Pdt. Jason Balompapueng Ketua Umum PGPI : Terbuka untuk Berdialog Demi Kemajuan, Kerukunan dan Kesejahteraan Umat, Bangsa dan Negara.

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu-Jakarta-Ketua umum Persekutuan Gereja- Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Pdt. Jason Balumpapueng, bersama dengan unsur pengurus pusat PGPI menggelar dialog dengan Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia yang di pimpin oleh Ketua Umum Yusuf Mujiono pada Rabu, (5/5) bertempat di Kantor Pusat PGPI, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Dialog bertajuk Warna Kebangsaan membicarakan beberapa isu-isu terkini dan apa yang menjadi visi, misi PGPI dan program kerja bagi umat khususnya serta masalah sosial kemasyarakatan pada umumnya.

Berbagai pandangan dan pendapat diutarakan oleh Ketum PGPI dan Jajarannya dalam dialog bersama PEWARNA INDONESIA yang hadir dalam dialog tersebut.

“Prinsipnya PGPI sangat concern dengan perkembangan situasi bangsa dan negara, namun untuk menyikapinya perlu hati2 dan bersandar pada fakta yang benar, ungkap  Pdt. Jason, yang didampingi pengurus Terasnya antara lain , Ketua Pdt. Dr. Eliver Rajagoekgoek dan Pdt. Dr. Sadikun Lie, Bendum Pdt. Drs. Hendra Gunawan, Sekertaris, Pdt. Jusuf Agustian MTh dan Pdt. Ir. Ronald Tampubolon.
Menurutnya hubungan baik dengan Pemerintah daerah juga harus dijaga dengan kemitraan sejajar dalam pembangunan mental/spritual.

Dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara menurut Jason kita harus menjadi “Garam dan Terang”. Menjaga Kerukunan antar umat beragama dimulai dai lingkungan tempat tinggal dan dimanapun kita berada.

Menyikapi Perkembangan Teknologi, Pdt Jason berpendapat bahwa teknologi mengakibatkan globalisasi berlangsung cepat dan interaksi aktip masyarakat Dunia.

Kehadiran Media Sosial (Medsos) seperti facebook, instagram dan seterusnya membuat hubungan antar manusia tanpa batas. Informasi dan komunikasi berlangsung cepat. Keadaan ini membutuhkan kesiapan umat menyikapinya secara bijak dalam terang kebenaran Firman Allah.

Mendengar pandangan dan pendapat yang disampaikan oleh ketum PGPI dan jajarannya, Ketum Pewarna Yusuf Mujiono mengatakan bahwa, Pewarna Indonesia hadir untuk memberitakan kepada masyarakat luas. “Dengan pemberitaan oleh banyak media maka, publik dan bahkan pemerintah akan memberi perhatian” Jelas Yusuf. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pewarna Indonesia selama ini sudah menjalin hubungan baik dengan banyak pihak dan turut terlibat dalam pergerakan aksi sosial  dan aksi moral.

Beberapa pertanyaan dari Anggota Pewarna yang hadir dijawab dengan baik oleh ketum PGPI dan Jajarannya. Dialog kebangsaan berlangsung aktif dan hangat hingga pukul 15.30.

Berikut Ini 5 hal yang perlu diketahui oleh umat Kristen dan masyarakat luas untuk mengenal PGPI lebih dekat.

Pertama, PGPI adalah Organisasi Gereja / Lembaga Keumatan yang tidak terlibat dalam politik praktis. Tetapi harus hadir untuk melayani, membawa damai dan memberitakan Injil dalam dunia politik.

Kedua, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang hadir dan membina hubungan yang baik dan mendukung semua pemerintahan yang sah, dimanapun, siapapun, dan apapun agamanya, untuk membawa suara kenabian bagi pemerintah dan bangsa ini.

Ketiga, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang tidak terlibat dan tidak mau dilibatkan dalam dendam politik  ataupun  luka politik masa lalu, karena tugas Gereja adakah melakukan Firman Allah dalam Matius 5:44. Kasihilah Musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Keempat, PGPI adalah Organisasi Aras Gereja yang wajib untuk Menjadi Garam dan terang bagi bangsa ini, sebagaimana Firman Allah katakan dalam Matius 5:13-16.

Matius 5:13-16 (TB)  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Kelima, PGPI adalah Organisasi Gereja yang akan tetap melaksanakan semua program Organisasi yang telah ditetapkan untuk membangun jembatan dialog yang konstruktif dengan semua elemen Bangsa dalam rangka membantu dan mendukung sepenuhnya semua upaya dan kebijakan  Pemerintah yang sah baik pusat maupun daerah untuk menjaga dan memperkuat kerukunan dan toleransi dan moderasi beragama di masyarakat  dan Bangsa yang majemuk ini dalam bingkai NKRI. Bhinneka Tunggal Ika yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *