Duta Besar Amerika Apresiasi Pemprov Papua & Menerima 24 Mahasiswa Unggul Papua Binaan PLI, untuk Melanjutkan Studi di Amerika Serikat*

Ayo Bagikan:

 Majalahgaharu-Jakarta, 17 Juni 2021 – Bertempat di Darmawangsa Hotel tepat pukul 16.00 WIB, Indonesia Education Partnership (IEP), Pemerintah Provinsi Papua, bersama Papua Language Institutute (PLI), secara resmi melakukan acara pelepasan terhadap 24 orang anak-anak asal Papua sebagai penerima manfaat program beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Papua, dibawah kepemimpinan Bapak Lukas Enembe.

Seluruh siswa yang akan mulai diberangkatkan pada minggu depan ini, adalah siswa-siswa yang telah melewati berbagai proses persiapan dan pembinaan akademik maupun persiapan karakter, mental dan spiritual melalui PLI kurang lebih selama 2 tahun terakhir di Jayapura. Para mahasisiswa ini setelah satu tahun pendidikan bahasa inggris, telah diterima sebagai mahasiswa di tiga universitas yaitu Universitas of Rhode Island, Johnson & Wales University, Highline College. Sepanja masa Covid tahun 2020 para mahasiswa ini telah mengikuti kuliah jarak jauh secara daring.

Acara perpisahan dan pelepasan para siswa yang akan berangkat studi ke Amerika ini dikemas dengan sangat baik dengan berbagai ungkapan apresiasi oleh para tokoh, penampilan lagu dan tarian daerah khas Papua, yang dibawakan langsung oleh para siswa. Suasana acara yang tetap berlangsung meriah dan penuh haru biru ini dilaksanakan dengan sudah terlebih dahulu memastikan penerapan protokol Kesehatan sebagaimana yang telah berlaku di tengah situasi saat ini.

Para tokoh dan tamu undangan yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari Wakil Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia Heather Variava beserta sejumlah staff kedutaan Amerika, Kepala BPSDM Provinsi Papua Aryoko AF Rumaropen, Kepala Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja BAPPENAS RI Velix Vernandi Wanggai, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Universitas Cendrawasih Dr Fredrik Sokoy, Dwi Larso direktur Beasiswa LPDP, anggota DPR RI seperti Yan P. Mandenas, Wilem Wandik, Anggota DPD RI Yorrys Raweyai, anggota DPRP Christina Luluporo, Ketua Lembaga Transformasi Papua Alex Ick, Managing Director of IEP dan Business Development of URI for Asia Brook David Rosse, Direktur Development Jogjasky Investment Philippe Clument,  CEO dan Founder PLI Samuel Tabuni, Kepala Departemen Humas dan Media PLI Abdiel Fortunatus Tanias beserta Perwakilan PLI Jakarta Hendrik, .

Brook David Rosse dalam sambutannya, ia memberikan gambaran umum mengenai ketiga universitas yang akan dituju oleh peserta penerima program beasiswa SUP ini. Ia juga memberikan gambaran umum mengenai proses studi yang akan berlangsung di tiap tiap kampus yang dituju. Ia berharap, dengan mengikuti program studi sekolah di amerika ini, anak-anak papua dapat dipersiapkan untuk dapat membantu dirinya, keluarganya, membantu masyarakat papua, dan membantu Indonesia jika sudah selesai nanti.

Mewakili Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, Aryoko AF Rumaropen selaku kepala BPSDM Provinsi Papua menyampaikan apresiasi sekaligus ungkapan terima kasih kepada PLI yang telah membekali para pemuda Papua penerima program SUP ini dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan bahasa yang akan menjadi bekal bagi mereka untuk studi di Amerika.

Ia juga mengungkapan terima kasih atas dukungan dari IEP, Pemerintah Pusat RI, dan Pemerintah Amerika Serikat yang telah turut mengambil bagian dalam mensukseskan terlaksananya program beasiswa ini. Aryoko juga mengungkapkan bahwa saat ini pemprov Papua sedang menggodok PERDASUS berkaitan dengan program SUP ini. Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Pusat Analisis

Kebijakan dan Kinerja BAPPENAS RI Velix Vernandi Wanggai dalam sambutannya. PERDASUS ini turut kami dukung guna memastikan keberlanjutan program bantuan beasiswa pendidikan bagi putra putri Papua, meski telah berganti kepemimpinan di masa yang akan datang.

Sementara itu Wakil Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia Heather Variava dalam sambutannya mewakili pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa situasi pendemic ini telah membuat berbagai rencana mengalami perubahan, salah satunya termasuk dalam proses Kerjasama pendidikan antar negara. Meski demikian menurutnya Pemerintah Amerika tidak akan menyerah karena pendemi ini, apa lagi dalam rangka Kerjasama pendidikan.

Wakil duta besar Amerika ini juga mengapresiasi kerja kolaborasi antara Pemprov Papua, PLI, IEP, serta dukungan dari pemerintah pusat dan berbagai elemen lainnya sehingga anak-anak Papua ini siap untuk diberangkatkan. Apresiasi serupa juga diungkapkan oleh anggota DPRP Khristina Luluporo, Anggota DPR RI Wilem Wandik dalam sambutan mereka. Demikian pula apresiasi yang diungkapkan langsung oleh President The University of Rhode Island David M. Dooley yang disampaikan secara langsung dari Rhode Island Amerika melalui perangkat virtual zoom kepada seluruh tamu undangan. Demikian juga President of Johnson & Wales University Marie Bernardo- Sousa yang menyampaikan langsung sambutannya lewat video. Kedua pemimpin universitas Rhode Island Amerika ini mengungkapkan rasa sukacitanya dapat bekerjasama memfasilitasi anak-anak asal Papua dan Indonesia secara umum untuk berkuliah di universitas mereka.

Diakhir dari seluruh rangkaian acara pelepasan siswa SUP ini, selaku CEO & Founder PLI Samuel Tabuni mengungkapkan bahwa Ia sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Lukas Enembe yang menunjuk PLI sebagai tempat untuk mempersiapkan penerima program SUP sebelum melanjutkan studi di luar negeri. Demikian juga ungkapan terima kepada semua dukungan dan apresiasi yang diberikan dari berbagai pihak dalam memastikan keberlangsungan program ini. Konsistensi dan komitmen kita untuk tetap bekerjasama mensukseskan program SUP ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan bagi generasi muda Papua adalah hal yang sangat penting.

 “Saya yakin Tuhan yang memilih adik-adik ini, Tuhan yang memberi visi, Tuhan juga yang akan menuntun mereka dalam proses studi di Amerika dan nantinya Kembali membangun tanah Papua.  Kami berharap ke depan bisa lebih banyak lagi yang belajar di luar negeri di negra mana saja. Papua berada di peringkat 34 sebagai provinsi yang paling tertinggal SDMnya di Indonesia sejak integrasi hingga hari ini.  Meski begitu kami tidak tinggal diam, kami optimis dan berharap pemprov Papua, pemerintah pusat, maupun pemerintah Amerika dapat terus meningkatkan kerjasama untuk mempersiapkan SDM Papua yang unggul, sehingga dapat berkontribusi membangun Papua, bangsa Indonesia dan bagi dunia”tegas Samuel Tabuni.

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *