Bhikkhu Dhammashubo Mahathera Terus Menyapa Nusantara, Menapaki Indonesia Demi Menumbuhkan Kebajikan

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu Jakarta Perjalanan panjang Bhikkhu Dhammashubo Mahathera masih terus berlanjut. Sejak bulan Mei, Juni, hingga Juli, beliau tanpa lelah mengelilingi berbagai wilayah di Indonesia, melintasi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Sulawesi Selatan. Perjalanan dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara, serta hingga kini belum berakhir.

Semakin jauh langkah yang ditempuh, semakin besar pula rasa cinta beliau kepada Indonesia. Bagi Bhikkhu Dhammashubo Mahathera, setiap perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan pengabdian untuk menebarkan nilai-nilai kebajikan, persaudaraan, dan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Sejak langkah pertama hingga harapan di penghujung perjalanan, tujuan beliau tetap sama: demi Indonesia yang lebih damai, harmonis, dan penuh kebajikan.

Apa yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga, sementara hari esok masih menjadi misteri. Namun yang pasti adalah saat ini waktu untuk terus berbuat baik dan menghadirkan manfaat bagi sesama.
Di tengah perjalanan yang panjang, Bhikkhu Dhammashubo Mahathera menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna:

“Yang dulu sudah berlalu, esok belum terjadi. Yang pasti adalah hari ini. Biarlah usia terus berkurang, tetapi kebajikan harus terus bertambah. Demi Indonesia yang kita cintai.”

Perjalanan ini menjadi cerminan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak selalu diwujudkan melalui jabatan atau kekuasaan, melainkan juga melalui keteladanan, pengorbanan, dan langkah nyata yang membawa harapan bagi masyarakat Indonesia.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Delapan Dekade Panji Gumilang: Dari Ma'had Al-Zaytun Menuju 500 Titik Pendidikan untuk Indonesia

Fri Jul 31 , 2026
Majalahgaharu Indramayu  Usia 80 tahun bukan akhir perjalanan. Bagi Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, usia itu justru menjadi titik tolak baru. Pada Kamis, 30 Juli 2026, keluarga besar Ma’had Al-Zaytun menggelar peringatan Milad ke-80 sang pendiri di Grand Musola Rahmatan Lil Alamin, Indramayu, Jawa Barat. Acara ini bukan sekadar seremoni. […]

You May Like