Substansi Geoekonomi Indonesia

Ayo Bagikan:

By: Amistan Purba

Majalahgaharu Jakarta Secara elementer, geoekonomi identik dengan perspektif tentang bagaimana kekuatan ekonomi kapabel dioptimalkan dalam kapasitas sebagai instrumen untuk mencapai tujuan politik, dan bagaimana kekuatan politik kompeten membangun lanskap ekonomi. Era global, hubungan antar negara realitasnya lebih didominasi oleh aspek ekonomi. Internasionalisasi telah memacu integrasi ekonomi dunia, membuka peluang negara-negara, termasuk negara berkembang, untuk mengakses perdagangan internasional, teknologi mutakhir, dan investasi asing langsung.

Negara kini condong mengaplikasikan impresi ekonomi dalam rivalitas global, antara lain lewat sanksi ekonomi, kerja sama multilateral, dan ekspansi korporasi internasional. Dalam konteks Indonesia, geoekonomi merupakan salah satu prinsip fundamental dalam menyusun kebijakan nasional dan luar negeri. Negara penting mengetahui bagaimana perannya dalam lanskap internasional dapat dimanfaatkan untuk memperkuat “economic bargaining power” simultan menjaga kekuasaan.

Subtansi Geoekonomi Indonesia
Geoekonomi Indonesia mengacu pada optimalisasi posisi geografis dan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan ekonomi, baik secara nasional maupun dalam hubungan internasional. Substansi Geoekonomi Indonesia mencakup: Sumber Daya Alam.

Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk nikel, minyak bumi, gas alam, karet, kopi, kakao, dan minyak sawit. Pemanfaatan sumber daya ini secara berkelanjutan dan bernilai tambah tinggi menjadi aspek parameter dalam strategi geoekonomi; Posisi Geografis. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan berada di jalur perdagangan strategis, Indonesia memiliki potensi besar dalam domain maritim dan perdagangan internasional; Bonus Demografi.

Dominan penduduk Indonesia berada dalam usia produktif, yang merupakan aset berharga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi; Kawasan Industri dan Hilirisasi. Mengembangkan kawasan industri dan melakukan hilirisasi produk-produk strategis, seperti nikel, dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi dan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Strategi geoekonomi Indonesia mencakup berbagai upaya untuk memanfaatkan posisi geografis dan sumber daya alamnya untuk manfaat ekonomi dan politik. Beberapa strategi geoekonomi Indonesia yang penting meliputi: Penguatan Daya Saing Ekonomi.

Fokus pada peningkatan produktivitas, inovasi, dan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor atau komoditas; Peningkatan Infrastruktur. Investasi dalam infrastruktur transportasi, energi, dan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas; Pengembangan Sumber Daya Manusia. Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan kompetitif; Kerja Sama Internasional.

Membangun kemitraan strategis dengan negara lain untuk meningkatkan akses pasar, menarik investasi, dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global; Pemanfaatan Poros Maritim Dunia. Mengoptimalkan potensi maritim Indonesia untuk perdagangan, transportasi, dan keamanan; Pengembangan Ekonomi Kreatif. Mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif melalui insentif, pelatihan, dan perlindungan hukum; Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Memberikan dukungan pada UMKM melalui digitalisasi, akses keuangan, dan konektivitas; Diversifikasi Pasar dan Komoditas. Mencari pasar baru dan mengembangkan komoditas ekspor selain yang sudah ada untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu negara atau komoditas; Investasi Berkelanjutan.

Mendorong investasi yang berkualitas dan berkelanjutan, termasuk investasi yang berorientasi pada padat karya dan alih teknologi; Penguatan Pertahanan dan Keamanan. Memastikan keamanan dan stabilitas negara untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam perspektif global, partisipasi Indonesia dalam forum dan kerja sama dunia telah terealisasi selama ini sebagai upaya strategis dari kebijakan politik luar negeri bebas-aktif. Beberapa organisasi ekonomi internasional yang diikuti Indonesia beserta perannya, diantaranya: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Indonesia berperan aktif dalam mendorong kerja sama ekonomi regional, termasuk memprakarsai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan menjadi salah satu pelopor AFTA (ASEAN Free Trade Area); Asia Pasific Economic Cooperation (APEC). Dalam organisasi ini, Indonesia berperan mempromosikan pembangunan ekonomi daerah; World Trade Organization (WTO).

Dalam organisasi ini, Indonesia mendapat peran untuk merundingkan Agenda Pembangunan Doha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi; International Monetary Fund (IMF). Dalam organisasi ini, Indonesia berperan menggalang kehadiran sistem keuangan internasional; World Bank. Peranan Indonesia dalam The World Bank Group adalah memberi pinjaman dana untuk bidang pertanian, perindustrian, perhubungan, tenaga listrik, serta pembangunan sosial; Asian Development Bank (ADB). Dalam organisasi internasional ini, Indonesia berperan serta mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya; Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dalam organisasi ini, Indonesia turut memperbaiki proses penyusunan kebijakan ekonomi dari negara anggota maupun negara lainnya; International Trade Center (ITC). Dalam organisasi ini, Indonesia turut mengembangkan pasar maupun promosi perdagangan luar negeri dan membangun serta meningkatkan kontak bisnis dan kerja sama di antara pemangku kepentingan; Food and Agriculture Organization (FAO).

Dalam organisasi ini, Indonesia turut serta dalam perumusan kebijakan yang bertujuan untuk pembangunan berkelanjutan hingga meningkatkan pertanian; United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Peranan Indonesia, turut membantu percepatan pembangunan industri, menciptakan kesejahteraan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan melalui industri manufaktur; United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Peranan Indonesia, turut melakukan pemanfaatan kajian terkait investasi asing agar sesuai dengan kepentingan nasional; Group of Twenty (G20). Forum kerja sama untuk mempromosikan stabilitas keuangan nasional dengan saling mempelajari dan meninjau isu-isu kebijakan spesifik di negara-negara industri dan pasar negara-negara berkembang; BRICS. Dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS, diharapkan Indonesia dapat semakin berperan aktif dalam percaturan ekonomi dan politik global, serta membawa manfaat bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi Peran negara Dalam Subtansi Geoekonomi
Transformasi peran negara dalam ekonomi diidentifikasi dengan perubahan sasaran dari peran aktif dalam pengelolaan usaha (seperti BUMN) berorientasi peran sebagai fasilitator dan regulator yang mengimplementasikan dinamika bisnis yang kondusif.

Adapun beberapa aspek vital yang mengidentifikasi transformasi peran Negara, diantaranya: Transisi dari Pengelola Usaha menjadi Regulator dan Fasilitator. Negara mengurangi kepemilikan langsung terhadap BUMN dan lebih berfokus pada menciptakan kebijakan yang mendukung iklim usaha yang sehat dan kompetitif; Peningkatan Peran Kebijakan Fiskal dan Moneter.

Pemerintah menggunakan kebijakan fiskal (pengeluaran dan perpajakan) dan moneter (suku bunga, inflasi) untuk mengontrol perekonomian dan meningkatkan pertumbuhan; Prioritas terhadapa Pengembangan Sumber Daya Manusia. Investasi dalam pendidikan, pelatihan, dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja; Peningkatan Infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur fisik (jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dll.) dan digital untuk mendukung aktivitas ekonomi; Peningkatan Daya Saing. Pemerintah berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perusahaan untuk bersaing di pasar domestik dan global; Transformasi Struktural. Perubahan dari ekonomi berbasis komoditas ke ekonomi berbasis industri dan jasa dengan nilai tambah tinggi; Peningkatan Investasi.

Meningkatkan investasi dari dalam dan luar negeri untuk mempresentasikan pertumbuhan ekonomi; Pengembangan Sektor Utama. Fokus pada pengembangan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, seperti industri manufaktur, teknologi, dan pariwisata.

Penutup
Indonesia punya potensi subtansial dalam aspek geoekonomi, tapi juga menghadapi tantangan yang multipel. Dengan mengoptimalkan posisi strategis, sumber daya alam, dan potensi maritim, dan memformulasikan strategi yang akurat, Indonesia kompeten memerankan kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di kawasan dan global. Indonesia juga penting meningkatkan kemitraan internasional yang win-win solution dan melindungi kedaulatan negara dalam fluktuasi hubungan multinasional makin kompetitif.

Penulis: Amistan Purba. Komite Analisa Ekonomi AP3I. Pemerhati Ekonomi dan Sosial.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

August Hamongan Anggota DPRD Jakarta Pembangunan Taman ASEAN Jangan Korbankan Kepentingan Rakyat

Thu Aug 21 , 2025
Majalahgaharu Jakarta Rencana relokasi pedagang burung di Barito ini, August Hamonangan anggota DPRD Fraksi Partai Solidaritas  Indonesia (PSI) setelah meninjau lokasi menegaskan bahwa hendaknya pembangunan itu lebih mengutamakan pembangunan manusianya, apalagi kalau bicara pedagang Pasar Burung Barito yang sudah 40-an tahun mencari nafkah di tempat tersebut hendaknya mendapat perhatian yang […]

You May Like