HUTANG BUDI Eko Sriyanto Galgendu Kepada Sri Susuhunan Pakubuwana XII. NDODOG ATI LAN NYAWIJI

Ayo Bagikan:

Surakarta majalahgaharu.com Kebesaran dan Keagungan menjadi Suri tauladan kebijakan kepemimpinan.

Diawali dengan 1000 Tumpeng Perdamaian yang diselenggarakan di tahun 2000 di Pagelaran Karaton Surakarta Hadiningrat merubah babag baru kehidupan dari Eko Sriyanto Galgendu.

Bathin Kang Tresno menjadi wujud penggambaran yang lebih jelas dalam menjelaskan rasa sayang dari Sinuwun Pakubuwana XII terhadap siapapun anak bangsa yang terpanggil untuk mendekat kepada beliau. Tuntunan lan tatanan terjadi secara alami, untuk mengerti dan memahami apa yang menjadi kehendak dan maksud dari Sinuwun Paku Buwana XII.

Kalau kita bertanya kepada beliau dan dijawab ” Mengko lak ngerti dhewe ” Maka ada palilah ndalem, akan ada pengertian yang memberi tahu dengan sendirinya. Kadang pemberitahuan lewat suara yang membisiki atau lahir dari hati kita sendiri.

Karena kita berusaha menyatu dengan maksud dan tujuan beliau terhadap pengabdian dan pengorbanan kepada Bangsa dan Negara. Maka Kebesaran dan keagungan seorang Sinuwun juga Menyatu dalam Dunung lan Pangucap menjadi Sabda Kang Sejati.

Maka kalau kita sudah diarahkan beliau ( Dunung ) dan sudah diucapkan ( Pangucap ) oleh beliau, maka itu menjadi Sabda Kang Sejati. Tetapi memang tidak mudah memahami pangandika dan perilaku dari Sinuwun Pakubuwana XII. Karena beliau sendiri yang berkeinginan untuk ” semuanya tidak perlu tahu “.

Pakubuwana ke XII saat bertahta Keraton Surakartahadiningrat

Semuanya tidak perlu tahu rasa hati dan pengorbanan dari Seorang Sinuwun Pakubuwana XII. Cinta dan pengabdian, pengorbanan pada negeri dan kasih sayangnya kepada putra – putri ndalem. Semua tidak perlu tahu . Karena beliaulah seorang

“PAKUBUWANA ” yang akan mempertanggung jawabnkan nanti di kemudian hari. Kepada leluhurnya dan Kang Amurba Amisesa JaGad, mengenai SangKan Paran Ing Dumadi lan Dumadi Ing Sang Kan Paran Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sewaktu Sri Susuhunan Pakubuwana XII menerima Anugrah Ndalem sebagai Bapak Spiritual Perdamaian Dunia. Maka ini menjadi babag baru dari SANG GA BHUWANA. Babag baru dari kehidupan serta Langkah- Jangkah – Jangka selanjutnya dari siapapun penerus cita-cita Sri Susuhunan Pakubuwana XII. Sebagai JaGad Alit lan JaGad Ageng.

Acara : Tonggal Awal Pertemuan Spiritual Persaudaraan Bangsa – Bangsa Di Dunia. Yang dimulai penyelenggaraannya pada Sabtu – Minggu, 13 -14 Agustus di Ndalem Purwahamijayan Karaton Surakarta Hadiningrat . Merupakan Wujud Bathin Kang Tresno untuk melanjutkan harapan dari Bapak Spiritual Perdamaian Dunia

“Sri Susuhunan Pakubuwana XII”.

Wujud Bathin sebagai seorang anak bangsa kepada beliau untuk ” Mikul Dhuwur Mendhem Jero “. Wujud Bathin sebagai Rasa Terimakasih “Rumangsa Utang Budhi ” kepada Sri Susuhunan Paku Buwana XII.
Wujud Bathin untuk NDODOG ATI LAN NYAWIJI.

BHuMi JaWa, 7 Agustus 2022
Rah Ayu – Rah Ayu – Rah Ayu
Persembahan :
Eko Sriyanto Galgendu

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

FOKBI Sambut HUT ke4th ".The Largest Poco Poco Dance Guinness World Record". tahun 2022

Sun Aug 7 , 2022
JAKARTA – MAJALAH GAHARU┬áPada hari Jum’at, 5 Agustus 2022. Telah dilaksanakan kegiatan olahraga berjoget poco poco bersama Ormas FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia), yang telah di laksanakan pada pagi hari Pukul 06.00 sd 09.30 Wib bertempat di gedung area terbuka Kementrian Pemuda dan olahraga, Senayan, Jakarta (05/08/2022). Acara tersebut […]

You May Like