PIKI Gelar Kongres Ke- VII Memperkuat Kontribusi Nyata Dalam Menjaga Persatuan Nasional,

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu Jakarta Suasana hotel Lumere Jakarta dilangsungkan Kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) VII digelar dari tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026. PIKI  sebagai lembaga cendikiawan Kristen tentu diposisikan sebagai ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi konkret bagi bangsa.

Drs. Benyamin Patondok, M.M. ketua panitia kongres PIKI ke-7 yang akrab disapa Bento, dalam salah satu keterangannya mengatakan bahwas seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menjawab tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Hal itu ia sampaikan saat membuka kongres di Lumire Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Pentingnya Ketahanan dan Pertahanan Nasional

Dalam suasana yang sarat refleksi kebangsaan, peserta diingatkan pada dinamika global yang kian tak sederhana. Konflik internasional yang melibatkan negara-negara besar disebut berdampak luas, bahkan hingga menyentuh kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketahanan dan persatuan di dalam negeri.

“Banyak negara runtuh karena gagal menjaga persatuan. Hal yang sama bisa terjadi jika kita tidak solid,” menjadi pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.

Sebagai wadah intelektual, PIKI dinilai memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar ruang diskusi. Kongres ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi dan fenomena “perang media”.

Media sosial, dalam hal ini, diakui memiliki peran besar dalam membentuk opini publik—baik sebagai perekat persatuan maupun potensi pemicu perpecahan.

Momentum Konsolidasi Gagasan

Karena itu, kongres ini menjadi momentum konsolidasi gagasan agar keberagaman Indonesia tetap menjadi kekuatan. “Bangsa ini milik bersama. Justru karena beragam, kita menjadi kuat,” menjadi penegasan nilai yang diangkat.

Bento juga mengungkapkan bahwa persiapan kongres telah dimulai sejak Januari, melibatkan berbagai elemen PIKI. Dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp900 juta, pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil gotong royong dari seluruh jajaran organisasi.

Eksistensi PIKI

Apresiasi turut disampaikan kepada Ketua Umum PIKI, Dr. Badikenita br Sitepu, atas keberhasilannya memperluas jaringan organisasi hingga terbentuk 29 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Capaian ini dinilai memperkuat peran PIKI di tingkat nasional.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh internal seperti Baktinendra, juga menjadi faktor penting terselenggaranya kongres. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa PIKI bergerak bersama dalam ekosistem yang lebih luas untuk berkontribusi bagi bangsa. PIKI juga berhasil bekerjasama dengan Lemhanas di mana setiap tahun diberikan kesempatan satu orang mengikuti pendidikan di Lemhanas.

Kongres PIKI VII secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum.

Berbekal pengalaman lintas sektor para anggotanya—termasuk kontribusi dalam kehidupan beragama di institusi negara PIKI menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tak hanya kuat secara gagasan, tetapi juga kaya pengalaman di lapangan.

Melalui kongres ini, PIKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi nasional. Forum ini diharapkan mampu melahirkan ide-ide yang tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi rekomendasi nyata dalam menjawab berbagai persoalan bangsa mulai dari isu sosial, ketahanan nasional, hingga pengelolaan keberagaman.

Kongres ini pun menjadi penegas bahwa intelektualitas yang terorganisir dapat bertransformasi menjadi kekuatan strategis bagi masa depan Indonesia.

Menteri PKP Maruarar Sirait yang juga hadir dalam kongres PIKI- Ke-7 selain memberikan pemaparan terkait tugasnya sebagai menteri Pemerumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) yang sudah berhasil membangun beberapa perumahan untuk rakyat termasuk penataan rumah di kawasan Senen Jakarta Pusat.

Dan dalam pesannya Ara demikian di sapa meminta PIKI sebagai lembaga cendikiawan agar bereran dalam penelitian dan kajian-kajian di segala bidang termasuk bagaimana dengan kondisi perumahan rakyat kita. Sehingga peran PIKI dalam membantu pemerintah dapat dilakukan dengan baik.

Kongres PIKi juga dihadiri para pimpinan gereja serta pendidikan dan tentu semua pengurus baik DPP, DPD maupun di DPC dari seluruh Indonesia.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Like