“THE VOICE OF PEACE” INSPIRASI KREATIF MUSISI INDONESIA UNTUK PERDAMAIAN GLOBAL

Ayo Bagikan:

If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other. Mother Teresa

Majalahgaharu-Jakarta-‘The Voice of Peace’ adalah single terbaru bertemakan perdamaian global karya Maria Stefanie, seorang musisi independen, pencipta lagu dan penyanyi asal Surabaya, Indonesia yang berdomisili di Sydney, Australia. Lagu ‘The Voice of Peace’ secara resmi rilis tanggal 21 Maret 2021 lalu melalui kanal Youtube dan media sosial. Bagi Maria Stefanie, perdamaian adalah hal fundamental yang akan selalu menjadi kebutuhan, aspirasi, harapan, dan impian sekaligus sebuah panggilan bagi setiap orang.

Sebagai salah satu Warga Negara Indonesia yang menjunjung tinggi semangat perdamaian dan kebersamaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, Maria Stefanie merasa terpanggil untuk dapat menghasilkan karya musikal yang dapat mendukung upaya mewujudkan, menjaga perdamaian dengan talenta yang dimilikinya yaitu menulis dan menciptakan lagu dan menyanyi.

“Sebagai bagian dari anak-anak Bangsa dan generasi muda Indonesia, saya yakin sekali bahwa musik adalah alat, cara dan karya yang sangat mampu melampaui setiap sekat, batas yang menghalangi terciptanya perdamaian antar manusia. Melalui musik, kita bisa mengekspresikan banyak sekali hal-hal yang konstruktif mulai dari nada, melodi dan lirik dalam lagu, kita bisa menjangkau siapapun untuk menyampaikan pesan atau nilai-nilai perdamaian yang ingin kita suarakan kepada setiap orang, apalagi di era digital seperti ini, teknologi memungkinkan sekali untuk menghasilkan karya yang mudah diakses oleh setiap orang di belahan dunia manapun.

Dan Momen peringatan Hari Musik Nasional tanggal 09 Maret 2021 lalu, adalah salah satu alasan mengapa saya meluncurkan single terbaru ‘The Voice of Peace’ di bulan Maret ini. Saya bersyukur dan apresiasi saya yang dalam kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberi perhatian serius dan besar terhadap karya-karya musik anak-anak Bangsa melalui Hari Musik Nasional ini. Saya berharap juga lagu yang bertemakan perdamaian global seperti yang saya ciptakan ini bisa mendapat tempat tersendiri di hati setiap lapisan masyarakat. Selain itu, sebagai WNI yang tinggal di Australia, momen Harmony Day di Australia yang memperingati keberagaman multikultural yang harmonis bagi WN Australia maupun penduduk Australia dari berbagai penjuru dunia, turut melengkapi alasan lagu ini diluncurkan.

“Lagu The Voice of Peace ini terinspirasi dari Black Live Matters Movement di Tahun 2020. Saya menciptakan lagu ini sebagai bentuk solidaritas, sekaligus rasa simpati dan empati saya terhadap mereka, siapapun juga yang pernah mendapat perlakuan kurang adil karena masalah perbedaan ras.” Terang Maria Stefanie menjelaskan mengapa dan untuk apa ia melahirkan lagu khusus yang mengusung perdamaian global ini.

“Dalam lirik lagu The Voice of Peace, saya menaruh nilai-nilai renungan yang bersifat mendamaikan. Melalui lagu ini, saya mengajak pendengar dan penonton, kita semua, untuk tidak hanya bersimpati atau mengerti, tetapi terutama berani untuk berempati, merasakan penderitaan mereka, hadir untuk mereka, siapapun yang memiliki impian dan harapan tentang perdamaian. Dengan demikian saya yakin kita semua, apapun Agama, Suku, Ras kita, kita akan berani lebih lantang lagi untuk menyuarakan perdamaian di mana pun juga, terutama sebagai Warga Negara Indonesia dan juga sebagai warga Dunia,” Terang Maria Stefanie yang juga telah meluncurkan single terbaru Janji Suci bulan Februari 2021 lalu dan sebelumnya single Mengerti-Mu di bulan Oktober 2020 di berbagai platform dan media radio di Indonesia.

Maria Stefanie menceritakan kisah lagu ini berkumandang pertama kali dalam acara World Interfaith Harmony Week yang diselenggarakan oleh Universal Peace Federation (UPF) yang menghadirkan para pemimpin dan tokoh antar Agama-agama di Indonesia dan UPF Internasional untuk perdamaian dan pembangunan yang disiarkan secara virtual melalui platform Zoom dan Youtube channel tanggal 05 Maret 2021 lalu. UPF sendiri adalah sebuah NGO Internasional dengan status keanggotaan sebagai badan konsultatif umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)-UN ECOSOC untuk perdamaian global.

“Ada kisah menarik dalam proses penciptaan lagu ini buat saya pribadi, “ Lanjut Maria. “Pada saat audio dan lirik lagu ini dalam proses editing, suatu hari saya mendapatkan informasi tentang program UPF dan mempelajari nilai-nilai perdamaian yang diusung organisasi ini, dan kemudian saya memberikan contoh rekaman lagu ini untuk didengarkan. Dan ternyata, saya justru mendapat undangan untuk menyanyikan lagu ini di acara World Interfaith Harmony Week UPF. Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah respon, kesan atau impresi peserta dalam acara tersebut termasuk UPF Leaders yang sangat menyentuh. It’s meaningful.” Ungkap Maria yang juga pernah menjadi volunteer di United Nations Association Australia (UNAA) – New South Wales, PBB Australia divisi NSW tahun 2015-2016.

Namun ternyata kisahnya tidak hanya sampai di situ, untuk kali kedua, Maria Stefanie kembali diundang untuk menyanyikan lagu “The Voice of Peace” dalam acara Asia Pacific Leadership Conference-UPF Asia Pacific, sebuah konferensi yang diadakan secara regular bagi para pemimpin untuk perdamaian yang berasal dari berbagai Negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia, yang digelar tanggal 13 Maret 2021. Sebelum menyanyikan lagu, Maria Stefanie diminta menyampaikan refleksi dan pesan tentang perdamaian, dan selanjutnya, Maria Stefanie juga mendapatkan respon yang tidak kalah menyentuh dari berbagai peserta yang hadir.

Selanjutnya proses perjalanan lagu The Voice of Peace ini berlanjut ketika Maria Stefanie mendapatkan undangan untuk menyanyikan lagu ini dalam Perayaan Panggung Budaya Nyepi Virtual Tahun Baru Saka 1943/2021 pada tanggal 20 Maret 2021 yang diselenggarakan oleh Gerakan Optimisme Indonesia yang menghadirkan Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Wakil Ketua MPR RI, DPD RI, Pimpinan Lembaga Keumatan Agama-agama di Indonesia, Perwakilan Pemerintahan, Tokoh Seni dan Budaya Nasional dan didukung lebih dari 62 Organisasi lintas Agama, Budaya, Kreasi, Organisasi perdamaian dan masih banyak lagi untuk merayakan solidaritas beragama dengan tema Kolaborasi Dalam Harmony Menuju Indonesia Maju.

 “Saya bangga sekali sebagai Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Australia diberikan kesempatan untuk bersama-sama berkontribusi dalam Panggung Budaya Nyepi 2021 ini. Dalam wawancara sebelum lagu saya dikumandangkan, saya juga menyampaikan rasa dan semangat optimisme saya bahwa kolaborasi dalam keberagaman kita adalah harus terus dijaga, tidak boleh dihilangkan. Dan saya juga berterimakasih kepada seluruh panitia yang juga ternyata berasal dari beragam agama dan budaya.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *