PGLII Gelar Ungkapan Syukur Atas Suksesnya Acara World Evangelical Alliance

Ayo Bagikan:

Jakarta, Majalahgaharu.com-Gelaran General Asembly World Evangelical Alliance (WEA) yang berlangsung sejak tanggal 7-14 November telah sukses terselengara. PGLII sebagai tuan dan nyonya GA WEA yang diikuti 91 negera, sukses menggelar gawean skala international tersebut, terbukti berjalan sebagaimana yang direncanakan. Mensyukuri atas terselenggaranya GA WEA tersebut malam itu pihak panitia dan pimpinan pusat PGLII mengadakan ibadah pengucapan syukur dan Apresiasi Host Commiottee, Senin 25/11/19 bertempat di  The Financial Club Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan.

Pdt. Dr Ronny Mandang Ketua Umum PGLII mengawali ibadah pengucapan syukur dengan kotbahnya yang diambil dari Wahyu 4:1-4. Ronny mengatakan seperti ungkapan banyak penyair yang lebih suka di keramaian, maka ketika keramaian itu sudah berlalu  banyak yang tak  siap.  Untuk itu terang Ronny mari belajar melihat ke dalam untuk memberi keseimbangan di keramaian.

Seperti kisah Yohanes saat di Patmos saat sendiri kadang menggelisahkan, namun ada sesuatu yang sebetulnya bagus saat sendirian karena disaat keramaian orang jarang melihat hati. Cerita Yohanes yang menyandarkan di dada Yesus menurut Ronny bahwa Yohanes mengerti detak jantung Yesus, artinya ketika mengerti detak jantung Yesus dia mempercayai sepenuhnya akan pertolongan Tuhan.

Banyak dari orang saat keramian kadang tidak melihat Tuhan, malah ada orang-orang tertentu merasa sepi di tengah keramaian. Seperi saat ini keramian GA WEA telah berlalu pertanyaannya apakah mau bersambung lagi atau pasca WEA kita akan melihat kebesaran Tuhan. Seperti dalam cerita Yesaya yang melihat jubah Allah justru saat melihat raja Uzia mati.

Pendeta Anton Tarigan selaku ketua panitia WEA merasa terharu dan tak kuasa menahan tangis ketika menyaksikan bagaimana perjalanan WEA hingga usai di gelar. Dalam sambutannya Anton tak hentinya mengucap syukur karena semua boleh berjalan semata hanya anugerah Tuhan saja. Anton mengisahkan semenjak ditunjuk sebagai ketua panitia sepanjang pengenalan 4 bulan, panitia  belum punya apa-apa? Apa yang bisa dilakukan hanya trus berdoa tetapi rasanya justru Tuhan lebih jauh.

Tak mau patah semangat lalu mengubah doanya lebih pagi dari biasanya. Bermula dari situlah akhirnya mujizat demi mujizat dan Tuhan menjawab doanya

Melalui pengalaman iman dalam kepanitiannya ini, Anton mengakui semakin mengenal Tuhan dan juga mengenal tim dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Namun Anton bersyukur mampu menjalani tugas ini semata pengalamannya menjadi gembala.

Dari apa yang dialami sepanjang menjadi ketua panitia Anton mengalami peregangan streaching. Jadi kalau awalnya biasa biasa akhirnya melakukan yang ekstra luar biasa. Demikain juga dengan peregangan iman yang luar biasa pasti Tuhan menolong. Sepanjang harus memiliki iman disiplin dan kerja keras.

Benar saja setelah  mengetahui bagaimana acara berlangsung sakit itu terobati. Bukan itu saja dari acara ini menambah Prsahabatan dengan berbagai pihak,  baik orang dalam negeri sendiri maupun luar negeri. Dan bertambah bersahabat dengan tim ibu ILona, Pak Tony lewat acara WEA boleh membangun persahabatan dengan orang-orang penting di negeri ini. Itulah pengalaman yang sangat bernilai menjadi ketua panitia WEA yang akhirnya banyak mendapat apresiasi dari peserta.

Tentang apresiasi dari peserta ini juga disampaikan ketua majelis Pertimbangan Pdt. Dr Nus Reimas bahwasannya inilah pertama kali PGLII menjadi host international dan itu kehormatan yang luar biasa. Selain itu terang Nus tak kalah penting bahwa mujizatnyapun luar biasa, hal itu sepanjang kita penuh tanggung jawab pasti Tuhan berikan.

“Ada peserta dari luar negeri ini yang mengatakan kepada saya, acara GA WEA selama ini, Indonesia yang paling baik in the best”, saksinya bangga.

Oleh karenanya Pdt Nus Raimas mengajak bahwa Kita tak boleh berkecil hati di tengah-tengah tantangan bangsa ini, dan hendaknya PGLII menjadi berkat bagi bangsa di tengah berita yang simpang siur penuh hoax dan ketidak pastian, namun mari  kita harus jadi berkat untuk menjawab kondisi bangsa saat ini.

Sebagai ungkapan rasa terimakasih atas kerja keras panitia, PP PGLII memberikan apresiasi berupa medali dan piringan semua itu bentuk dari rasa terimakasih atas kerja keras panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan hingga penyelenggaraan acara WEA.

Facebook Comments
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *