
MajalahGAHARU.COM – Memang agak beda. Satu kata, luarbiasa. Jempol layak disematkan untuk Panitia Natal Nasional 2025 yang diketuai Maruarar Sirait. Natal Nasional ini tidak hanya berdampak dan sederhana -sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto- Natal tahun ini cakupannya luas, berdampak bagi ribuan warga di seantero Indonesia dan paling penting lagi sumber anggaran mengandalkan gotong royong “royo-royo.”
Tidak melibatkan dana APBN dan BUMN. Dalam waktu relatif singkat terkumpul dengan mudah 72 miliar. Terkait sumber anggaran, istimewanya, bukan hanya disumbang dari kalangan umat Kristen/Katolik saja tetapi juga dari donasi umat lain, seperti Islam dan Budha.
Sebutlah misalnya partisipasi Rosan Roeslani (CEO Danantara), Muhammad Qodari (Kepala KSP), James Riady (Lippo Grup), Boy Tohir, Sherly Tjoanda dan nama-nama tenar lainnya. Tentu saja urunan panitia juga.
Keterlibatan mereka semakin membuat semarak Natal Nasional 2025 jadi penuh makna dan mungkin susah diulang. Natal menjadi berkat dan bawa damai bagi dunia, benar wujud nyata.
Sepanjang pengamatan penulis, rasanya belum pernah menyaksikan Panitia Natal Nasional dengan format yang demikian terencana dan cakupan demikian luas. Program panitia dilaksanakan di berbagai daerah dan kota setidaknya di 15 Titik. Aceh, Sumut, Sumbar, Jakarta, Jawa Barat, Jatim, NTT, Sulsel, Sulut, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
Dijalankan dengan tepat sasaran dan dengan transparansi anggaran. Sedemikian transparannya, semua panitia bisa mengakses dan bisa tahu secara detail penggunaan anggaran dan termasuk sumbernya darimana?
Aksi Sosial Massive
Gerakan aksi sosialnya yang massive dan membumi. Bukan saja hadir membantu di daerah bencana alam tapi menyentuh di 15 Titik di seluruh Nusantara. Dari Sorong-Tamiang dan Langowan-Ruteng.
Fokus tiga bidang. Kepedulian tinggi akan pendidikan, kesehatan dan kerohanian. Bidang pendidikan, 10.000 penerima beasiswa senilai 10 juta/orang di 10 Titik: Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalbar, Toraja, Sulut, NTT, Sumut (Toba dan Nias) dan Sumbar (Mentawai). Membangun Gedung Aula STT di Wamena.
Menyelenggarakan Seminar Nasional tema “Allah hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Mat 1:21-24) di 9 kota antara lain Medan, Bandung, Ruteng, Toraja, Manado, Sorong, Merauke, Ambon dan Jakarta
Dibidang kesehatan, menyalurkan 1.000 kursi roda. Memberikan santunan kepada penyandang disablitas. Membagikan 35 unit ambulance di 10 Titik termasuk untuk umat lain. Bisa dibayangkan kesibukan panitia mendistribusikannya.
Gereja juga tidak dilupakan. Panitia mengadakan renovasi 100 gereja di 10 Titik dengan masing-masing bantuan Rp 100 juta/gereja. Juga membantu delapan Aras Gereja Nasional: PGI, KWI, PGPI, PGLII, PBI, GMAHK, Bala Keselamatan dan GOI.
Membagikan 10.000 paket sembako dan termasuk pakaian. Tergresh akhir Januari panitia menyalurkan 2.000 paket sembako di Langowan (kampung halaman Presiden Prabowo) dan kota sekitarnya lainnya.

Tamu Kehormatan
Memberi kado natal melalui santunan untuk anak Sekolah Minggu, Koster, Yatim Piatu, Anak Sekolah Minggu, Guru Sekolah Minggu, Penyandang disablitas dan Guru Agama Kristen/Katolik. Tak tanggung-tanggung jumlahnya 3.000 orang (bantuan 1.5 juta/orang). Total keseluruhan 3.400 termasuk paduan suara dan tim orkestra.
Menariknya, mereka ini disebut “Tamu Kehormatan.” Mengambil tempat di gedung. Mereka benar-benar duduk berdampingan dengan presiden dan wakil presiden, pada perayaan puncak 5 Januari di Tennis Indoor Senayan. Mereka yang terpilih tentu cukup beruntung dan mungkin menjadi pengalaman sekali seumur hidup.
Beberapa catatan penting patut diapresiasi. Artis yang dilibatkan mengisi acara bukan artis nasional. Melainkan talent terbaik berasal dari berbagai gereja dan berbagai daerah, yang didatangkan khusus. Ini kesempatan langka karena bisa tampil layar TV.
Pohon Natal yang dihias dari bermacam buah didatangkan khusus dari berbagai daerah penghasil sentra buah di Indonesia (Nenas Subang, Jeruk Medan, Dukuh Palembang, Salak Bali dan lainnya). Ini jadi surprise tersendiri. Usai acara bisa dinikmati bersama-sama. Pohon Natal ini terbukti masuk MURI.
Puncaknya, ibadah dan perayaan natal 2025 Tennis Indoor, Senin (5/01/2026). Selain meriah benar-benar pesta rakyat. Puluhan pelaku UMKM menyajikan berbagai makanan khas rakyat. Siap sedia menjamu dan memanjakan para tamu kehormatan dan undangan. Tersedia di dalam ruangan maupun di area lapangan parkir.
Ketua Pelaksana Harian Pdt. Dr. Jason Balompapueng dan Sekretaris Umum Raymond Simamora sesuai arahan Ketua Umum, tak segan turun ke lapangan memastikan aksi sosial dan program berjalan sesuai dengan yang ditetapkan.
Demikian juga Pdt. Prof. Dr. Binsar Pakpahan tak kalah sigap mengkoordinir Seminar Nasional yang berlangsung di 9 kota. Hasil seminar akan dibukukan dan direkomendasikan ke pemerintah.
Tentu tak ada gading tak retak. Panitia Natal Nasional bukan malaikat. Mereka juga manusia biasa. Kritik disampaikan beberapa koster dan guru SM di Jabotabek yang mengeluhkan karena sulit atau tidak bisa mendaftarkan diri untuk tamu kehormatan. Mereka mengaku seharusnya lebih layak mendapatkan dengan segala keberadaannya.
Terlepas dari itu, Natal Nasional 2025 terbukti terselenggara dengan baik dan sukses. Di kesempatan itu, Presiden Prabowo mengajak agar menjadikan Natal untuk membawa damai untuk Indonesia. Presiden terlihat exciting juga mau tinggal berlama-lama. Bahkan berkenan menyanyikan lagu, “Sio Mamae” bersama kabinetnya. Pemandangan seperti ini cukup langka hanya bisa dilihat di Natal Nasional.

Tidak ketinggalan, seluruh panitia bersama Kapolri Jend. Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Hashim Djojohadikusumo (Dewan Penasehat) turut aksi. Mereka tampil kompak dan semangat membawakan lagu “Hidup ini Kesempatan” ciptaan Pdt. Wilhelmus Latumahina langsung dihadapan presiden dan disaksikan seantero Indonesia.
Bagaimanapun Natal Nasional kali ini sangat relevan. Nyata aksi-aksi sosialnya. Program-programnya membaharui dan jadi berkat buat banyak orang. Sangat relevan dengan tema “Tuhan Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Tentu saja bisa dibahasakan, kepedulian kita (panitia) bagi saudara-saudara kita yang mengalami bencana alam di Sibolga, Tapteng, Padang, Aceh dan Jatim.
Bihind the Scene
Bisa dikatakan, sukses acara ini adalah berkat kerja keras seluruh panitia. Panitia Natal Nasional 2025 boleh dikatakan rapat marathon (berjam-jam) demi suksesnya acara.
Aula PGI di Jl. Salemba Raya 10, Ruang Pertemuan KWI Jl. Cut Mutia dan meeting room Kementerian PKP di Jl. MH Thamrin menjadi saksi bisu rapat-rapat berlangsung, dalam mempersiapkan perhelatan besar dalam rangka perayaan Hari Raya Natal Umat Kristiani Indonesia tahun 2025.
Ora et labora disadari betul dalam menjalankan tugas kepanitian ini. Demi kelancaran Natal Nasional 2025 pantia secara rutin (kurun waktu 3 bulan) menyelanggarakan doa khusus bertempat di Kementerian PKP.
Mungkin, satu legacy penting yang dapat diwariskan Panitia Natal Nasional 2025 untuk panitia berikutnya adalah pelaksanaan Natal Nasional 2025 bisa dijadikan role model untuk tahun berikutnya. No APBN and No BUMN! Cukup andalkan gotong royong ala Pancasila Sakti.
Atas suksesnya Natal Nasional 2025. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akrab disapa Ara Sirait ketika diminta tanggapannya, “Semua untuk kemulian Tuhan dan oleh anugerahNya saja,” ujarnya singkat.
(Catatan Junyor Parhusip tinggal di Depok)
