Penginjilan Menghadapi Tantangan dari Internal Gereja dan Kekristenan Sendiri

Ayo Bagikan:

Surabaya, Majalah Gaharu – Di sela persidangan musyawarah nasional Gereja Kristen Marantha Indonesia, GAHARU menemui pendeta Tumiur P. Sihombing, S.Th yang ketika itu hadir dari Jakarta. Tumiur menegaskan di tengah kuatnya tantangan terhadap perkembangan pemberitaan Injil, strategi yang tepat perlu dimiliki demi keberhaslian penginjilan, terang Ketua V Bidang Penginjilan Pengurus Pusat Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Pdt. Tumiur P. Sihombing S.Th di saat jeda dalam helatan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) GKMI yang dihelat di Surabaya, 10 hingga 11 Oktober lalu.

“Sebagai salah satu tugas gereja, penginjilan harus dilaksanakan di segala tempat dan segala waktu. Sesulit apapun tantangan yang dihadapi, gereja harus melakukan penginjilan, karena itu perintah Kristus. Agar dapat berjalan dengan baik dan dapat menghadapi tantangan, pola penginjilan harus disesuaikan dengan perkembangan jaman, kalau tidak repot,” ungkap Pendeta yang juga Gembala Jemaat GKMI Sunter, Jakarta ini.

Terkait dengan tantangan jaman, gembala jemaat yang aktif dalam pelayanan penjara sejak era -80an ini menyatakan bahwa tantangan dapat berupa tantangan internal dan juga tantangan eksternal. Kedua hal tersebut menurutnya berjalan seiring sejalan dengan praktik penginjilan yang sedang berlangsung.

Mengenai tantangan jaman yang bersifat internal, Pdt. Tumiur menyatakan, “Tantangan internal adalah tantangan yang berasal dari gereja dan Kekristenan sendiri. Beberapa diantaranya seperti, kesadaran untuk melaksanakan pentingnya penginjilan, keterbatasan tenaga sarana dan prasarana, keterbatasan anggaran dan kekurang siapan tenaga yang total terpanggil dalam pelayanan penginjilan.”

Tantangan tersebut menurutnya, selama ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan gerakan penginjilan. Jika tantangan dapat diatasi, menurut Tumiur, pelayanan penginjilan akan dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu untuk faktor eksternal, Pendeta yang juga dikenal memiliki kepedulian pada pelayanan penginjilan kelompok marginal ini menyatakan,”Faktor eksternal ada beberapa seperti kondisi politik, aturan, kondisi alam dan masyarakat.” Hal ini menurutnya harus dikelola dengan baik.

Pada bagian lain, ketika dikonfirmasi mengenai formulasi yang akan diterapkan dalam pengembangan penginjilan di lingkungan Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) ia menyatakan,”Kami akan rumuskan pola penginjilan yang sesuai dengan perkembangan jaman dengan semangat yang terus kami jaga, yaitu semangat totalitas pelayanan bagi Tuhan dan kebersandaran penuh kepada karya Roh Kudus,”. (Yosua/Foto Budi).

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *