Dr. Donna Sampaleng: Hari Ibu Lebih pada Penghormatan pada nilai Kemandirian

Ayo Bagikan:

Jakarta, majalahgaharu.com-Bicara ibu siapapun pasti ada pengalaman yang lekat dengannya. karena dari seorang ibulah semua manusia terlahir dan dikenalkan semua ciptaan yang ada. Belum lagi perannya yang tak bisa digantikan dengan siapapun, membuat semua kita berhutang kepadanya. Ibu adalah sosok pejuang yang tanpa mengharapkan imbalan. dengan keringat dan air mata dia menghantarkan anak-anaknya dalam jenjang yang lebih tinggi.

Namun bicara hari ibu menurut praktisi pendidikan, Dr. Donna Sampeleng ketua STT IKAT Jakarta menegaskan bahwa hari ibu 22 Desember berbeda dengan Mothers Day, Mothers Day merayakan tentang Ibu secara biologis tetapi Hari ibu Nasional bisa dilihat dari catatan sejarah 22 Desember 1928 hari di mana pertama kali munculnya gerakan perempuan dalam keterlibatan politis dan aktif secara nasional.

Artinya kalau hari ini diepringati sebagai hari ibu, Donna mengatakan bahwa gerakan yang melawan dominasi penindasan kolonialisme dan budaya patriarki, melawan penjajahan, memperjuangkan partisipasi politis, hak pendidikan, melawan perkawinan dini dan lain lain.

Kemudian tentang penghormatan kepada ibu secara biologis seharusnya adalah penghormatan terhadap nilai-nilai kemandirian perempuan dalam persamaan gender bukan dalam pragmatis stigma peran ibu dalam ranah domestik semata.

Selamat hari Gerakan Perempuan, Perempuan adalah Ibu yang melahirkan kehidupan yang bergerak melawan ketidakadilan dan penindasan. Yang menghadirkan kelembutan dan cinta kasih bagi seisi rumah dan sesama.

Kembali ke sejarah bagaimana lahirnya hari ibu di Indonesia,  yang jatuh pada 22 Desember didasarkan pada penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia pertama, 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta. Penetapan tanggal peringatan hari Ibu itu dilakukan pada Kongres Perempuan Indonesia ketiga pada 23–28 Juli 1938 di Bandung. Kongres Perempuan Indonesia pertama dilakukan dalam suasana zaman kolonial yang mencengkeram kebebasan orang Indonesia untuk berekspresi dan menyatakan pendapat. Kongres itu pula tak bisa dilepaskan dari semangat kebangsaan yang baru saja digelorakan pada Kongres Pemuda kedua, 28 Oktober 1928 di Batavia.

 

Selamat Hari Ibu Nasional

Facebook Comments Box
Ayo Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *