POMADE Rayakan Natal Tahun Baru dan Kuncikan Tahun Disatukan Dalam Kasih Kristus

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu Depok Pdt Nico Sambur, ketua dan pendiri Paguyuban Orang Manado Depok (Pomade) merupakan bentuk organisasi sosial kemasyarakatan dan kekeluargaan, didirikan 16 September 2020 lalu yang hadir di tengah lingkup masyarakat sebagai bentuk organisasi sosial yang kini berkembang pesat, saat pertama kali dibentuk di Jalan Bungur, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas. Saat kini sudah beranggotakan 400 orang.

“Ini bukan sekedar perayaan natal dan tahun baru, tetapi acara Kuncikan & HUT ke 6 Thn Paguyuban orang Manado dan sekitarnya.

Perayaan natal, tahun baru dan kuncikan menghadirkan pembicaranya, Pdt. Talita Doodoh dan bintang tamu: Randi Lapian, Letjie Sampingan, Sandra Lintang, dan tarian Kabasaran ( tarian perang) dan tarian menjemput para pejabat, acara digelar Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di gedung koperasi BRIMOB kelapa dua, Depok” kata Niko.

Selanjutnya Niko menjelaskan, “Kuncikan biasanya dirayakan orang Manado di akhir bulan Januari, atau minggu akhir di bulan Januari, ada istilah bekin kuncikan tahun baru, dan beribadah dengan harapan sepanjang tahun, Tuhan akan menjaga, melindungi, memberkati segala usaha kerja. Selain perayaan, ada ibadah, dan makan makan bersama, mempererat dilaturahmi, kebersamaan dan kerukunan. Dengan harapan masing masing orang manado bisa menangkap berkat dari Tuhan, dan berbagi kepada sesama”

Acara diawali dengan tarian perang Manado Kabasaran, tarian penyambut tamu, disusul masuk prosesi iring iringan pengurus pomade depok, dipimpin ketua panitia natal Pdt Sendy Paat. Dilanjutkan pengurus Pomade menyajikan gerak tari dan lagu khas manado dan narasi dipimpin oleh pemandu acara Pdt Rocky

Setelah itu hening sejenak jemaat yang hadir sekitar 350an menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dipandu oleh Pdt Sendy.

Ketua Pomade, Pdt Niko Sambur ketua Pomade dan Pdt Sandy Paat ketua panitia, menyambut para tamu undangan.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru, HUT Pomade ke 6 tahun dan Kuncikan ini dihadiri lebih dari 350 an. Kita bersyukur ditengah cuaca iklim yang ekstrim hujan terus, acara tetap berjalan tanpa hambatan apapun. Mengucapkan selamat datang dan dari wakil pemerintah kota Depok, pembicara Pdt Talita Doodoh serta artis – artis pendukung acara. Salam hormat yang tulus para pendiri Pomade 6 tahun yang lalu di era pemilu 2019 : Ev Adolf Posuma, Ev Edi Rumondor, Pdt Stenly Dien, dan saya sendiri”, kata Pdt Niko Sambur.

“Ucapan terima kasih, buat pengurus Kawanua Brimob, Depok, Cibubur, ketua API Depok – Pdt Roland Samuel, Green Fores Bogor, PD Alfa Omega, ketua Pondok Daun Ministri, para penasehat : Dr Daniel Palit, Pdt James Pangau, Pdt Jhon Kiencen, Pdt Noni, Pdt James Burnama. Dan terima kasih tim PW, panitia natal Pomade yang bekerja keras berdoa, para donator”, kata ibu Pdt Sendy

Pihak pemerintah kota Depok memberikan pesan natal yang di wakilkan oleh Kesbangpol, Sri Rejeki Marsinta, S.H., M.Hum, yang menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), khususnya di Kota Depok. Pesan singkat buat natal Pomade dan masyarakat kristiani di kota Depok, “Mari Jadikan Kesbanpol sebagai agen perdamaian, perekat persatuan, hidup rukun berdampingan, mewujudkan kota depok yg rukun beragama, semangat gotong royong, mari kita lawan berita hoax..penghancur bangsa, mari kita membangun semangat kebhinekaan, Selamat natal dan tahun baru, damai natal bersama kita”, kata ibu Sri Rejeki.

Adolf Posumah, mantan penyiar reportase RCTI, sebagai penasehat dan pendiri Pomade, berkata : “6 thn yang lalu saya masih ganteng, sekarang seperti ini, siap-siap menghadapi segala perubahan. Pomade jangan pernah berubah dengan motto Pomade, ingat kata bertuah minahasa : Sitou Timou Tumou Tou artinya Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain, Torang Samua Basudara artinya Kita Semua Bersaudara, Pakatu’an wo Pakalawizen artinya Panjang umur dan sejahtera, I Yayat U Santi artinya artinya Angkatlah Pedang, perang, Mapalus artinya Gotong royong/saling menolong, Cita Waya Esa artinya Kita Semua Satu, dan Katowan intow tanu rukut maweles artinya Hidup manusia seperti rumput, kelak akan layu”

“Mari Pomade, kita gotong royong, Jangan pepatah menjadi teori saja, jadilah pemimpin jangan lupa diri dengan asal usul. Pomade harus saling baku manis, orang boleh berubah, Pomade tetap harum dan bersatu di kota Depok”, kata om Adolf

Pembicara, Pdt Talita Doodo, mengawali kotbahnya dengan pujian bersama suami dan anak tercinta. Tema natal Pomade, “Disatukan dalam kasih Kristus, Diharumkan dalam persaudaraan”. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera, Efesus 4:2-3

Dalam kotbahnya yang berapi- api, gaya kombinasi kata tegas, lugas, lantang, kocak, dengan bahasa yang kuat, jujur, dan tidak bertele-tele, apa adanya. Pdt Talita berkata : “Kita kumpul di disini karena kasih Kristus. Harus baku yang positif, dalam bahasa Manado, kata “baku” berarti “saling”. Semisal baku dapa (bertemu/berjumpa), baku ciong (berciuman), baku sedu (bercanda), dan baku piara (saling memelihara. Dan yang harus diutamakan baku sayang, juga para pendeta hamba Tuhan harus menyerukan persatuan”

Pembicara memaparkan, “tradisi orang Manado, soal makan dan minum, pesta pora tidak ada yang melawan, karena kita diberkati Tuhan. Dimana orang Manado berpesta disitulah ada banyak orang yang hadir, ada banyak yang bawa berkat, semoga Pomade Depok selalu ada berkat”

Selanjutnya Talita bersaksi, hampir tidak bisa hadir di Natal Pomade, karena tinggal di perumahan Harapan Indah Bekasi, tetapi kondisinya terkena banjir, artinya didunia ini tidak menjamin sesuatu yang indah. Tetapi selama kaki masih bisa berjalan, berjalanlah untuk mencari jiwa. Jika saudara menjadi pejabat atau anggota dewan janganlah tinggi hati, jangan menjual Tuhan Yesus.

“Orang manado boleh berpesta pora, tetapi harus punya sikap penuh kasih, lemah lembut. Pesta pertama ada di dalam keluarga, kisah Tuhan Yesus di Perkawinan di kota Kana, Yesus mengubah air berubah menjadi anggur. Oleh karena itu, dimulai dari keluarga untuk penginjilan. Kalau keluarga rapuh maka hancurlah keluarga kita”, kata Pdt Talita

Talita Doodoh mengingatkan keluarga besar Pomade, “Belajarlah kepadaku, kata Tuhan Yesus. Para istri harus sehati, sepikir bersama suami, karena gereja terkecil adalah keluarga. Jadilah istri yang bijak, istri sebagai penolong bagi keluarga. Ibu- ibu Pomade harus cantik dari hati yang terpancar, bukan karema kecantikan skincare atau perawatan kulit, tetapi muka para istri harus menyala bersama Yesus, bukan skincare”

“Bapa-bapa Pomade cintailah istrimu dengan sepenuh hati, bertobat, hindari gaya hidup yang berkelimpahan, gaya moderen. Bapa – bapa berdoalah dan kasihilah keluargamu, istri dan anak-anakmu”
Pesan terakhir Pdt Talita, “Hidup kita hanya sesaat saja, mari kita pikirkan hidup ini bersama dengan Tuhan Yesus. Persatukan dan prioritaskan kekuarga kita diatas segalanya, baru komunitas-komunitas yang lain”

Kotbah ditutup dan diakhiri ucapan : Selamat Nataru dan Ultah Pomade, pujian mesra bersama suami tercinta Pdt Jofie. Satu persatu pasutri maju kedepan, ikut dan berdansa mesra dengan iringan pujian yang indah

Penyalaan Lilin Pomade, diwakilkan hampir 17 lilin natal, antara lain oleh Pdt Talita Doodoh, Ketua Pomade Pdt Niko Sambur, Ketua Panitia Pdt Sendy, Pembina Pomade Ev Adolf Posuma, Ketua API – Pdt Roland M Samuel, dan yang lainnya.

Acara terakhir perayaan natal, diawali dengan makan bersama, hiburan oleh artis artis manado, keluarga besar Pomade. Serta penarikan Doorprize, penampilan busana terbaik, pembagian sembako untuk para gembala, dan doa penutup dan berkat dibawakan oleh : Pdt Jhon Keincen

Reporter : Pdt. Andreas Poniman S.Th, S.PdK

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Rapat Lengkap Maper dan PP PGLII Perkuat Sinergi dan Strategi Pelayanan

Sun Jan 25 , 2026
Majalahgaharu Tangsel  Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) sukses menggelar Rapat Lengkap Majelis Pertimbangan (Maper) dan Pengurus Pusat (PP) yang berlangsung di Soll Marina Hotel, Serpong, pada 23–24 Januari 2026. Pertemuan strategis ini menghasilkan sejumlah keputusan penting yang berfokus pada penguatan internal organisasi serta respons gereja terhadap isu-isu kebangsaan. […]

You May Like