Majalahgaharu Rawajati, 19 Juli 2026 – Lurah Rawajati bersama jajaran Kelurahan, didampingi Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang), melaksanakan kegiatan monitoring pembangunan biopori komunal modern di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan diawali di RW 03, dipimpin oleh Ketua RW 03 Bapak Mayor (Purn.) TNI Kuswanto, bersama para Ketua RT, Ketua LMK RW 03 Bapak H. Hasurul, serta Bapak Cecep dari Yayasan Insnul Waton yang berperan sebagai kolaborator dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Selanjutnya, rombongan melakukan monitoring ke RW 07, meninjau pelaksanaan kerja bakti pembangunan biopori komunal yang dipimpin Ketua RW 07 beserta para Ketua RT dan LMK. Di wilayah ini ditargetkan setiap RT memiliki dua titik biopori komunal sebagai sarana resapan air sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan.
Selain meninjau pembangunan biopori, Lurah Rawajati juga memonitor pembuatan fasilitas pengolahan sampah organik sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dari sumbernya. Salah satu lokasi yang telah mempersiapkan sarana tersebut berada di RT 03 RW 07.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Rawajati, pengurus RW dan RT, LMK, serta berbagai yayasan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Pemerintah Kelurahan Rawajati menargetkan bahwa pada 1 Agustus 2026, seluruh wilayah telah siap melaksanakan program pemilahan sampah dari sumbernya. Masyarakat diimbau untuk mulai membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Rawajati terus bergerak menjadi kawasan yang lebih hijau, lebih peduli lingkungan, dan siap mewujudkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.
(YDN)

