Majalahgaharu Cisarua Bogor Dalam rangka membekali para hamba Tuhan agar memiliki wawasan kebangsaan, Persekutuan Gereja Gereja Pantekosta di Indonesia (PGPI) DKI Jakarta dalam kegiatan persekutuan dan kebersamaan gembala jemaat dengan tema To Be One Togetherness menggelar seminar Wawasan kebangsaan bertempat di hotel Seruni Cisarua Bogor Selasa 29 September 2026.
Seminar kebangsaan menghadirkan Dr. John Nathan Palinggi ketua harian Badan Interaksi sosial masyarakat (BISMA) yang berpengalaman sebagai pengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) sebagai pembicara tunggal.
Lewat paparannya Jhon menjelaskan bahwa bicara wawasan kebangsaan adalah cara kita sebagai warga negara dalam melihat memahami dan memposisikan diri terhadap kepentingan tanah air diatas kepentingan pribadi kelompok maupun golongan.
Sebagai dasar dalam memahami wawasan kebangsaan menurut John ada empat pilar utama yang perlu setiap warga negara lakukan yaitu dengan menjaga keutuhan bangsa.
Terkait empat pilar tambah John yang juga seorang pengusaha sukses ini diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Artinya, sebagai warga negara kita harus menempatkan Pancasila sebagai dasar atau pedoman dalam kehidupan berbangsa.
Dengan menerapkan dan melakukan tentang nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila yakni berketuhanan menghargai kemanusiaan memelihara persatuan dengan terus melakukan musyawarah agar tercapailah keadilan sosial bagi seluruh warga negara.
Lalu bagaimana dengan kita sebagai umat Kristen agar kehadiran kita di tengah bangsa ini bisa menampakkan wajah Kristus dalam kehidupan.
Untuk itu perlu mengupayakan misi ekonomi. Artinya bagaimana umat Kristen itu melakukan misinya dengan kekuatan ekonomi. Misalnya bagaimana umat Kristen secara bersama bersepakat mengumpulkan dana sebagai modal, lalu setelah terkumpul dikelola secara profesional.
Dengan modal yang terkumpul bisa digunakan untuk memberdayakan lahan-lahan tidur sebagai tempat pertanian untuk menanam sayur, singkong dan perkebunan dengan memperkerjakan orang-orang sekitar.
Selain itu bisa juga digunakan untuk pelatihan-pelatihan tenaga yang dkirimkan ke luar negeri sebagai tenaga kerja asing.
“Hanya dengan pendekatan ekonomi misi pekabaran injil itu bisa menjangkau banyak jiwa dan akan berjalan dengan baik ”, tukas John serius.
Seminar wawasan kebangsaan yang diikuti 500-an peserta dari para pendeta anggota PGPI DKI in dipandu langsung Ketua Umum PGPI Pendeta Jason Balompapueng. Seminar wawasan berlangsung menarik dan penuh semangat. Di mana pada sesi tanya jawab banyak yang bertanya,terutama terkait bagaimana gereja harus hadir di tengah keberagaman serta bagaimana menyikapi pemerintahan sekarang..
Dengan lugas John Palinggi yang selama 45 tahun sebagai pengusaha tanpa cacat ini mengajak agar umat Kristen tetap mendoakan bagi presiden agar mampu menjalankan pemerintahan dengan baik.
Sementara menghadapi tantangan adanya pelarangan rumah ibadah tetap dengan berupaya mengikuti aturan yang ada. Dan pentingnya sebagai umat Kristen bersosialisasi di tengah lingkungan dengan terus melakukan kebaikan karena perbuatan baik itu kemanusiaan tertinggi.
Ditemui sebelum memberikan seminar John Palinggi mengatakan bangga diundang PGPI yang bertepatan dengan ucapan syukur ke-47 tahun yang sekaligus kegiatan kebersamaan anggota PGPI DKI Jakarta. John berharap agar kegiatan ini mempererat hubungan kasih sayang diantara para pendeta pelayan pengurus sinode dan tentu jemaat dan masyarakat.
“Kegiatan semacam ini sangat penting dan sangat strategis dan saya berbahagia diundang untuk ikut merasakan kegembiraan saudara-saudara anggota PGPI DKI Jakarta”, terangnya bangga.
Untuk itu pesannya tetaplah memelihara kerukunan persatuan dan juga tetaplah melayani Tuhan sekalipun memang tantangan ke depan cukup banyak tetapi selama kita yakin bahwa dengan iman Kristen kita pasti bisa juga melakukan yang terbaik bagi diri kita bagi keluarga bagi bangsa terutama Bagi saudara seiman
Yusuf
