Hoaks dan Toleransi Menjadi Perhatian Khusus dalam Pelantikan PD PEWARNA DIY

Ayo Bagikan:

Majalahgaharu-Bantul, Maraknya berita hoaks yang berseliweran di jagad Media sosial (Medsos) menjadi perhatian tersendiri bagi Persatuan wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA). Danhoaks itulah yang menjadi seruan dalam pelantikan  Pewarna DIY Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta masa bakti periode 2021-2026 di Pendopo Kusuma Homestay Jalan Parangtritis Km.7 Bantul, Yogyakarta. Acara diselenggarakan dengan prokes ketat pada 31 Juli 2021 pukul 16.30-17.30 WIB dan diadakan secara hybrid, yakni melalui sarana online dan tatap muka.

Ibadah melandasi acara pelantikan sore itu. Worship leader Martha mengajak peserta zoom dan para undangan untuk mensyukuri berkat anugerah Kristus. Hal ini pun dipertegas dalam Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Daniel Pujarsono.

“Karena di nama PEWARNA ada Nasrani maka harus jadi wartawan yang berbeda dari lainnya. Pengurus yang dilantik harus terus bersyukur dan berkeyakinan bahwa mewartakan Kabar Baik adalah sebuah panggilan. Fungsi PEWARNA hadir bukan untuk menyusahkan dan membuat bingung. Tapi harus menegaskan bahwa berita harus menguatkan dan membangkitkan sebab Allah turut bekerja dalam setiap hal yang manusia kerjakan. Maka jurnalis harus refleksi, yang dicari pendengar kabar benar atau penggemar tulisan hoaks,” ungkap Daniel penuh jenaka sepanjang berkotbah ini.

Seusai ibadah, dilanjutkan acara pelantikan yang dipandu host Alfin dan Richardo. Lagu Indonesia Raya membuka rangkaian pelantikan kemudian disusul pembacaan SK, Janji PEWARNA, doa pengurusan, penandatangan berita acara, dan diakhiri penyerahan SK juga pataka kepada Ketua PEWARNA DPD DIY Harun Sumadi, Sekretaris PEWARNA DPD DIY  Arief Arianto, Bendahara PEWARNA DPD DIY  Aryanto Tanesib.

“Kami mengusung tema ‘Menyampaikan Kabar Baik dan Benar’ (Keluaran 23: 1) karena berangkat dari keprihatinan saat ini yang masih banyak menjadi korban hoaks dari handphone masing-masing. Langkah pertama kami dalam lima tahun ke depan adalah fokus memerangi hoaks,” tutur Harun Sumadi kontributor Majalah Bahana ini dalam sambutannya.

Pada pelantikan sore itu, Ketum DPP PEWARNA Yusuf Mujiono juga memberikan apresiasi atas kegotongroyongan PD PEWARNA DIY bahu-membahu dalam mempersiapkan pelantikan.

“PEWARNA beranggotakan para jurnalis media cetak maupun media elektronik di Indonesia. Meski baru 8 tahun berdiri, PEWARNA sudah berperan membantu pemerintah dalam menyampaikan pesan dan juga mengkritisinya. Karena ini lembaga Nasrani, kami juga berkawan dengan aras, sinode, dan ormas gereja.

“Kalau mereka nakal ya kita gertak. Kalau ada kasus intoleransi kita pun harus berseru lantang. Posisi PEWARNA selalu di tengah antara yang mengkritik dan yang dikritik. PEWARNA harus menjaga relasi keberagaman sebab janji kita langsung kepada Sang Kepala Pewarta,” tegas Yusuf Mujiono yang juga menjelaskan pentingnya membangun pemberdayaan peran jurnalistik secara berkala melalui pelatihan-pelatihan bekerjasama dengan STT dan gereja-gereja.

Pelantikan yang diselenggarakan di lokasi istimewa ini terjadi berkat keramahtamahan tuan rumah Drs. H. Suharsono yang juga menjadi Anggota Kehormatan PEWARNA DPD DIY.

“Selamat bertugas sebaik-baiknya dalam memerangi hoaks. Mari kita kerja sesuai aturan. Kalau kerja sesuai aturan tak ada yang perlu ditakutkan. Mungkin saya tenar di Indonesia sebagai pejabat muslim yang dekat dengan non-muslim. Tapi tidak hanya nasrani, semua agama saya besarkan. Seperti soal bikin surat ijin pendirian tempat ibadah, harus dipikirkan matang hingga 100 tahun ke depan. Biar anak cucu tenang dalam beribadah secara gratis dan tetap,” kata Drs. H. Suharsono memberikan sambutan.

Tak ketinggalan Pembimas Kristen Kemenag DIY Sri Gunarti Sabdaningrum M.PdK. memberikan dukungannya kepada PD PEWARNA DIY yang dilantik sore itu.

“Kami berharap PEWARNA DIY dapat berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan COVID-19 melalui pemberian informasi sebagai pewarta, dengan kelengkapan data dan fakta yang valid sehingga masyarakat semakin cerdas dalam membaca dan merespon pemberitaan di medsos.

Sri melanjutkan seperti yang pernah disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, agama seharusnya menjadi inspirasi bagi banyak orang bukannya aspirasi untuk kepentingan sekelompok. Dari pemikiran beliau, seharusnya kita bisa terus menggali inspirasi untuk lebih moderat dalam keberagaman dan pembangunan bangsa,” ungkap Sri Gunarti melalui zoom. Hal ini pun menjadi menjadi perhatian DPP PEWARNA DIY, mengingat beberapa bulan lagi provinsi DIY menjadi tuan rumah dalam helatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional.

“Mengucapkan selamat kepada PD PEWARNA DIY yang telah dilantik. Semoga tetap profesional, teguh menjaga kredilitas, bertanggungjawab, dan objektif di antara beragam informasi saat ini,” tutur Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heru Purwadi, MA. menyambut para undangan melalui video rekaman.

Dalam pelantikan tersebut ada juga ucapan selamat yang disampaikan wakil walikota Yogyakarta selain itu tampak hadir pula dalam acara pelantikan sore itu, antara lain Ketua Harian PD PEWARNA Jawa Tengah, Ketua Harian PD Jawa Barat, Ketua PGLII DIY, Ketua Vox Point Indonesia DIY, dan Wakil Ketua MUKI. Pelantikan yang berlangsung guyub dan hangat tersebut diakhiri dengan penyerahan buah tangan dari Ketua Penasihat PD PEWARNA Jawa Tengah Henky Narto Sabdo kepada PD PEWARNA DIY sebagai simbol persaudaran dan mitra sesama dalam pewartaaan Kabar Baik.

Sukses selalu PEWARNA! Tuhan memberkati.[Kay/Yas/Naf]

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *