point Indonesia

“Langkah kami untuk menjadi sahabat semua orang, menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan kelompok maupun golongan dan kami mendapatkan teladan dari bapak Paus Franxicus dalam gerak langkahnya”, ujar sosok yang dekat dengan berbagai ormas Kristen dan Katolik ini.

Selanjutnya peran menjaga kedamaian kesejukan dan dukungan penuh bagi kerukunan bangsa adalah wujud dan manifestasi Vox Point Indonesia yang hari ini diperingati ulang tahunnya ke lima.

Perayaan ulang tahun kali ini sengaja mengambil tema kerukunan antar umat beragama kunci keutuhan NKRI dan ini yang terus juga digaungkan pimpinan nasional bangsa Indonesia.

Harapannya ke depan semoga kehadiran Vox Point Indonesia dapat memperteguh komitmen bersama dalam menjaga NKRI dari tindakan-tindakan intoleransi, politisasi agama dan lainya.

Dalam rangkaian perayaan HUT ke V Vox Point Indonesia juga hadir Direktur Jendral Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodra dalam kesempatan tersebut Yohanes juga mengajak pentingnya moderasi agama. Makanya dalam rangka menerapkan moderasi beragama itulah peran Vox Point yang kebetulan bersinergi dengan Gereja sangat penting dalam mensosialisasikannya.

Sesuai dengan peran Vox Point Indonesia dan sekaligus sesuai tema yang diangkat dalam perayaan kali ini,  maka perayaan tersebut juga dirangkai dengan Webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama baik dari Islam, Hindu dan sebagainya.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *