FORGUPAKI Perjuangkan Hak  dan Formasi Guru Pendidikan Agama Kristen di Indonesia

Ayo Bagikan:

 MajalahGaharu.com Jakarta  –  Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Guru Pendidikan Agama Kristen (FORGUPAKI) menyelenggarakan Dialog Interaktif dengan tema: Dampak Organisasi Profesi Guru di Tengah Dunia Pendidikan di hotel Amaris, Sabtu (19/11/2021).

Dialog menampilkan narasumber:  Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu (Penasehat Forgupaki), Ir. Manuara Siahaan (Anggota DPRD DKI Komisis “B” ),  Angel Damayanti. M.Si, Ph.D ( Associate Professor of International Relations dan Pengamat politik dan Dekan FISIPOL UKI) dan Pdt. Dr. Herrry Saragi.

Tampil pada sesi pertama Pdt. Herry  Saragi mengingatkan agar forum (FORGUPAKI) ini berdampak kepada anggotanya. Sudah 12 provinsi dan sekian kabupaten. Dampaknya apa terhadap anggota.

“Harus ada dampak secara personal, bagaimana mengcreate anggota supaya jangan gaptek dan mengusai teknologi. Harus mengambil sinergitas. Kedua, dampak peserta didik. Pasar itu butuh apa. Harus dilibatkan pembelajaran Tuhan. Dapat mendorong sertifikasi sehingga nanti FORGUPAKI bisa lembaga sertifikasi.  Dampak lain Yayasan dan sekolah juga tidak bisa memperlakukan semaunya. Tentu  bisa membantu anggotanya dari sabang sampai Merauke mengcreate bisa kerjasama dengan kedubes Asing,” tandasnya.

Sementara Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu yang tampil secara online menegaskan dukungannya agar sama-sama memperjuangkan kepentingan guru Pendidikan Kristen.

“Kalau secara fungsi organisasi harus wadah mengasah potensi guru  dalam menguasai teknologi dan komunikasi. Bisa berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan guru. Sangat diperlukan menyatukan profesi guru agama Kristen di tingkat nasional,” tutur purnawirawan bintang satu ini.

Menurut UU juga tujuan organisasi  memajukan profesi meningkatkan potensi dan pengabdian kepada masyarakat. “Ini yang diperjuangkan secara politik. Memenuhi tanggung jawab profesi yang tinggi, sehingga organisasi berlatar profesi yang sama,  umumnya  memajukan profesi anggotanya dalam melayani publik. Bisa ditemukan langkah-langkah sehingga forum ini bisa membuat hak-hak anggota bisa dipenuhi baik saat ini maupun masa yang akan datang,” ungkapnya.

Sementara Angel Damayanti, MMS, PhD menyampaikan mengapresasi terbentuknya FORGUPAKI dalam waktu singkat hanya enam bulan. Menurutnya kalau ini forum guru agama Kristen harus bisa menjadi mamfaat kepada anggota. Tantangan sekarang adalah selama ini   pendidikan agama Kristen termarjinalkan di daerah bukan Kristen terutama sekolah negeri.

“Saya pernah guru SMP sebagai honor dibayar 300 ribu perbulan. Gaji 300 tidak cukup bisa pengeluaran 4 juta, suami tanya  mana untungnya,” sharing pengalaman.

Oleh karena itu,  perlu mendorong organisasi anggota FORGUPAKI profesional dan mandiri serta selalu bersinergi. Perlu juga menggandeng pemerintah, swasta dan pengusaha.

“Tuntutan kebutuhan guru itu banyak. Digital marketing bisa bantu pengusaha. Bisa juga pola asuh dari pengusaha. Banyak pengusaha Kristen mau peduli mensejahterakan guru. Harus ada jejaring untuk mengembangkan diri memaksimalkan kompetensi. Saya berharap bisa berdampak dulu ke anggota baru berdampak ke luar, masyarakat, bangsa Indonesia.  Bahkan bisa dunia internasinal lewat pengajaran online. Yang penting dimulai dari hari ini,” ujar Dekan FISIPOL UKI ini mengingatkan.
Sementara pada sesi kedua yang menampilkan  Ir. Manuara Siahaan  Anggota DPRD DKI berlangsung interaktif dan dinamis. Ia menyampaikan bahwa terhadap permasalahan Guru Pendidikan Agama Kristen  harus ada sinergi dua kementerian terutama sertifikasi dari kementerian.

Intinya kepentingan guru-guru agama Kristen ini harus diutamakan. Misalnya dengan mendukung  agar  formasi  guru agama Kristen di pemerintah daerah.

“Surat yang kalian buat, saya sudah sampaikan ke gubernur dan sudah ada penjelasan dari pemda DKI. Karena itu saya perlu feed back dari FORGUPAKI,” kata Anggota Komisi B DPRD ini.

Sekarang akan dibuka 376 formasi untuk pendidikan agama, lalu berapa untuk kita? Ini yang harus diperjuangkan ke depan. Untuk sampai di sana maka perlu dipetakan jumlah sekolah dan kebutuhan guru berapa.

“Goalsnya pada pertemuan forum ini, saya minta segera membuat analisa kebutuhan guru agama Kristen. Secara resmi nanti sampaikan ke saya, supaya proporsional  akan teralokasi dengan baik buat kita.  Itu nanti bisa menjadi rekomendasi,” tegasnya. Nanti Pendidikan Agama Kristen harus sama pentingnya dengan bidang-bidang studi lain.

Sedangkan Ketua Umum FORGUPAKI Abraham Dodi Pellokila, M.Pd menyampaikan bahwa Forum ini bisa dikelola dengan baik dan harapannya bisa berdampak besar bagi anggotanya. Jn

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *